alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tuban Zona Merah Tanpa Penutupan Lokasi Wisata

Radar Tuban – Meski berstatus zona merah, Pemkab Tuban memutuskan tidak ada penutupan lokasi wisata di Tuban selama libur Natal dan tahun baru. Kepastian tersebut kemarin (29/12) disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi.

‘’Hasil rapat koordinasi (diputuskan, Red) hanya diatur regulasi,’’ kata Didit, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Regulasi yang dimaksud, terang Didit, yakni pengetatan yang diatur melalui surat edaran (SE) yang disampaikan kepada seluruh pengelola wisata di Bumi Wali.

‘’(Surat edaran, Red) sudah kami sampaikan ke seluruh pengelola wisata. Wajib ditaati,’’ tegas mantan camat Tuban itu. Disampaikan Didit, isi SE tersebut adalah pengetatan pembatasan kunjungan dan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Ditempatkan di Ruang Bedah, Awalnya Deg-Degan

Dalam ketentuan tersebut diatur pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas lokasi wisata atau dari kunjungan normal sebelum pandemi. Untuk penerapan protokol kesehatan akan diawasi secara ketat dengan menempatkan petugas pemantau di sejumlah titik wisata. Jika terjadi pelanggaran akan ditindak tegas. ‘’Petugas pemantau inilah yang nantinya akan memastikan apakah pengelola wisata sudah menaati aturan pembatasan kunjungan dan protokol kesehatan atau belum,’’ ujar dia.

Disinggung soal kebijakan penutupan wisata, mantan asisten perekonomian dan pembangunan sekda ini menyampaikan, kebijakan yang diambil pemerintah daerah mengacu dengan SE gubernur Jawa Timur.

Dalam SE gubernur tertulis hanya pembatasan kunjungan dan pengetatan protokol kesehatan. Tidak ada instruksi penutupan lokasi wisata. ‘’Karena itu kami tidak berani (mengambil kebijakan menutup lokasi wisata, Red). Sebab, SE gubernur sendiri tidak mengatakan penutupan,’’ terang pejabat yang juga pelatih tinju itu.

Baca Juga :  Banjir di Jalan Nasional, Dampak Nyata Kerusakan Alam

Meski demikian, lanjut Didit, soal pembatasan kunjung, Pemkab Tuban memutuskan lebih sedikit dibanding SE gubernur. ‘’SE gubernur maksimal 50 persen, kami sudah di bawahnya, yakni 30 persen,’’ kata dia.

Radar Tuban – Meski berstatus zona merah, Pemkab Tuban memutuskan tidak ada penutupan lokasi wisata di Tuban selama libur Natal dan tahun baru. Kepastian tersebut kemarin (29/12) disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban Sulistyadi.

‘’Hasil rapat koordinasi (diputuskan, Red) hanya diatur regulasi,’’ kata Didit, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Tuban. Regulasi yang dimaksud, terang Didit, yakni pengetatan yang diatur melalui surat edaran (SE) yang disampaikan kepada seluruh pengelola wisata di Bumi Wali.

‘’(Surat edaran, Red) sudah kami sampaikan ke seluruh pengelola wisata. Wajib ditaati,’’ tegas mantan camat Tuban itu. Disampaikan Didit, isi SE tersebut adalah pengetatan pembatasan kunjungan dan penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Yudi Pramono Juara Satu CEO Visioner Dirjen Vokasi

Dalam ketentuan tersebut diatur pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas lokasi wisata atau dari kunjungan normal sebelum pandemi. Untuk penerapan protokol kesehatan akan diawasi secara ketat dengan menempatkan petugas pemantau di sejumlah titik wisata. Jika terjadi pelanggaran akan ditindak tegas. ‘’Petugas pemantau inilah yang nantinya akan memastikan apakah pengelola wisata sudah menaati aturan pembatasan kunjungan dan protokol kesehatan atau belum,’’ ujar dia.

Disinggung soal kebijakan penutupan wisata, mantan asisten perekonomian dan pembangunan sekda ini menyampaikan, kebijakan yang diambil pemerintah daerah mengacu dengan SE gubernur Jawa Timur.

Dalam SE gubernur tertulis hanya pembatasan kunjungan dan pengetatan protokol kesehatan. Tidak ada instruksi penutupan lokasi wisata. ‘’Karena itu kami tidak berani (mengambil kebijakan menutup lokasi wisata, Red). Sebab, SE gubernur sendiri tidak mengatakan penutupan,’’ terang pejabat yang juga pelatih tinju itu.

Baca Juga :  Tidak Hadir, Anna Anggap Tempat Deklarasi Tidak Independen

Meski demikian, lanjut Didit, soal pembatasan kunjung, Pemkab Tuban memutuskan lebih sedikit dibanding SE gubernur. ‘’SE gubernur maksimal 50 persen, kami sudah di bawahnya, yakni 30 persen,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Melanggar, PKL Bisa Ditipiring

Aji dari Spanyol, Ada Perbedaannya….

Tiga Fraksi Kirim Susunan Hari Ini

Artikel Terbaru


/