alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Kekerasan terhadap Jurnalis Cederai Demokrasi

Radar Tuban – Gelombang aksi solidaritas yang digelar para jurnalis menyusul kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Tempo Surabaya Nurhadi, yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan, mengalir hingga ke seluruh daerah.

Di Tuban, kemarin (30/3) Forum Wartawan Kabupaten Tuban menggelar aksi solidaritas di mapolres setempat, Jalan Wahidin Sudirohusodo. Para insan pers dari media cetak dan elektronik di Bumi Wali itu menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa Nur Hadi. Korlap aksi Edi Purnomo menegaskan, kekerasan terhadap jurnalis adalah kejahatan yang sangat serius. Terlebih, kekerasan itu dilakukan saat wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik atau peliputan.

Kekerasan pemukulan, intimidasi, hingga penyekapan yang menimpanya itu terjadi saat sedang melaksanakan liputan terkait kasus dugaan suap yang menyeret nama mantan Direktur Ekstansifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji.

Baca Juga :  Ibu-Ibu Rentan Tertipu Arisan, Dua Bulan 23 Kasus

‘’Tindakan dugaan penganiayaan yang dialami Nur Hadi ini adalah bentuk serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP serta UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,’’ tegas Edi.

Karena itu, kata Edi, sudah sepatutnya pelaku dugaan penganiayaan terhadap wartawan Tempo Surabaya itu diusut tuntas dan pelakunya mendapat hukuman yang setimpal. ‘’Ini (penganiayaan terhadap jurnalis, Red) adalah kejahatan yang serius. Sangat membahayakan jurnalis. Padahal, sudah jelas kerja jurnalis itu dilindungi undang-undang,’’ tegas wartawan media online itu.

Dalam aksi tersebut, Forum Wartawan Tuban menyampaikan lima tuntutan kepada aparat penegak hukum. Pertama, mengusut tuntas kasus kekerasan yang menumpa Nur Hadi. Kedua, segera menangkap dan mengadili pelaku penganiayaan.

Baca Juga :  Momentum Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Kearifan Lokal

Ketiga, mendesak Polda Jatim transparan dalam menangani kasus ini. Keempat, memberikan perlindungan kepada jurnalis saat melaksanakan tugas junrnalis. Dan kelima, memastikan kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang.

Tuntutan yang sedianya disampaikan langsung kepada Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono itu terpaksa harus kembali dibawa pulang. Sebab, orang nomor satu di polres setempat itu tidak berada di kantornya. Di halaman mapolres setempat, insan pers hanya disambut kabag ops Kompol Budi Santoso. Budi mengatakan, kapolres sedang berada di Mabes Polri. Karena itu, surat tuntutan itu dibawa pulang untuk selanjutnya dikirim ke Polda Jatim. 

Radar Tuban – Gelombang aksi solidaritas yang digelar para jurnalis menyusul kasus dugaan penganiayaan terhadap wartawan Tempo Surabaya Nurhadi, yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan, mengalir hingga ke seluruh daerah.

Di Tuban, kemarin (30/3) Forum Wartawan Kabupaten Tuban menggelar aksi solidaritas di mapolres setempat, Jalan Wahidin Sudirohusodo. Para insan pers dari media cetak dan elektronik di Bumi Wali itu menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa Nur Hadi. Korlap aksi Edi Purnomo menegaskan, kekerasan terhadap jurnalis adalah kejahatan yang sangat serius. Terlebih, kekerasan itu dilakukan saat wartawan sedang menjalankan tugas jurnalistik atau peliputan.

Kekerasan pemukulan, intimidasi, hingga penyekapan yang menimpanya itu terjadi saat sedang melaksanakan liputan terkait kasus dugaan suap yang menyeret nama mantan Direktur Ekstansifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji.

Baca Juga :  Ibu-Ibu Rentan Tertipu Arisan, Dua Bulan 23 Kasus

‘’Tindakan dugaan penganiayaan yang dialami Nur Hadi ini adalah bentuk serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP serta UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,’’ tegas Edi.

Karena itu, kata Edi, sudah sepatutnya pelaku dugaan penganiayaan terhadap wartawan Tempo Surabaya itu diusut tuntas dan pelakunya mendapat hukuman yang setimpal. ‘’Ini (penganiayaan terhadap jurnalis, Red) adalah kejahatan yang serius. Sangat membahayakan jurnalis. Padahal, sudah jelas kerja jurnalis itu dilindungi undang-undang,’’ tegas wartawan media online itu.

Dalam aksi tersebut, Forum Wartawan Tuban menyampaikan lima tuntutan kepada aparat penegak hukum. Pertama, mengusut tuntas kasus kekerasan yang menumpa Nur Hadi. Kedua, segera menangkap dan mengadili pelaku penganiayaan.

Baca Juga :  Incar Anak Bermotor dan Pemakai Ponsel

Ketiga, mendesak Polda Jatim transparan dalam menangani kasus ini. Keempat, memberikan perlindungan kepada jurnalis saat melaksanakan tugas junrnalis. Dan kelima, memastikan kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang.

Tuntutan yang sedianya disampaikan langsung kepada Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono itu terpaksa harus kembali dibawa pulang. Sebab, orang nomor satu di polres setempat itu tidak berada di kantornya. Di halaman mapolres setempat, insan pers hanya disambut kabag ops Kompol Budi Santoso. Budi mengatakan, kapolres sedang berada di Mabes Polri. Karena itu, surat tuntutan itu dibawa pulang untuk selanjutnya dikirim ke Polda Jatim. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/