alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Rekor! Kasus Positif Baru di Tuban Tembus 26 Orang Sehari

Radar Tuban – Kabupaten Tuban kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin (30/8). Tak tanggung-tanggung, penambahan jumlah pasien baru ini mencapai 26 orang.

Angka ini sekaligus memecahkan rekor sebelumnya dengan penambahan sebanyak 21 kasus pada sekitar Juli lalu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo membenarkan penambahan 26 pasien baru ini menjadi yang terbanyak sekaligus puncak kasus penularan virus korona sejak pertama kali masuk di Tuban pada pertengahan Maret lalu.

Ini artinya, prediksi bahwa puncak penularan virus korona sudah berlangsung pada Juli lalu tidak sesuai. Lantas, apakah penambahan 26 kasus baru ini bakal menjadi puncak terakhir sehingga tinggal menunggu kasus melandai, juga belum bisa dipastikan. Yang jelas, kata Bambang, penularan virus korona di Tuban ma sih sangat masif.

Baca Juga :  Mengenal Sosok Aditya Halindra Faridzky, Cabup Termuda Kabupaten Tuban

‘’Tracing terus kami tingkatkan jumlahnya. Sisi positifnya, semakin banyak yang terdeteksi,’’ terang Bambang. Namun demikian, diakui Bambang, sisi positif itu masih belum sesuai harapan. Sebab, positivity rate atau persentase orang yang terpapar dari hasil tracing yang dilakukan masih cukup tinggi.

‘’Positif (banyak ditemukan kasus baru dengan cepat, Red), tapi perbandingannya masih tinggi,’’ jelas mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Bambang berharap temuan kasus baru sebanyak 26 ini adalah puncak terakhir. Sehingga tinggal melakukan tracing secara luas lagi untuk menghentikan laju penularan virus. ‘’Semoga ke depan semakin melandai,’’ harapnya.

Lebih lanjut Bambang berpesan, pada kondisi yang seperti ini tidak boleh ada yang saling menyalahkan seperti yang terjadi di media sosial. Menurutnya, pemerintah sudah berusaha keras dan susah payah dalam menghentikan laju penularan virus.

Namun, selama masyarakat tidak taat dalam menerapkan protokol kesehatan, maka sekuat apapun pemerintah dalam bekerja akan sulit mendapatkan hasil positif. ‘’Ini (menghentikan laju penularan virus, Red) adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama—antara pemerintah dan masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Produsen Tahu dan UMKM Menjerit

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari selalu menge nakan masker, rajin cuci tangan, menerapkan physical distancing, dan selalu menjaga kesehatan.

‘’Selama belum ada vaksin, vaksinasi yang bisa kita lakukan sekarang adalah dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ tandasnya. Praktis, hingga tadi malam jumlah pasien positif di Bumi Wali totalnya men capai 380 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 248 pasien telah sembuh dan 49 pasien meninggal dunia. Adapun yang masih menjalani perawatan sebanyak 83 orang. Kondisi ini semakin memperparah status zona merah Kabupaten Tuban.

Radar Tuban – Kabupaten Tuban kembali mencatatkan rekor baru penambahan kasus harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 kemarin (30/8). Tak tanggung-tanggung, penambahan jumlah pasien baru ini mencapai 26 orang.

Angka ini sekaligus memecahkan rekor sebelumnya dengan penambahan sebanyak 21 kasus pada sekitar Juli lalu. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo membenarkan penambahan 26 pasien baru ini menjadi yang terbanyak sekaligus puncak kasus penularan virus korona sejak pertama kali masuk di Tuban pada pertengahan Maret lalu.

Ini artinya, prediksi bahwa puncak penularan virus korona sudah berlangsung pada Juli lalu tidak sesuai. Lantas, apakah penambahan 26 kasus baru ini bakal menjadi puncak terakhir sehingga tinggal menunggu kasus melandai, juga belum bisa dipastikan. Yang jelas, kata Bambang, penularan virus korona di Tuban ma sih sangat masif.

Baca Juga :  Deadline Proyek Nasional Tinggal Dua Bulan

‘’Tracing terus kami tingkatkan jumlahnya. Sisi positifnya, semakin banyak yang terdeteksi,’’ terang Bambang. Namun demikian, diakui Bambang, sisi positif itu masih belum sesuai harapan. Sebab, positivity rate atau persentase orang yang terpapar dari hasil tracing yang dilakukan masih cukup tinggi.

‘’Positif (banyak ditemukan kasus baru dengan cepat, Red), tapi perbandingannya masih tinggi,’’ jelas mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu. Bambang berharap temuan kasus baru sebanyak 26 ini adalah puncak terakhir. Sehingga tinggal melakukan tracing secara luas lagi untuk menghentikan laju penularan virus. ‘’Semoga ke depan semakin melandai,’’ harapnya.

Lebih lanjut Bambang berpesan, pada kondisi yang seperti ini tidak boleh ada yang saling menyalahkan seperti yang terjadi di media sosial. Menurutnya, pemerintah sudah berusaha keras dan susah payah dalam menghentikan laju penularan virus.

Namun, selama masyarakat tidak taat dalam menerapkan protokol kesehatan, maka sekuat apapun pemerintah dalam bekerja akan sulit mendapatkan hasil positif. ‘’Ini (menghentikan laju penularan virus, Red) adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama—antara pemerintah dan masyarakat,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Ledakan Pasien Covid, Tuban Menuju Zona Merah Marun

Untuk itu, pihaknya kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari selalu menge nakan masker, rajin cuci tangan, menerapkan physical distancing, dan selalu menjaga kesehatan.

‘’Selama belum ada vaksin, vaksinasi yang bisa kita lakukan sekarang adalah dengan menerapkan protokol kesehatan,’’ tandasnya. Praktis, hingga tadi malam jumlah pasien positif di Bumi Wali totalnya men capai 380 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 248 pasien telah sembuh dan 49 pasien meninggal dunia. Adapun yang masih menjalani perawatan sebanyak 83 orang. Kondisi ini semakin memperparah status zona merah Kabupaten Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/