alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Pemberlakuan Merger SDN Mulai Tahun Ini

Radar Tuban – Dileburnya 36 SDN se-Kabupaten Tuban menjadi 18 lembaga pendidikan dimulai tahun ini. Meski secara administratif sudah dimulai, namun hampir semua SDN yang dilebur masih memasang papan nama lama.

Seperti SDN Bejagung II yang dilebur dengan SDN Bejagung I dan menjadi SDN Bejagung I. Papan nama SDN Bejagung II masih terpasang. Demikian pula sekolah lain, seperti SDN Kembangbilo II, SDN Rengel III, dan lainnya. Masih terpasangnya papan nama lama mengesankan sekolah tersebut belum digabung.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, merger berlaku tahun ini. Bahkan, SK Bupati terkait merger SDN sudah disahkan sejak tahun lalu. Persisnya Desember 2020. Itu artinya penggabungan ber laku tahun ini, 2021.

Baca Juga :  Inflasi Tinggi, Tantangan Berat di Tengah Pandemi

Dia mengatakan, SDN yang di tutup tak lagi membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) pada pertengahan tahun ini. ‘’Merger sudah di mulai, jadi bukan lagi rencana,’’ tegasnya. Mantan sekretaris Disdik Tuban ini juga mengemukakan, dua sekolah yang dimerger sudah dipimpin satu kepala sekolah.

Siswa yang mendaftar pun atas nama sekolah baru. Terkait papan nama lama yang masih terpasang, menurut Khamid, hal tersebut wajar karena masih proses. ‘’Secara teknis resmi dimerger, tapi papan nama dan keperluan lainnya masih proses,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Khamid menyampaikan, penggantian papan nama sekolah dan atribut lain butuh waktu. Dia mencontohkan UPTD Pendidikan yang berganti menjadi Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan. Sebagian besar papan nama kantornya masih menggunakan nama UPTD Pendidikan.

Baca Juga :  Tarif Rapid Test Lamongan Tidak Sesuai Dengan Surat Edaran Menkes

‘’Yang seperti ini bukan masalah teknis, jadi untuk papan nama bisa menyusul kapan saja,’’ kata mantan kepala SMAN 1 Soko itu. Diberitakan sebelumnya, mendapat label sekolah negeri tak lantas membuat lembaga pendidikan bisa bertahan selamanya.

Sekolah negeri pun bisa tutup sewaktu-waktu apabila lembaga pendidikan tersebut dianggap tidak prospek untuk dipertahankan. Setelah SMAN Widang dan SMAN Senori, tercatat 18 SDN yang di tutup dan digabung. Lembaga pendidikan dasar tersebut tersebar pada 12 kecamatan se-Kabupaten Tuban. 

Radar Tuban – Dileburnya 36 SDN se-Kabupaten Tuban menjadi 18 lembaga pendidikan dimulai tahun ini. Meski secara administratif sudah dimulai, namun hampir semua SDN yang dilebur masih memasang papan nama lama.

Seperti SDN Bejagung II yang dilebur dengan SDN Bejagung I dan menjadi SDN Bejagung I. Papan nama SDN Bejagung II masih terpasang. Demikian pula sekolah lain, seperti SDN Kembangbilo II, SDN Rengel III, dan lainnya. Masih terpasangnya papan nama lama mengesankan sekolah tersebut belum digabung.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, merger berlaku tahun ini. Bahkan, SK Bupati terkait merger SDN sudah disahkan sejak tahun lalu. Persisnya Desember 2020. Itu artinya penggabungan ber laku tahun ini, 2021.

Baca Juga :  Tarif Rapid Test Lamongan Tidak Sesuai Dengan Surat Edaran Menkes

Dia mengatakan, SDN yang di tutup tak lagi membuka pendaftaran peserta didik baru (PPDB) pada pertengahan tahun ini. ‘’Merger sudah di mulai, jadi bukan lagi rencana,’’ tegasnya. Mantan sekretaris Disdik Tuban ini juga mengemukakan, dua sekolah yang dimerger sudah dipimpin satu kepala sekolah.

Siswa yang mendaftar pun atas nama sekolah baru. Terkait papan nama lama yang masih terpasang, menurut Khamid, hal tersebut wajar karena masih proses. ‘’Secara teknis resmi dimerger, tapi papan nama dan keperluan lainnya masih proses,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Khamid menyampaikan, penggantian papan nama sekolah dan atribut lain butuh waktu. Dia mencontohkan UPTD Pendidikan yang berganti menjadi Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan. Sebagian besar papan nama kantornya masih menggunakan nama UPTD Pendidikan.

Baca Juga :  Inflasi Tinggi, Tantangan Berat di Tengah Pandemi

‘’Yang seperti ini bukan masalah teknis, jadi untuk papan nama bisa menyusul kapan saja,’’ kata mantan kepala SMAN 1 Soko itu. Diberitakan sebelumnya, mendapat label sekolah negeri tak lantas membuat lembaga pendidikan bisa bertahan selamanya.

Sekolah negeri pun bisa tutup sewaktu-waktu apabila lembaga pendidikan tersebut dianggap tidak prospek untuk dipertahankan. Setelah SMAN Widang dan SMAN Senori, tercatat 18 SDN yang di tutup dan digabung. Lembaga pendidikan dasar tersebut tersebar pada 12 kecamatan se-Kabupaten Tuban. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/