alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Padat, Perlambat Mobilisasi Masyarakat di Lamongan

TERJADI kepadatan hampir di semua titik jalur protokol bahkan perkampungan, akibat pengalihan arus amblesnya Jembatan Ngaglik 1. Bahkan, saat melintas di jalur kecil serasa di ruas perkotaan. Pengamatan wartawan koran ini, jalan perkampungan antara Desa Made – Desa Tanjung – Desa Plosowahyu cukup padat dilintasi kendaraan pribadi. Selain itu, bus dan beberapa kendaraan memilih Jalan Mastrip ke barat untuk menghindari kemacetan.

 

Salah satu penguna jalan Jamil mengatakan, sejak pengalihan arus mayoritas jalan mengalami kepadatan. Dia mengaku membutuhkan waktu hingga 40 menit ketika melintas di Jalan Mastrip hingga Jalan Basuki Rahmad. Sebab, banyak bus dan kendaraan pribadi melintas di sana.

Baca Juga :  Para Petani Was-Was Harga Gabah Anjlok di Lamongan

 

‘’Kalau normal biasanya hanya 5 menit sampai 10 menit saja,’’ tutur Jamil.

 

Kepadatan arus lalin juga terjadi di Jalan Veteran, simpang empat Jalan Pahlawan, dan beberapa ruas jalur protokol lainnya. Bahkan di sejumlah traffic light terlihat semrawut, karena antar pengendara tak mau mengalah.

 

‘’Saya harap kendaraan yang besar tak masuk dalam kota, karena menambah kepadatan,’’ ujarnya.

 

KBO Lantas Polres Lamongan Iptu Asik membenarkan adanya kepadatan arus lalin di jalur protokol akibat pengalihan arus. Namun, diakuinya, Satlantas Polres Lamongan sudah mengerahkan tim untuk mengurai kepadatan arus.

 

‘’Sudah saya siapkan, anggota untuk tim urai serta berjaga di beberapa pertigaan dalam kota,’’ katanya.

Baca Juga :  Fokus Perbaiki Semua Lini

 

Anggota yang berjaga berada di pertigaan atau perempatan dalam kota, guna mengalihkan beberapa kendaraan besar agar tak masuk. Jika ada kendaraan yang besar dari arah Surabaya sudah diarahkan ke Jalan Deadles dan Mojokerto. Jika terdapat satu atau dua kendaraan besar, maka akan diarahkan ke Jalan Pahlawan.

 

‘’Kami sudah memberikan imbauan dan petunjuk arah di sejumlah titik,’’ terangnya. (mal/ind)

TERJADI kepadatan hampir di semua titik jalur protokol bahkan perkampungan, akibat pengalihan arus amblesnya Jembatan Ngaglik 1. Bahkan, saat melintas di jalur kecil serasa di ruas perkotaan. Pengamatan wartawan koran ini, jalan perkampungan antara Desa Made – Desa Tanjung – Desa Plosowahyu cukup padat dilintasi kendaraan pribadi. Selain itu, bus dan beberapa kendaraan memilih Jalan Mastrip ke barat untuk menghindari kemacetan.

 

Salah satu penguna jalan Jamil mengatakan, sejak pengalihan arus mayoritas jalan mengalami kepadatan. Dia mengaku membutuhkan waktu hingga 40 menit ketika melintas di Jalan Mastrip hingga Jalan Basuki Rahmad. Sebab, banyak bus dan kendaraan pribadi melintas di sana.

Baca Juga :  Semangat Pemain Persela Memudar

 

‘’Kalau normal biasanya hanya 5 menit sampai 10 menit saja,’’ tutur Jamil.

 

Kepadatan arus lalin juga terjadi di Jalan Veteran, simpang empat Jalan Pahlawan, dan beberapa ruas jalur protokol lainnya. Bahkan di sejumlah traffic light terlihat semrawut, karena antar pengendara tak mau mengalah.

 

‘’Saya harap kendaraan yang besar tak masuk dalam kota, karena menambah kepadatan,’’ ujarnya.

 

KBO Lantas Polres Lamongan Iptu Asik membenarkan adanya kepadatan arus lalin di jalur protokol akibat pengalihan arus. Namun, diakuinya, Satlantas Polres Lamongan sudah mengerahkan tim untuk mengurai kepadatan arus.

 

‘’Sudah saya siapkan, anggota untuk tim urai serta berjaga di beberapa pertigaan dalam kota,’’ katanya.

Baca Juga :  Dinkes Lamongan Tuntut Vaksin Jenis Astra Zeneca Habis Satu Bulan

 

Anggota yang berjaga berada di pertigaan atau perempatan dalam kota, guna mengalihkan beberapa kendaraan besar agar tak masuk. Jika ada kendaraan yang besar dari arah Surabaya sudah diarahkan ke Jalan Deadles dan Mojokerto. Jika terdapat satu atau dua kendaraan besar, maka akan diarahkan ke Jalan Pahlawan.

 

‘’Kami sudah memberikan imbauan dan petunjuk arah di sejumlah titik,’’ terangnya. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/