alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Puji Sosok Kades Socorejo Luar Biasa

Radar Tuban – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Halim Iskandar mengaku terkesan dengan suasana Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Pujian tersebut disampaikan ketika mengunjungi pantai tersebut kemarin (30/5). Mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari, anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, Ketua Fraksi PKB DPRD Tuban Fahmi Fikroni, pengurus DPC PKB Tuban, pendamping desa Kabupaten Tuban, Forkopimcam Jenu, pengurus BUMDesa Socorejo.

Pantai Semilir yang dikunjungi menteri kelahiran Jombang 58 tahun lalu itu berjarak sekitar 23 kilometer dari AlunAlun Tuban. Wisata pantai yang belum setahun beroperasi itu memiliki nilai jual tinggi. Selain menjadi lokasi syuting film pendek Bantuan Langsung Tjinta (BLT) Cinta tahun 2020 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

‘’Saya banyak belajar dari berbagai wisata, tapi ada ilmu baru di Pantai Semilir Tuban. Layak jualnya pantai ini. Suasananya dingin. Di manamana pantai itu kesannya panas,’’ ujarnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Menteri ini, Pantai Semilir memiliki daya pikat kuat. Salah satunya adalah kolaborasi hebat antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Maju Mandiri Sejahtera Socorejo dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Di sela kunjungan tersebut, Menteri Halim menyampaikan, pengelolaan Pantai Semilir sudah bagus. Tinggal meningkatkan sarana-prasarana penunjang untuk membuat daya tarik wisatawan.

Baca Juga :  Tren Tinggi Muka Air Bengawan Solo Bojonegoro Perlahan Naik

‘’Saya bersyukur pada siang hari ini, bisa berkunjung ke Pantai Semilir. Karena Pantai Semilir adalah tempat syuting film BLT Cinta. Alhamdulillah, saya bisa mampir ke sini. Ini perlu dikembangkan dan dimaksimalkan. Karena Pantai Semilir sudah terkenal. Hanya tinggal menambah wahana mainan,’’ tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Halim juga bercerita saat kunjungan di salah satu lokasi wisata di Trawas, Mojokerto. Di sana lokasinya lebih sempit dari Semilir, tapi suasananya pegunungan. Pengelolaannya juga mengolaborasikan investor dari masyarakat hingga terkumpul Rp 3,5 miliar. Hasilnya, setahun bisa memberi deviden kurang lebih 20 persen.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat ditiru dan dikembangkan pada pengelolaan pantai di Tuban. Apalagi, potensi alam, sumber daya manusia, dan sosok Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim luar biasa.

Sebelum meninggalkan pantai tersebut, Menteri Halim meninjau satu per satu stan penjual makanan dan minuman di Pantai Semilir. Kesempatan tersebut dimanfaatkan penjual maupun pembeli untuk berebut mengabadikan momen langka tersebut dengan kamera ponselnya.

Baca Juga :  Kasus HIV/AIDS Naik, 133 Penderita, Tiga Meninggal

Socorejo di bawah kepemimpinan Zubas Arief Rahman Hakim memiliki loncatan capaian yang luar biasa. Salah satu buktinya, pada 2016, Socorejo masih berstatus sebagai desa berkembang I. Kemudian pada tahun berikutnya (2017) naik peringkat menjadi desa berkembang dan 2018 menjadi desa berkembang. Pada 2019, Socorejo ber status desa maju.

Loncatan status tersebut seiring dengan naiknya indeks pertumbuhan ekonomi desa setempat. Merujuk data dari pemerintah desa setempat, pada 2016 angka pengangguran usia produktif mencapai 300 orang. Setiap tahun angka tersebut menyusut.

Pada 2021, pengangguran usia produktif di Socorejo hanya menyisakan 45 orang (15 persen). Begitu juga angka kemiskinannya juga merosot tajam. Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim berharap keberadaan wisata Pantai Semilir lebih mendongkrak ekonomi desanya. ‘’Sudah banyak program baik yang berjalan di desa kami dan sudah selayaknya program program baik itu dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,’’ ujarnya. 

Radar Tuban – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Halim Iskandar mengaku terkesan dengan suasana Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu. Pujian tersebut disampaikan ketika mengunjungi pantai tersebut kemarin (30/5). Mendampingi dalam kunjungan tersebut Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim, anggota DPR RI Ratna Juwita Sari, anggota DPRD Jatim Fauzan Fuadi, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, Ketua Fraksi PKB DPRD Tuban Fahmi Fikroni, pengurus DPC PKB Tuban, pendamping desa Kabupaten Tuban, Forkopimcam Jenu, pengurus BUMDesa Socorejo.

Pantai Semilir yang dikunjungi menteri kelahiran Jombang 58 tahun lalu itu berjarak sekitar 23 kilometer dari AlunAlun Tuban. Wisata pantai yang belum setahun beroperasi itu memiliki nilai jual tinggi. Selain menjadi lokasi syuting film pendek Bantuan Langsung Tjinta (BLT) Cinta tahun 2020 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

‘’Saya banyak belajar dari berbagai wisata, tapi ada ilmu baru di Pantai Semilir Tuban. Layak jualnya pantai ini. Suasananya dingin. Di manamana pantai itu kesannya panas,’’ ujarnya.

Menurut pria yang akrab dipanggil Gus Menteri ini, Pantai Semilir memiliki daya pikat kuat. Salah satunya adalah kolaborasi hebat antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Maju Mandiri Sejahtera Socorejo dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Di sela kunjungan tersebut, Menteri Halim menyampaikan, pengelolaan Pantai Semilir sudah bagus. Tinggal meningkatkan sarana-prasarana penunjang untuk membuat daya tarik wisatawan.

Baca Juga :  Tanggul Bengawan Solo Kembali Ambles

‘’Saya bersyukur pada siang hari ini, bisa berkunjung ke Pantai Semilir. Karena Pantai Semilir adalah tempat syuting film BLT Cinta. Alhamdulillah, saya bisa mampir ke sini. Ini perlu dikembangkan dan dimaksimalkan. Karena Pantai Semilir sudah terkenal. Hanya tinggal menambah wahana mainan,’’ tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Halim juga bercerita saat kunjungan di salah satu lokasi wisata di Trawas, Mojokerto. Di sana lokasinya lebih sempit dari Semilir, tapi suasananya pegunungan. Pengelolaannya juga mengolaborasikan investor dari masyarakat hingga terkumpul Rp 3,5 miliar. Hasilnya, setahun bisa memberi deviden kurang lebih 20 persen.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat ditiru dan dikembangkan pada pengelolaan pantai di Tuban. Apalagi, potensi alam, sumber daya manusia, dan sosok Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim luar biasa.

Sebelum meninggalkan pantai tersebut, Menteri Halim meninjau satu per satu stan penjual makanan dan minuman di Pantai Semilir. Kesempatan tersebut dimanfaatkan penjual maupun pembeli untuk berebut mengabadikan momen langka tersebut dengan kamera ponselnya.

Baca Juga :  Pagu 6.389 Kursi, Peluang Jalur Zonasi SMPN Terbuka Lebar

Socorejo di bawah kepemimpinan Zubas Arief Rahman Hakim memiliki loncatan capaian yang luar biasa. Salah satu buktinya, pada 2016, Socorejo masih berstatus sebagai desa berkembang I. Kemudian pada tahun berikutnya (2017) naik peringkat menjadi desa berkembang dan 2018 menjadi desa berkembang. Pada 2019, Socorejo ber status desa maju.

Loncatan status tersebut seiring dengan naiknya indeks pertumbuhan ekonomi desa setempat. Merujuk data dari pemerintah desa setempat, pada 2016 angka pengangguran usia produktif mencapai 300 orang. Setiap tahun angka tersebut menyusut.

Pada 2021, pengangguran usia produktif di Socorejo hanya menyisakan 45 orang (15 persen). Begitu juga angka kemiskinannya juga merosot tajam. Kepala Desa Socorejo Zubas Arief Rahman Hakim berharap keberadaan wisata Pantai Semilir lebih mendongkrak ekonomi desanya. ‘’Sudah banyak program baik yang berjalan di desa kami dan sudah selayaknya program program baik itu dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/