alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Serapan Melebihi Target Silpa

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masa penyerapan anggaran sisa tiga hari lagi. Hingga kemarin (29/12) penyerapan anggaran sudah mencapai Rp 4,6 triliun. Serapan itu sudah melampaui target sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun ini. 

Sebab, penyerapan yang terlalu banyak bisa membuat defisit anggaran tahun depan tidak tertutup.

Tahun depan APBD dipatok Rp 5,9 triliun. Besaran APBD itu masih mengalami defisit sebesar Rp 1,7 triliun. Defisit itu rencananya ditutup dengan silpa tahun ini dengan nilai yang sama.

‘’Memang serapan anggaran yang besar membuat target silpa tidak sesuai rencana,’’ ungkap Anggaran Badan Anggaran DPRD Lasuri.

Serapan anggaran masih akan berlangsung hingga Jumat nanti (31/12). Besar kemungkinan serapan anggaran akan mencapai Rp 5 triliun lebih. Sebab, masih ada sejumlah anggaran proyek yang masih belum terserap. 

Baca Juga :  Pertanyakan Kejelasan Kontrak PPPK

‘’Saat ini sudah mendekati Rp 5 triliun. Kemungkinan besar bisa sampai Rp 5 triliun lebih,’’ jelasnya.  

Serapan anggaran yang terlalu tinggi tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, tahun ini sektor pendapatan sudah melampaui target. Hingga kini pendapatan sudah mencapai Rp 4,8 triliun. ‘’Jumlah itu kemungkinan masih akan bertambah di sisa waktu ini,’’ tuturnya. 

Tahun ini pendapatan daerah ditarget Rp 4,2 triliun. Namun, saat ini sudah mencapai Rp 4,8 triliun. Sehingga ada surplus pendapatan sebesar Rp 600 miliar. Surplus itu bisa menutup besarnya serapan saat ini yang sudah melampaui target.

Pendapatan daerah tahun depan dipatok sebesar Rp 4,2 triliun. Sedangkan belanja Rp 5,9 triliun. 

Sehingga, ada  defisit APBD Rp 1,7 triliun, rencananya akan ditutup dengan silpa tahun ini dengan besaran yang sama. 

Baca Juga :  CJH Bojonegoro Berangkat Kloter Pertama

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ibnu Soeyoeti mengatakan, target pendapatan daerah memang sudah terlampaui. Jumlah diperkirakan masih akan terus bertambah hingga batas tahun ini. ‘’Kami harap bisa sampai Rp 5 triliun,’’ katanya terpisah.

Terlampauinya pendapatan itu dari sejumlah sektor. Mulai dana transfer pusat hingga pendapatan asli daerah. Sehingga, tahun ini sektor pendapatan tahun ini meroket cukup bagus.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Masa penyerapan anggaran sisa tiga hari lagi. Hingga kemarin (29/12) penyerapan anggaran sudah mencapai Rp 4,6 triliun. Serapan itu sudah melampaui target sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun ini. 

Sebab, penyerapan yang terlalu banyak bisa membuat defisit anggaran tahun depan tidak tertutup.

Tahun depan APBD dipatok Rp 5,9 triliun. Besaran APBD itu masih mengalami defisit sebesar Rp 1,7 triliun. Defisit itu rencananya ditutup dengan silpa tahun ini dengan nilai yang sama.

‘’Memang serapan anggaran yang besar membuat target silpa tidak sesuai rencana,’’ ungkap Anggaran Badan Anggaran DPRD Lasuri.

Serapan anggaran masih akan berlangsung hingga Jumat nanti (31/12). Besar kemungkinan serapan anggaran akan mencapai Rp 5 triliun lebih. Sebab, masih ada sejumlah anggaran proyek yang masih belum terserap. 

Baca Juga :  CJH Bojonegoro Berangkat Kloter Pertama

‘’Saat ini sudah mendekati Rp 5 triliun. Kemungkinan besar bisa sampai Rp 5 triliun lebih,’’ jelasnya.  

Serapan anggaran yang terlalu tinggi tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, tahun ini sektor pendapatan sudah melampaui target. Hingga kini pendapatan sudah mencapai Rp 4,8 triliun. ‘’Jumlah itu kemungkinan masih akan bertambah di sisa waktu ini,’’ tuturnya. 

Tahun ini pendapatan daerah ditarget Rp 4,2 triliun. Namun, saat ini sudah mencapai Rp 4,8 triliun. Sehingga ada surplus pendapatan sebesar Rp 600 miliar. Surplus itu bisa menutup besarnya serapan saat ini yang sudah melampaui target.

Pendapatan daerah tahun depan dipatok sebesar Rp 4,2 triliun. Sedangkan belanja Rp 5,9 triliun. 

Sehingga, ada  defisit APBD Rp 1,7 triliun, rencananya akan ditutup dengan silpa tahun ini dengan besaran yang sama. 

Baca Juga :  Proyek Pasar Besar Tuban Mangkrak, User PBT: Kembalikan Uang Kami!

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ibnu Soeyoeti mengatakan, target pendapatan daerah memang sudah terlampaui. Jumlah diperkirakan masih akan terus bertambah hingga batas tahun ini. ‘’Kami harap bisa sampai Rp 5 triliun,’’ katanya terpisah.

Terlampauinya pendapatan itu dari sejumlah sektor. Mulai dana transfer pusat hingga pendapatan asli daerah. Sehingga, tahun ini sektor pendapatan tahun ini meroket cukup bagus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/