alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Saturday, August 13, 2022

Mastrip Fashion Week Bakal Mengerek Industri Kreatif

- Advertisement -

LAHIRNYA ide Mastrip Fashion Week (MFW) menjadi bahan obrolan kaum muda-mudi Bojonegoro di tongkrongan selama sepekan ini. Ada mendukung MFW, tapi ada juga menganggap norak. Karena dianggap MFW meniru Citayam Fashion Week (CFW). Tapi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) industri kreatif merasa MFW berikan efek domino.

 

Di antaranya pelaku usaha clothing line lokal, thrifting, make up artist (MUA), kuliner, fotografer, hingga videografer. “Nantinya bisa meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk lokal,” ujar Petrick salah satu pengusaha clothing line lokal.

 

Menurut  Petrick, tidak masalah apabila mereplikasi CFW. Justru memberi pandangan baru hal bersolek. Anak-anak muda sekarang butuh wadah berekspresi.  Apalagi kalau mau bikin acara fashion show butuh dana besar. Kalau memanfaatkan ruang publik kan gratis.

Baca Juga :  Perahu Penyeberangan Dikonsep Transportasi Wisata
- Advertisement -

 

Hal senada dikatakan Raka Satrio, pengusaha clothing line lokal. Ide MFW itu bagus. Agar Jalan Mastrip jadi titik kumpul anak-anak muda Bojonegoro. “Daripada balap liar atau tawuran. Tentu jauh lebih bagus bikin MFW,” jelasnya.

 

Gerakan-gerakan seperti MFW idealnya didengar pemerintah kabupaten. ‘’Agar para pelaku UMKM bisa kembali usai diterpa pandemi Covid-19,” katanya. (bgs/rij)

LAHIRNYA ide Mastrip Fashion Week (MFW) menjadi bahan obrolan kaum muda-mudi Bojonegoro di tongkrongan selama sepekan ini. Ada mendukung MFW, tapi ada juga menganggap norak. Karena dianggap MFW meniru Citayam Fashion Week (CFW). Tapi bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) industri kreatif merasa MFW berikan efek domino.

 

Di antaranya pelaku usaha clothing line lokal, thrifting, make up artist (MUA), kuliner, fotografer, hingga videografer. “Nantinya bisa meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk-produk lokal,” ujar Petrick salah satu pengusaha clothing line lokal.

 

Menurut  Petrick, tidak masalah apabila mereplikasi CFW. Justru memberi pandangan baru hal bersolek. Anak-anak muda sekarang butuh wadah berekspresi.  Apalagi kalau mau bikin acara fashion show butuh dana besar. Kalau memanfaatkan ruang publik kan gratis.

Baca Juga :  HJT Momentum Bangkit dari Pandemi Covid-19 Kolaborasi Mbangun Desa
- Advertisement -

 

Hal senada dikatakan Raka Satrio, pengusaha clothing line lokal. Ide MFW itu bagus. Agar Jalan Mastrip jadi titik kumpul anak-anak muda Bojonegoro. “Daripada balap liar atau tawuran. Tentu jauh lebih bagus bikin MFW,” jelasnya.

 

Gerakan-gerakan seperti MFW idealnya didengar pemerintah kabupaten. ‘’Agar para pelaku UMKM bisa kembali usai diterpa pandemi Covid-19,” katanya. (bgs/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/