alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Sinyal Merestruktur Jajaran BUMD

TUBAN, Radar Tuban – Sinyal penataan birokrasi era Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky diprediksi tidak hanya menyasar jajaran pejabat di internal Pemkab Tuban, tapi juga struktur di internal badan usaha milik daerah (BUMD).

Potensi tersebut menyusul pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor BUMD yang menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Itu karena selama ini peran dan kontribusi PAD dari sektor BUMD masih belum optimal. ‘’Kemungkinan (penataan birokrasi, Red) juga ke sana (menyasar BUMD, Red),’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Arif Handoyo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (29/12).

Sebagaimana diketahui, Pemkab Tuban memiliki empat BUMD . Yakni, Perumda Tirta Lestari, PT Ronggolawe Sukses Mandiri, Perusahaan Daerah Minyak dan Gas, serta Perusahaan Daerah Aneka Tambang. Empat perusahaan pelat merah inilah yang diharapkan menjadi lumbung pendapatan Pemkab Tuban.

Arif menyampaikan, masing-masing BUMD memiliki aturan terkait pengisian struktur di BUMD. Pemkab sebagai pemilik modal, kata dia, berperan melakukan penataan ulang BUMD. Tentunya tetap harus melalui mekanisme sesuai regulasi. PT Ronggolawe Sukses Mandiri, misalnya. Karena sifatnya perseroan terbatas, proses pengisiannya pun harus mengikuti aturan perseroan. Seperti RUPS (rapat umum pemegang saham) dan pengisian melalui fit and proper test.

Baca Juga :  Lindungi Hak Warga, Gelar Sidang Isbat Nikah Massal

Pun dengan BUMD lain. Pemkab juga memiliki kewenangan untuk melakukan restrukturisasi. ‘’Kalau perusahaan umum daerah seperti PDAM, sekarang (direkturnya, Red) bisa langsung diambilkan dari profesional,’’ jelas Arif.

Bagaimana dengan BUMD Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) dan Perusahaan Daerah Minyak dan Gas (PD Migas) yang selama ini belum optimal menyumbang PAD kepada pemkab? Arif mengakui, baik PDAT maupun PD Migas kondisinya memang masih belum memungkinkan diisi dari kalangan profesional, sehingga sampai sekarang jabatan direktur masih diisi dari jajaran PNS.

‘’Bisa juga perekrutan murni dari kalangan profesional. Tapi, dengan kondisi keuangan dan lain-lain yang menjadi pertimbangan, sehingga sampai sekarang masih dijabat PNS,’’ terang mantan kabag hukum setda itu.

Soal bagaimana nantinya, lanjut Arif, inilah yang menjadi tantangan Pemkab Tuban dan atensi bupati. Sebab, ke depan, peran BUMD diharapkan lebih optimal. Di antara optimalisasi peran BUMD adalah meningkatkan PAD yang selama ini belum optimal. Dari empat BUMD yang dimiliki pemkab, baru Perumda Tirta Lestari yang cukup lumayan menyumbang PAD, meski bisa dioptimalkan lagi. ‘’Ini (sumber PAD dari BUMD, Red) memang menjadi perhatian Mas Bupati. Ke depan harus bisa dikembangkan lagi,’’ tegas Arif. ”Misalnya, menangkap peluang industri di Tuban. Seperti Pertamina-Rosneft, nanti PDAM bisa masuk ke sana untuk memenuhi kebutuhan air minum,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Sepekan Nihil Kasus Baru, Sembuh, Meninggal di Tuban

Begitu juga BUMD lain. Ke depan diharapkan bisa mengambil peran dan menangkap peluang pasara. Tentunya, sesuai bidang pekerjannya. Apalagi, Kabupaten Tuban diproyeksikan menjadi kota industri. ‘’Ini akan menjadi peluang besar untuk BUMD seperti PT Ronggolawe Sukses Mandiri, karena bergeraknya memang di bidang investasi dan kegiatan-kegiatan proyek,’’ terang Arif. 

Untuk peran BUMD PDAT dan PD Migas, potensi tambang dan migas di Tuban bisa dioptimalkan dan menjadi cuan PAD. 

Dari potensi tersebut, bupati Lindra menaruh harapan besar agar BUMD bisa menjadi ”kapal dagang” untuk menghasilkan pundi-pundi PAD bagi Pemkab Tuban.

TUBAN, Radar Tuban – Sinyal penataan birokrasi era Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky diprediksi tidak hanya menyasar jajaran pejabat di internal Pemkab Tuban, tapi juga struktur di internal badan usaha milik daerah (BUMD).

Potensi tersebut menyusul pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor BUMD yang menjadi atensi Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Itu karena selama ini peran dan kontribusi PAD dari sektor BUMD masih belum optimal. ‘’Kemungkinan (penataan birokrasi, Red) juga ke sana (menyasar BUMD, Red),’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Arif Handoyo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (29/12).

Sebagaimana diketahui, Pemkab Tuban memiliki empat BUMD . Yakni, Perumda Tirta Lestari, PT Ronggolawe Sukses Mandiri, Perusahaan Daerah Minyak dan Gas, serta Perusahaan Daerah Aneka Tambang. Empat perusahaan pelat merah inilah yang diharapkan menjadi lumbung pendapatan Pemkab Tuban.

Arif menyampaikan, masing-masing BUMD memiliki aturan terkait pengisian struktur di BUMD. Pemkab sebagai pemilik modal, kata dia, berperan melakukan penataan ulang BUMD. Tentunya tetap harus melalui mekanisme sesuai regulasi. PT Ronggolawe Sukses Mandiri, misalnya. Karena sifatnya perseroan terbatas, proses pengisiannya pun harus mengikuti aturan perseroan. Seperti RUPS (rapat umum pemegang saham) dan pengisian melalui fit and proper test.

Baca Juga :  Bidik Sasaran, Tingkatkan Kemampuan Menembak

Pun dengan BUMD lain. Pemkab juga memiliki kewenangan untuk melakukan restrukturisasi. ‘’Kalau perusahaan umum daerah seperti PDAM, sekarang (direkturnya, Red) bisa langsung diambilkan dari profesional,’’ jelas Arif.

Bagaimana dengan BUMD Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) dan Perusahaan Daerah Minyak dan Gas (PD Migas) yang selama ini belum optimal menyumbang PAD kepada pemkab? Arif mengakui, baik PDAT maupun PD Migas kondisinya memang masih belum memungkinkan diisi dari kalangan profesional, sehingga sampai sekarang jabatan direktur masih diisi dari jajaran PNS.

‘’Bisa juga perekrutan murni dari kalangan profesional. Tapi, dengan kondisi keuangan dan lain-lain yang menjadi pertimbangan, sehingga sampai sekarang masih dijabat PNS,’’ terang mantan kabag hukum setda itu.

Soal bagaimana nantinya, lanjut Arif, inilah yang menjadi tantangan Pemkab Tuban dan atensi bupati. Sebab, ke depan, peran BUMD diharapkan lebih optimal. Di antara optimalisasi peran BUMD adalah meningkatkan PAD yang selama ini belum optimal. Dari empat BUMD yang dimiliki pemkab, baru Perumda Tirta Lestari yang cukup lumayan menyumbang PAD, meski bisa dioptimalkan lagi. ‘’Ini (sumber PAD dari BUMD, Red) memang menjadi perhatian Mas Bupati. Ke depan harus bisa dikembangkan lagi,’’ tegas Arif. ”Misalnya, menangkap peluang industri di Tuban. Seperti Pertamina-Rosneft, nanti PDAM bisa masuk ke sana untuk memenuhi kebutuhan air minum,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Meski Zona Merah, Tempat Wisata Tetap Boleh Beroperasi

Begitu juga BUMD lain. Ke depan diharapkan bisa mengambil peran dan menangkap peluang pasara. Tentunya, sesuai bidang pekerjannya. Apalagi, Kabupaten Tuban diproyeksikan menjadi kota industri. ‘’Ini akan menjadi peluang besar untuk BUMD seperti PT Ronggolawe Sukses Mandiri, karena bergeraknya memang di bidang investasi dan kegiatan-kegiatan proyek,’’ terang Arif. 

Untuk peran BUMD PDAT dan PD Migas, potensi tambang dan migas di Tuban bisa dioptimalkan dan menjadi cuan PAD. 

Dari potensi tersebut, bupati Lindra menaruh harapan besar agar BUMD bisa menjadi ”kapal dagang” untuk menghasilkan pundi-pundi PAD bagi Pemkab Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/