alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Hari Bahagia Itu Jadi Petaka

TUBAN, Radar Tuban – Kemarin (30/12) sore seharusnya menjadi hari bahagia bagi keluarga Andreas Puji Santoso, 52. Warga Desa Purworejo, Kecamatan Jenu tersebut merencanakan belanja perhiasan emas bersama istri dan anaknya. 

Saat memarkir mobilnya Honda Jazz nopol S 1928 HV di depan toko emas Jaya di sisi utara Jalan Gajah Mada Tuban dengan posisi menghadap timur, sebuah truk tronton K 1503 MK yang melaju dari timur kehilangan kendali dan menyasar mobil tersebut. Bruakk, serudukan kendaraan berat yang memuat  material gypsum tersebut mengakibatkan mobil penyet tak berbentuk. Saking kerasnya benturan, roda kanan depan tronton copot dari as. 

Insiden tersebut berselang beberapa menit setelah istri dan anaknya turun dari mobil dan berjalan menuju toko emas di simpang empat Karangwaru tersebut. 

Beberapa menit setelah kejadian, Andreas masih hidup. Sebelum polisi datang, warga berusaha mengeluarkannya dengan cara mencongkel bodi mobil yang menjepitnya. Namun, usaha tersebut sia-sia. Korban mengembuskan napas terakhirnya di depan istri dan anaknya. Melihat kejadian tersebut, mereka langsung pingsan dan menangis histeris. 

Baca Juga :  Kapolres Kunjungi Ponpes Al-Fatimah

Dalam insiden menjelang pergantian tahun baru tersebut, kondisi mobil korban nyaris tak berbentuk. Terhimpit pohon di sisi barat dan tronton di timurnya. 

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Tuban mengungkapkan, sebelum menabrak mobil Honda Jazz, tronton lebih dulu menyerempet Mitsubishi Xpander S 1624 GH dan mobil lain yang parkir di  timur mobil Andreas.

Ketika mendekati simpang Karangaru yang jalannya menurun, tronton yang dikemudikan Sutoyo dari timur melaju dengan kecepatan sedang. Diperkirakan karena remnya blong, laju tronton yang dikemudikan warga Kecamatan Sulang, Rembang tersebut tak terkendali. ”Setelah menyerempet truk lain yang berjalan searah di depannya, trontong banting stir ke kanan dan menuju depan toko emas,” ujar Sulkan, salah satu warga di lokasi kejadian. 

Baca Juga :  Minat Belajar Diniyah Meningkat, Terdata 54 Ribu Santri

Saat menyerempet Xpander, posisi pengemudi Unggul Tri Laksana dan ibunya berada di dalam mobil. Mereka selamat. 

Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Ipda Eko Sulistyo menjelaskan, berdasar pengakuan pengemudi, tronton oleng karena rem blong ditambah kondisi jalan menurun.  ‘’Begitu kecelakaan terjadi, sopir kami amankan untuk menghindari amukan massa,’’ kata dia.  

Selama satu jam evakuasi, lalu lintas sempat macet. Untuk mengurai kemacetan, kendaraan dari barat dialihkan ke Jalan Lukman Hakim. Kemacetan semakin parah saat ratusan masyarakat ikut memadati lokasi kejadian untuk mengambil foto dan video dengan ponselnya. 

Beberapa kali polisi melakukan teguran karena kerumunan masyarakat  menyulitkan truk derek mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Lalu lintas baru dibuka dua arah sekitar pukul 17.10 atau dua jam setelah kejadian.

TUBAN, Radar Tuban – Kemarin (30/12) sore seharusnya menjadi hari bahagia bagi keluarga Andreas Puji Santoso, 52. Warga Desa Purworejo, Kecamatan Jenu tersebut merencanakan belanja perhiasan emas bersama istri dan anaknya. 

Saat memarkir mobilnya Honda Jazz nopol S 1928 HV di depan toko emas Jaya di sisi utara Jalan Gajah Mada Tuban dengan posisi menghadap timur, sebuah truk tronton K 1503 MK yang melaju dari timur kehilangan kendali dan menyasar mobil tersebut. Bruakk, serudukan kendaraan berat yang memuat  material gypsum tersebut mengakibatkan mobil penyet tak berbentuk. Saking kerasnya benturan, roda kanan depan tronton copot dari as. 

Insiden tersebut berselang beberapa menit setelah istri dan anaknya turun dari mobil dan berjalan menuju toko emas di simpang empat Karangwaru tersebut. 

Beberapa menit setelah kejadian, Andreas masih hidup. Sebelum polisi datang, warga berusaha mengeluarkannya dengan cara mencongkel bodi mobil yang menjepitnya. Namun, usaha tersebut sia-sia. Korban mengembuskan napas terakhirnya di depan istri dan anaknya. Melihat kejadian tersebut, mereka langsung pingsan dan menangis histeris. 

Baca Juga :  Berkolaborasi Mengembangkan Potensi Desa

Dalam insiden menjelang pergantian tahun baru tersebut, kondisi mobil korban nyaris tak berbentuk. Terhimpit pohon di sisi barat dan tronton di timurnya. 

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Tuban mengungkapkan, sebelum menabrak mobil Honda Jazz, tronton lebih dulu menyerempet Mitsubishi Xpander S 1624 GH dan mobil lain yang parkir di  timur mobil Andreas.

Ketika mendekati simpang Karangaru yang jalannya menurun, tronton yang dikemudikan Sutoyo dari timur melaju dengan kecepatan sedang. Diperkirakan karena remnya blong, laju tronton yang dikemudikan warga Kecamatan Sulang, Rembang tersebut tak terkendali. ”Setelah menyerempet truk lain yang berjalan searah di depannya, trontong banting stir ke kanan dan menuju depan toko emas,” ujar Sulkan, salah satu warga di lokasi kejadian. 

Baca Juga :  Menggambar Toleransi, Dibayar Prestasi

Saat menyerempet Xpander, posisi pengemudi Unggul Tri Laksana dan ibunya berada di dalam mobil. Mereka selamat. 

Kanitlaka Satlantas Polres Tuban Ipda Eko Sulistyo menjelaskan, berdasar pengakuan pengemudi, tronton oleng karena rem blong ditambah kondisi jalan menurun.  ‘’Begitu kecelakaan terjadi, sopir kami amankan untuk menghindari amukan massa,’’ kata dia.  

Selama satu jam evakuasi, lalu lintas sempat macet. Untuk mengurai kemacetan, kendaraan dari barat dialihkan ke Jalan Lukman Hakim. Kemacetan semakin parah saat ratusan masyarakat ikut memadati lokasi kejadian untuk mengambil foto dan video dengan ponselnya. 

Beberapa kali polisi melakukan teguran karena kerumunan masyarakat  menyulitkan truk derek mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Lalu lintas baru dibuka dua arah sekitar pukul 17.10 atau dua jam setelah kejadian.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/