alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

PPKM Level 2, Kegiatan Budaya-Olahraga Diizinkan Seperempat Kapasitas

Radar Tuban – Seniman dan para pegiat olahraga kini bisa bernapas lega. Betapa tidak, ditetapkannya Tuban sebagai daerah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 berpengaruh terhadap pelonggaran sejumlah sektor.

Sektor yang dilonggarkan berdasar kebijakan pemerintah pusat, antara lain, seni, budaya, olahraga, dan kegiatan sosial masyarakat. Sektor tersebut boleh buka dengan jumlah peserta maksimal 25 persen dari kapasitas tempat.

Kabagops Polres Tuban Kompol Budi Santoso menjelaskan sejumlah kelonggaran yang diberikan untuk daerah PPKM level 2 seperti Tuban. Kelonggaran terkait PPKM level 2 tercantum dalam Instruksi Mendagri Nomor 34 Ta hun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan tersebut mengatur semua sektor yang dilonggarkan pemerintah. ‘’Ada beberapa sektor yang dilonggar kan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sukses Tumbuhkan Budaya Literasi dan Pengelolaan Kearsipan di Tuban

Mantan kasatreskrim Polres Tuban ini menjelaskan, sektor yang dilonggarkan adalah acara kebudayaan dan olahraga. Itu dengan catatan digelar dengan kapasitas 25 persen atau seperempat dari kapasitas tempat. Sementara acara keramaian untuk kepentingan komersial masih belum diizinkan.

‘’Untuk panggung konser, bazar, dan perayaan yang sifatnya mengun dang keramaian masih belum diperbolehkan,’’ tegasnya. Dalam klausul huruf k Inmendagri tersebut disebutkan kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

‘’Kegiatan kebudayaan yang boleh seperti sedekah bumi, ritual keagamaan, atau semacamnya,’’ terangnya. Untuk resepsi pernikahan diatur dalam huruf M Inmendagri. Ketentuannya, boleh mengundang tamu dengan kapasitas 50 persen dari tempat.

Baca Juga :  Reaktivasi Jalur KA Semarang-Tuban-Lamongan Dimatangkan

Budi menegaskan, arti dilonggarkan adalah kegiatan tersebut diizinkan buka. Namun, bukan berarti masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. ‘’Prokes tetap harga mati, tidak boleh dilanggar,’’ tegasnya.

Kegiatan olahraga yang di longgarkan dalam Inmendagri, kata Budi, adalah kegiatan yang mendatangkan keramaian. Salah satunya seperti senam. Senam masal yang sempat vakum selama PPKM diperbolehkan digelar. Seperti kelompok senam yang biasanya digelar di alun-alun dan GOR Rangga Jaya Anoraga. ‘’Meski di longgarkan, jangan sampai abai prokes karena pandemi belum selesai,’’ kata dia.

Radar Tuban – Seniman dan para pegiat olahraga kini bisa bernapas lega. Betapa tidak, ditetapkannya Tuban sebagai daerah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 berpengaruh terhadap pelonggaran sejumlah sektor.

Sektor yang dilonggarkan berdasar kebijakan pemerintah pusat, antara lain, seni, budaya, olahraga, dan kegiatan sosial masyarakat. Sektor tersebut boleh buka dengan jumlah peserta maksimal 25 persen dari kapasitas tempat.

Kabagops Polres Tuban Kompol Budi Santoso menjelaskan sejumlah kelonggaran yang diberikan untuk daerah PPKM level 2 seperti Tuban. Kelonggaran terkait PPKM level 2 tercantum dalam Instruksi Mendagri Nomor 34 Ta hun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Wilayah Jawa dan Bali. Aturan tersebut mengatur semua sektor yang dilonggarkan pemerintah. ‘’Ada beberapa sektor yang dilonggar kan,’’ terangnya.

Baca Juga :  Sebulan Lebih Duit Perdin Harian Dewan Belum Cair

Mantan kasatreskrim Polres Tuban ini menjelaskan, sektor yang dilonggarkan adalah acara kebudayaan dan olahraga. Itu dengan catatan digelar dengan kapasitas 25 persen atau seperempat dari kapasitas tempat. Sementara acara keramaian untuk kepentingan komersial masih belum diizinkan.

‘’Untuk panggung konser, bazar, dan perayaan yang sifatnya mengun dang keramaian masih belum diperbolehkan,’’ tegasnya. Dalam klausul huruf k Inmendagri tersebut disebutkan kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

‘’Kegiatan kebudayaan yang boleh seperti sedekah bumi, ritual keagamaan, atau semacamnya,’’ terangnya. Untuk resepsi pernikahan diatur dalam huruf M Inmendagri. Ketentuannya, boleh mengundang tamu dengan kapasitas 50 persen dari tempat.

Baca Juga :  Pusat Pembinaan Bola Voli

Budi menegaskan, arti dilonggarkan adalah kegiatan tersebut diizinkan buka. Namun, bukan berarti masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. ‘’Prokes tetap harga mati, tidak boleh dilanggar,’’ tegasnya.

Kegiatan olahraga yang di longgarkan dalam Inmendagri, kata Budi, adalah kegiatan yang mendatangkan keramaian. Salah satunya seperti senam. Senam masal yang sempat vakum selama PPKM diperbolehkan digelar. Seperti kelompok senam yang biasanya digelar di alun-alun dan GOR Rangga Jaya Anoraga. ‘’Meski di longgarkan, jangan sampai abai prokes karena pandemi belum selesai,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

700 Kuota Beasiswa Tak Terserap

Fave Jadi Jujukan Artis Nasional

Pelancong Buta dengan Wisata Tuban

Tiba di Pendapa, Jamaah Sujud Syukur

Artikel Terbaru


/