alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Penularan Tinggi, BOR Masih Terkendali

LAMONGAN, Radar Lamongan – Angka penularan kasus Covid-19 jenis Omicron cukup tinggi. Namun untuk keterisian bed occupancy ratio (BOR) masih terkendali. Hanya 16 persen dari total disiapkan  sebanyak 753 tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr. Taufik Hidayat menjelaskan, risiko penularan Omicron ini lebih besar dibandingkan Delta. Penularannya sangat cepat dan hampir tidak disadari. Karena itu, jumlah temuan kasus baru di Lamongan beberapa kali mengalami kenaikan yang signifikan.

Menurut dia, pembawa virus atau carrier kadang tidak menyadari sudah mengalami gejala. Sehingga, para carrier bisa menularkan minimal lima orang di sekelilingnya, yang tidak memiliki kekebalan tubuh kuat atau sedang kurang sehat. Akibatnya ketika diskrining biasanya langsung terkonfirmasi semua.

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Masih 81 Persen

Meski begitu, menurut Taufik, tingkat keparahannya cenderung rendah. Sehingga tipe varian Omicron memang mudah ditularkan. Namun tingkat keparahan kecil, selama pasien sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Dia menuturkan, bagi masyarakat yang belum divaksin dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta, tetap memiliki risiko tinggi jika terpapar.

‘’Itu kenapa target vaksinasi dosis tiga sasarannya rentan dan lansia, sebab mereka diprediksi memiliki risiko paling besar jika terpapar,” katanya.

Taufik memantau jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif fasilitas isolasi cenderung kecil. Yakni jika dibandingkan dengan temuan kasus yang sekarang. Kini, ada 125 tempat tidur fasilitas isolasi yang terpakai. Sedangkan jumlah terkonfirmasi mencapai 500 lebih.

Artinya pasien memiliki kesadaran tinggi untuk melakukan vaksinasi. Serta lebih aware dengan melakukan isolasi mandiri supaya tidak menularkan ke lingkungannya. Dia berharap jumlah BOR tetap rendah, meski untuk RS lapangan sudah disterilisasi dari pasien umum. Dia memastikan, jumlah bed dimaksimalkan untuk fasilitas isolasi pasien.

Baca Juga :  Kafilah Lamongan Siap Bersaing 

‘’Sekarang hanya pasien yang mengalami gejala sedang dan berat yang dirawat. Gejala ringan isolasi mandiri,” terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Angka penularan kasus Covid-19 jenis Omicron cukup tinggi. Namun untuk keterisian bed occupancy ratio (BOR) masih terkendali. Hanya 16 persen dari total disiapkan  sebanyak 753 tempat tidur.

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr. Taufik Hidayat menjelaskan, risiko penularan Omicron ini lebih besar dibandingkan Delta. Penularannya sangat cepat dan hampir tidak disadari. Karena itu, jumlah temuan kasus baru di Lamongan beberapa kali mengalami kenaikan yang signifikan.

Menurut dia, pembawa virus atau carrier kadang tidak menyadari sudah mengalami gejala. Sehingga, para carrier bisa menularkan minimal lima orang di sekelilingnya, yang tidak memiliki kekebalan tubuh kuat atau sedang kurang sehat. Akibatnya ketika diskrining biasanya langsung terkonfirmasi semua.

Baca Juga :  Desain Khusus Basoket Sulit Diduplikasi

Meski begitu, menurut Taufik, tingkat keparahannya cenderung rendah. Sehingga tipe varian Omicron memang mudah ditularkan. Namun tingkat keparahan kecil, selama pasien sudah mendapatkan vaksinasi lengkap. Dia menuturkan, bagi masyarakat yang belum divaksin dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta, tetap memiliki risiko tinggi jika terpapar.

‘’Itu kenapa target vaksinasi dosis tiga sasarannya rentan dan lansia, sebab mereka diprediksi memiliki risiko paling besar jika terpapar,” katanya.

Taufik memantau jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif fasilitas isolasi cenderung kecil. Yakni jika dibandingkan dengan temuan kasus yang sekarang. Kini, ada 125 tempat tidur fasilitas isolasi yang terpakai. Sedangkan jumlah terkonfirmasi mencapai 500 lebih.

Artinya pasien memiliki kesadaran tinggi untuk melakukan vaksinasi. Serta lebih aware dengan melakukan isolasi mandiri supaya tidak menularkan ke lingkungannya. Dia berharap jumlah BOR tetap rendah, meski untuk RS lapangan sudah disterilisasi dari pasien umum. Dia memastikan, jumlah bed dimaksimalkan untuk fasilitas isolasi pasien.

Baca Juga :  Banyak Mimpi yang Ingin Diraih

‘’Sekarang hanya pasien yang mengalami gejala sedang dan berat yang dirawat. Gejala ringan isolasi mandiri,” terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Perumahan Planet Green Kebobolan

Dua Rumah Ludes Terbakar

Ekonomi Lamongan Kembali Bergairah

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/