alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Mengajak Anak Bermain di Taman

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mengajak anak ke taman atau destinasi ruang terbuka hijau (RTH) ternyata menyenangkan. Banyak taman kota hingga taman desa dengan desain beragam. Anak menjadi ceria di wahana permainan.

Misalnya, keceriaan anak-anak saat bermain di wahana permainan di sisi barat Alun-Alun Bojonegoro, Jumat sore (28/1). Melatih motorik anak-anak dengan melewati jembatan tali. Setidaknya mengajak anak berani dan upaya mengurangi kecanduan bermain handphone. 

‘’Mengajak anak ke taman dan bermain setidaknya belajar mencintai alam dan sesama. Terpenting mengajak anak beraktivitas bermanfaat,’’ kata Zaenal salah satu orang tua kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Berdasar website Satu Data Bojonegoro, sejak 2017, Pemkab Bojonegoro terus menambah taman kota dan di kecamatan. Pada 2017 membangun 5 taman kecamatan, dan satu taman perkotaan. 2018 membangun 8 taman kecamatan, dan du ataman perkotaan. Berlanjut 2019, membangun 5 taman kecamatan dan 12 taman perkotaan. Pada 2020 membangun tiga taman kecamatan dan satu taman perkotaan.

Baca Juga :  Penuh Gebyar, Mendidik Anak

Pengawasan tumbuh kembang anak menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Tidak hanya orang tua dan guru di sekolah, lingkungan menjadi penentu perkembangan anak. Anak harus dilindungi dari berbagai bahaya bisa merusak masa depan. 

Kepala Dinas Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro Heru Sugiharto mengatakan, perlindungan terhadap anak menjadi penting. Terutama perlindungan terdahap bahaya narkoba dan pernikahan dini.

Dia meminta masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan pihaknya terkait permasalahan anak. Sehingga, masalah yang dihadapi bisa dicarikan solusi. ‘’Agar bisa menjadi  generasi emas yang berprestasi,’’ jelasnya.

Karena itu, lanjut Heru, orang tua harus intens pengawasan pada anak. Jangan sampai anak salah pergaulan bisa membawa penggunaan obat terlarang. Tidak hanya itu, pernikahan dini anak perempuan harus menjadi perhatian serius. Selama ini angka pernikahan dini di Bojonegoro cenderung cukup banyak. ‘’Terkait ini kami akan berkoordinasi lintas sektor,’’ tutur Mantan Camat Padangan ini.

Baca Juga :  Skuad Futsal Bojonegoro Lolos Porprov

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Mengajak anak ke taman atau destinasi ruang terbuka hijau (RTH) ternyata menyenangkan. Banyak taman kota hingga taman desa dengan desain beragam. Anak menjadi ceria di wahana permainan.

Misalnya, keceriaan anak-anak saat bermain di wahana permainan di sisi barat Alun-Alun Bojonegoro, Jumat sore (28/1). Melatih motorik anak-anak dengan melewati jembatan tali. Setidaknya mengajak anak berani dan upaya mengurangi kecanduan bermain handphone. 

‘’Mengajak anak ke taman dan bermain setidaknya belajar mencintai alam dan sesama. Terpenting mengajak anak beraktivitas bermanfaat,’’ kata Zaenal salah satu orang tua kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Berdasar website Satu Data Bojonegoro, sejak 2017, Pemkab Bojonegoro terus menambah taman kota dan di kecamatan. Pada 2017 membangun 5 taman kecamatan, dan satu taman perkotaan. 2018 membangun 8 taman kecamatan, dan du ataman perkotaan. Berlanjut 2019, membangun 5 taman kecamatan dan 12 taman perkotaan. Pada 2020 membangun tiga taman kecamatan dan satu taman perkotaan.

Baca Juga :  Terkait DAK Pendidikan, PMD Minta LO Kejari

Pengawasan tumbuh kembang anak menjadi tanggung jawab berbagai pihak. Tidak hanya orang tua dan guru di sekolah, lingkungan menjadi penentu perkembangan anak. Anak harus dilindungi dari berbagai bahaya bisa merusak masa depan. 

Kepala Dinas Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro Heru Sugiharto mengatakan, perlindungan terhadap anak menjadi penting. Terutama perlindungan terdahap bahaya narkoba dan pernikahan dini.

Dia meminta masyarakat tidak ragu berkonsultasi dengan pihaknya terkait permasalahan anak. Sehingga, masalah yang dihadapi bisa dicarikan solusi. ‘’Agar bisa menjadi  generasi emas yang berprestasi,’’ jelasnya.

Karena itu, lanjut Heru, orang tua harus intens pengawasan pada anak. Jangan sampai anak salah pergaulan bisa membawa penggunaan obat terlarang. Tidak hanya itu, pernikahan dini anak perempuan harus menjadi perhatian serius. Selama ini angka pernikahan dini di Bojonegoro cenderung cukup banyak. ‘’Terkait ini kami akan berkoordinasi lintas sektor,’’ tutur Mantan Camat Padangan ini.

Baca Juga :  Srikandi Pemanah Bojonegoro Pernah Menembus Olimpiade

Artikel Terkait

Most Read

Satpol PP Tegaskan Belum Berizin

Ternyata Belum Semua Anak Sekolah

Artikel Terbaru


/