alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Meski Gaji Besar, Mayoritas Wakil Rakyat Dililit Utang

Radar Tuban – Di balik besarnya pendapatan, sebagian besar anggota DPRD Tuban ternyata tak lepas dari utang. Itu terlihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) anggota DPRD Tuban yang diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan 2019 itu telah terverifikasi pada 2020. Fahmi Fikroni dari Fraksi PKB, misalnya, memiliki utang Rp 2,4 miliar. Dengan sub total kekayaan Rp 3,1 miliar, total kekayaan Roni, panggilan akrab nya tinggal Rp 778 juta.

Begitu juga Tri Astuti. Ketua Fraksi Gerindra ini memiliki utang Rp 1,6 miliar. Sub total kekayaan yang dilaporkan Rp 4,3 miliar. Setelah dikurangi pinjamannya, kekayaannya tinggal tersisa Rp 2,7 miliar.

Suratmi utangnya dilaporkan Rp 700 juta lebih. Sub total kekayaan wakil rakyat dari Fraksi Golkar Berbintang ini dilaporkan di LHKPN sebesar Rp 902 juta. Setelah dikurang utang, total ke kayaannya Rp 165 juta. Aguk Sahabudin (Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan) besar utangnya Rp 880 juta. Total kekayaannya tinggal Rp 1,3 miliar. Besaran angka tersebut setelah sub total kekayaannya Rp 2,3 miliar dikurang pinjaman.

Baca Juga :  Predator Anak Divonis 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Di antara wakil rakyat yang tidak memiliki utang tercatat na ma Ketua Fraksi Demokrat Keadilan Sejahtera Imam Sutio no. Dalam laporannya, Imam memiliki total kekayaan Rp 691 juta dan tanpa sepeser pun pinjaman. Begitu juga Tulus Setyo Utomo (Fraksi PDI Perjuangan). Total kekayaan yang dilaporkan Rp 2,4 miliar tersebut tanpa dikurang utang.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Roni mengatakan, LHKPN 2020 mengalami perubahan penambahan uang Rp 500 juta. Karena itu, total pinjamannya Rp 2,9 miliar. ‘’Itulah bedanya saya dengan yang lain. Jadi dewan malah numpuk banyak utang,’’ terang ketua Komisi I DPRD Tuban itu.

Ditanya peruntukannya, dia menerangkan untuk kebutuhan dan pengembangan usaha. Juga merawat konstituen. Suratmi mengatakan, tidak ada perubahan signifikan LHKPN yang baru dilaporkan dibanding tahun sebelumnya. Ditanya terkait keperluan utang, dia tak mengaku. ‘’Dipakai sembarang,’’ jawab dia.

Baca Juga :  SETIA-NEGARA┬áSilaturahmi dengan Pengurus DPC Partai Gerindra Tuban

Berbeda dengan Imam Sutiono. Dia mengatakan, total kekayaannya sedikit menyusut dibanding tahun sebelumnya. Dikonfirmasi terpisah terkait utangnya, Tri Astuti hanya menjawab singkat. ‘’Ya, utange nambah,’’ ujarnya.

Radar Tuban – Di balik besarnya pendapatan, sebagian besar anggota DPRD Tuban ternyata tak lepas dari utang. Itu terlihat dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) anggota DPRD Tuban yang diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan 2019 itu telah terverifikasi pada 2020. Fahmi Fikroni dari Fraksi PKB, misalnya, memiliki utang Rp 2,4 miliar. Dengan sub total kekayaan Rp 3,1 miliar, total kekayaan Roni, panggilan akrab nya tinggal Rp 778 juta.

Begitu juga Tri Astuti. Ketua Fraksi Gerindra ini memiliki utang Rp 1,6 miliar. Sub total kekayaan yang dilaporkan Rp 4,3 miliar. Setelah dikurangi pinjamannya, kekayaannya tinggal tersisa Rp 2,7 miliar.

Suratmi utangnya dilaporkan Rp 700 juta lebih. Sub total kekayaan wakil rakyat dari Fraksi Golkar Berbintang ini dilaporkan di LHKPN sebesar Rp 902 juta. Setelah dikurang utang, total ke kayaannya Rp 165 juta. Aguk Sahabudin (Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan) besar utangnya Rp 880 juta. Total kekayaannya tinggal Rp 1,3 miliar. Besaran angka tersebut setelah sub total kekayaannya Rp 2,3 miliar dikurang pinjaman.

Baca Juga :  Pria Ini Setubuhi Anak Kandung Sendiri Selama Empat Bulan

Di antara wakil rakyat yang tidak memiliki utang tercatat na ma Ketua Fraksi Demokrat Keadilan Sejahtera Imam Sutio no. Dalam laporannya, Imam memiliki total kekayaan Rp 691 juta dan tanpa sepeser pun pinjaman. Begitu juga Tulus Setyo Utomo (Fraksi PDI Perjuangan). Total kekayaan yang dilaporkan Rp 2,4 miliar tersebut tanpa dikurang utang.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Roni mengatakan, LHKPN 2020 mengalami perubahan penambahan uang Rp 500 juta. Karena itu, total pinjamannya Rp 2,9 miliar. ‘’Itulah bedanya saya dengan yang lain. Jadi dewan malah numpuk banyak utang,’’ terang ketua Komisi I DPRD Tuban itu.

Ditanya peruntukannya, dia menerangkan untuk kebutuhan dan pengembangan usaha. Juga merawat konstituen. Suratmi mengatakan, tidak ada perubahan signifikan LHKPN yang baru dilaporkan dibanding tahun sebelumnya. Ditanya terkait keperluan utang, dia tak mengaku. ‘’Dipakai sembarang,’’ jawab dia.

Baca Juga :  Syafiq Syauqi, Di Antara 7 Tokoh Pengusul Pergantian Menag

Berbeda dengan Imam Sutiono. Dia mengatakan, total kekayaannya sedikit menyusut dibanding tahun sebelumnya. Dikonfirmasi terpisah terkait utangnya, Tri Astuti hanya menjawab singkat. ‘’Ya, utange nambah,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/