alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

RTH-Wisata Tutup Pukul 15.00, Karaoke Pukul 22.00

TUBAN, Radar Tuban – Pemkab Tuban dan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tak ingin kecolongan gelombang ketiga Covid-19. Karena itu, perayaan tahun baru besok (31/12) harus benar-benar bebas dari kerumunan. 

Selain sterilisasi seluruh ruang terbuka hijau (RTH) dan pengalihan arus lalu lintas, juga diterapkan aturan wajib tutup atau jam malam di lokasi keramaian. Lokasi keramaian tersebut, pusat perbelanjaan, wisata, dan hiburan malam.

Aturan pengetatan malam perayaan tahun baru tersebut ditegaskan melalui surat edaran tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru di Tuban. 

SE yang ditandatangani Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky tersebut mengatur pengetatan di semua sektor selama periode libur Nataru. Termasuk mengatur kapasitas dan jam operasional sejumlah titik yang berpotensi jadi pusat keramaian hingga pergantian tahun baru. 

Baca Juga :  Target Pendapatan Asli Daerah 2022 Turun Rp 203 Miliar

Kasatintelkam Polres Tuban AKP Awaludin Wijaya mengatakan, hampir dipastikan malam tahun baru tanpa pesta atau perayaan yang mengundang keramaian. Hingga kemarin (29/12), satuannya belum menerima satu pun surat pemberitahuan atau pengajuan izin keramaian selama tahun baru. ‘’Mungkin sudah banyak yang tahu kalau dilarang merayakan tahun baru. Jadi tidak ada surat pemberitahuan apa pun terkait perayaan besok,’’ ujarnya.

Mantan kasatintelkam Polres Tanjung Perak ini mengatakan, tak hanya kapasitas yang diatur, jam operasional sejumlah titik juga dibatasi. Seperti lokasi wisata dan ruang terbuka hijau (RTH) yang  diperbolehkan buka maksimal hingga pukul 15.00. Tempat hiburan malam dan supermarket maksimal tutup pukul  22.00. ‘’Semua sektor usaha dan bisnis dilarang menggelar acara perayaan pergantian tahun baru dalam bentuk apa pun yang dapat mengundang keramaian,’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Tahun Ini Tambah Aplikasi Perizinan Digital

Awal menjelaskan, pengetatan tahun baru mengacu SE bupati. Pengetatan di sejumlah lokasi akan dipantau langsung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang membidangi. Sementara polisi akan melakukan backup pengamanan. Termasuk patroli  satpol PP dan petugas gabungan untuk memecah keramaian. ‘’Lebih baik kegiatan pesta diganti dengan acara kumpul bersama keluarga di rumah,’’ ujarnya. 

Dalam SE juga tertulis, semua ruang terbuka hijau wajib tutup menjelang malam hari. Semua kegiatan masyarakat di sekitar RTH seperti alun-alun, GOR, dan taman ditiadakan. Begitu pula aktivitas perdagangan di sejumlah titik yang sudah ditentukan, diminta untuk libur dulu saat malam pergantian tahun baru. Jalan yang disterilkan dari berbagai kegiatan tersebut, sekitar alun-alun dan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

TUBAN, Radar Tuban – Pemkab Tuban dan tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban tak ingin kecolongan gelombang ketiga Covid-19. Karena itu, perayaan tahun baru besok (31/12) harus benar-benar bebas dari kerumunan. 

Selain sterilisasi seluruh ruang terbuka hijau (RTH) dan pengalihan arus lalu lintas, juga diterapkan aturan wajib tutup atau jam malam di lokasi keramaian. Lokasi keramaian tersebut, pusat perbelanjaan, wisata, dan hiburan malam.

Aturan pengetatan malam perayaan tahun baru tersebut ditegaskan melalui surat edaran tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru di Tuban. 

SE yang ditandatangani Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky tersebut mengatur pengetatan di semua sektor selama periode libur Nataru. Termasuk mengatur kapasitas dan jam operasional sejumlah titik yang berpotensi jadi pusat keramaian hingga pergantian tahun baru. 

Baca Juga :  Tertimpa Pohon, Pemotor dan Pembonceng Tewas

Kasatintelkam Polres Tuban AKP Awaludin Wijaya mengatakan, hampir dipastikan malam tahun baru tanpa pesta atau perayaan yang mengundang keramaian. Hingga kemarin (29/12), satuannya belum menerima satu pun surat pemberitahuan atau pengajuan izin keramaian selama tahun baru. ‘’Mungkin sudah banyak yang tahu kalau dilarang merayakan tahun baru. Jadi tidak ada surat pemberitahuan apa pun terkait perayaan besok,’’ ujarnya.

Mantan kasatintelkam Polres Tanjung Perak ini mengatakan, tak hanya kapasitas yang diatur, jam operasional sejumlah titik juga dibatasi. Seperti lokasi wisata dan ruang terbuka hijau (RTH) yang  diperbolehkan buka maksimal hingga pukul 15.00. Tempat hiburan malam dan supermarket maksimal tutup pukul  22.00. ‘’Semua sektor usaha dan bisnis dilarang menggelar acara perayaan pergantian tahun baru dalam bentuk apa pun yang dapat mengundang keramaian,’’ tegasnya. 

Baca Juga :  Pameran Gelar Pokdarwis, Dorong Pariwisata Tuban Kembali Pulih

Awal menjelaskan, pengetatan tahun baru mengacu SE bupati. Pengetatan di sejumlah lokasi akan dipantau langsung oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang membidangi. Sementara polisi akan melakukan backup pengamanan. Termasuk patroli  satpol PP dan petugas gabungan untuk memecah keramaian. ‘’Lebih baik kegiatan pesta diganti dengan acara kumpul bersama keluarga di rumah,’’ ujarnya. 

Dalam SE juga tertulis, semua ruang terbuka hijau wajib tutup menjelang malam hari. Semua kegiatan masyarakat di sekitar RTH seperti alun-alun, GOR, dan taman ditiadakan. Begitu pula aktivitas perdagangan di sejumlah titik yang sudah ditentukan, diminta untuk libur dulu saat malam pergantian tahun baru. Jalan yang disterilkan dari berbagai kegiatan tersebut, sekitar alun-alun dan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/