alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Cegah Stunting: Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Keluarga

Radar Tuban – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 digelar secara virtual, kemarin (29/6). Itu karena saat ini masih dalam masa pendemi Covid-19. Peringatan Harganas 2021 yang mengusung sekaligus launching vaksin untuk anak-anak usia 12-18 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dari kantor Wakil Presiden Jakarta.

Dari Tuban, peringatan Harganas secara daring yang mengambil tema “Keluarga Keren Cegah Stunting” itu diikuti oleh Wakil Bupati Riyadi, SH., perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (PMDKB) Nurjanah, SH.,MH., serta perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait di lingkungan Pemkab Tuban.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Dandang Wacono Sekretariat Daerah (Setda). Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa tema Harganas tahun ini, yakni “Keluarga Keren Cegah Stunting” sangatlah tepat.

Sebab, pemerintah juga sedang giat-giatnya dalam melakukan upaya penurunan prevalensi stunting. Disampaikan wapres, keluarga adalah unit kecil, tapi memiliki peran yang sangat besar dalam memastikan tumbuh kembang anak.

Utamanya dalam mencegah anak stunting. Ditegaskan wapres, setidaknya keluarga memiliki delapan fungsi, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, repro duksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

‘’Keluarga menjadi tempat nilai-nilai agama diajarkan dan dipraktikkan. Keluarga juga menjadi tempat bagaimana nilai-nilai kasih sayang diberikan secara langsung dari orang tua kepada anaknya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  HJT dan Ajang Menggali Potensi

Lebih lanjut wapres menyampaikan, keluarga juga mempunyai peran penting dalam memperkenalkan anak pada sosial-budaya, serta cinta pada lingkungan. ‘’Nilai-nilai saling meng hormati dan menghargai bisa ditanamankan pada anak sejak dini dari keluarga,’’ tegas wapres meminta kepada semua orang tua bisa mengambil peran penting dari keluarga.

Seiring dengan pentingnya peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak, wapres menyebut bahwa keluarga adalah sekolah pertama atau madrasatul ula bagi anak. ‘’Jika keluarga berhasil menyiapkan generasi yang sehat dan berkarakter baik, maka ada jaminan masa depan bangsa ini akan lebih baik,’’ tegas mantan ketua MUI tersebut.

Mengingat pentingnya peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak, wapres kembali menegaskan, bahwa membangun bangsa harus dimulai dari membangun keluarga. ‘’Ini (membangun keluarga sejalan dengan membangun bangsa) sangatlah tepat. Dan disinilah peran penting BKKBN, yang salah satu tugas utamanya adalah pembangunan keluarga,’’ tegasnya.

Lebih lanjut wapres menegaskan, pem bangunan keluarga harus diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas, yakni keluarga yang sehat dan dibangun atas dasar yang baik melalui perkawinan yang sah, hidup dalam lingkungan yang sehat, sejahtera, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Usai mengikuti puncak peringatan Harganas yang berlangsung virtual tersebut, Wakil Bupati Riyadi mengatakan, pemkab akan terus berupaya menurunkan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Tuban.

‘’Sebagaimana yang disampaikan Pak Wapres, salah satu upaya yang akan pemerintah daerah lakukan adalah menajamkan berbagai intervensi program pemenuhan gizi pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Media Cetak Harus Mampu Mengasah Daya Kritis

Selain pemenuhan gizi, lanjut wabup, juga pemenuhan sarana dan prasarana penunjang dalam meningkatkan gizi. Seperti akses sanitasi, pendidikan anak usia dini, akses pangan bergizi, dan juga terus mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat.

‘’Edukasi pola hidup bersih dan sehat ini harus dimulai dari lingkungan keluarga. Terlebih di tengah pandemi yang masih berlangsung seperti sekarang ini. Kesehatan menjadi kebutuhan mendasar. Dan itu harus dimulai dari pola hidup bersih dan sehat,’’ tegasnya.

Tentunya, lanjut wabup, dalam menyukseskan program penurunan angka stunting dengan target 14 persen pada 2024 secara nasional, itu tidak bisa hanya dilakukan olah satu instansi atau lembaga. Ditegaskan wabup, koordinasi dan sinergi program antarlintas instansi itu sangat penting dalam menyukseskan program penurunan angka stunting.

‘’Koordinasi dan sinergi itu penting. Seba gaimana yang disampaikan Pak Wapres, penanganan stunting ini memerlukan kerja sama dan sinergi dari berbagai sektor, sehingga penanganan stunting bisa berjalan maksimal,’’ kata dia.

Dicontohkan, penanganan stunting juga tidak lepas dari pemenuhan air bersih dan sanitasi. Tentunya, pemenuhan air bersih dan saitasi itu menjadi kewenangan dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman. Artinya apa, bahwa penanganan stunting ini juga sejalan dengan program dari OPD yang lain. Kuncinya, saling bersinergi.

Radar Tuban – Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 digelar secara virtual, kemarin (29/6). Itu karena saat ini masih dalam masa pendemi Covid-19. Peringatan Harganas 2021 yang mengusung sekaligus launching vaksin untuk anak-anak usia 12-18 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dari kantor Wakil Presiden Jakarta.

Dari Tuban, peringatan Harganas secara daring yang mengambil tema “Keluarga Keren Cegah Stunting” itu diikuti oleh Wakil Bupati Riyadi, SH., perwakilan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Keluarga Berencana (PMDKB) Nurjanah, SH.,MH., serta perwakilan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait di lingkungan Pemkab Tuban.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Dandang Wacono Sekretariat Daerah (Setda). Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa tema Harganas tahun ini, yakni “Keluarga Keren Cegah Stunting” sangatlah tepat.

Sebab, pemerintah juga sedang giat-giatnya dalam melakukan upaya penurunan prevalensi stunting. Disampaikan wapres, keluarga adalah unit kecil, tapi memiliki peran yang sangat besar dalam memastikan tumbuh kembang anak.

Utamanya dalam mencegah anak stunting. Ditegaskan wapres, setidaknya keluarga memiliki delapan fungsi, yakni fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, repro duksi, pendidikan, ekonomi, dan fungsi pembinaan lingkungan.

‘’Keluarga menjadi tempat nilai-nilai agama diajarkan dan dipraktikkan. Keluarga juga menjadi tempat bagaimana nilai-nilai kasih sayang diberikan secara langsung dari orang tua kepada anaknya,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Cegah Kenakalan Remaja, Jaksa Masuk Sekolah

Lebih lanjut wapres menyampaikan, keluarga juga mempunyai peran penting dalam memperkenalkan anak pada sosial-budaya, serta cinta pada lingkungan. ‘’Nilai-nilai saling meng hormati dan menghargai bisa ditanamankan pada anak sejak dini dari keluarga,’’ tegas wapres meminta kepada semua orang tua bisa mengambil peran penting dari keluarga.

Seiring dengan pentingnya peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak, wapres menyebut bahwa keluarga adalah sekolah pertama atau madrasatul ula bagi anak. ‘’Jika keluarga berhasil menyiapkan generasi yang sehat dan berkarakter baik, maka ada jaminan masa depan bangsa ini akan lebih baik,’’ tegas mantan ketua MUI tersebut.

Mengingat pentingnya peran keluarga dalam memastikan tumbuh kembang anak, wapres kembali menegaskan, bahwa membangun bangsa harus dimulai dari membangun keluarga. ‘’Ini (membangun keluarga sejalan dengan membangun bangsa) sangatlah tepat. Dan disinilah peran penting BKKBN, yang salah satu tugas utamanya adalah pembangunan keluarga,’’ tegasnya.

Lebih lanjut wapres menegaskan, pem bangunan keluarga harus diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas, yakni keluarga yang sehat dan dibangun atas dasar yang baik melalui perkawinan yang sah, hidup dalam lingkungan yang sehat, sejahtera, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Usai mengikuti puncak peringatan Harganas yang berlangsung virtual tersebut, Wakil Bupati Riyadi mengatakan, pemkab akan terus berupaya menurunkan prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Tuban.

‘’Sebagaimana yang disampaikan Pak Wapres, salah satu upaya yang akan pemerintah daerah lakukan adalah menajamkan berbagai intervensi program pemenuhan gizi pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Momentum Menumbuhkan Kebanggaan terhadap Kearifan Lokal

Selain pemenuhan gizi, lanjut wabup, juga pemenuhan sarana dan prasarana penunjang dalam meningkatkan gizi. Seperti akses sanitasi, pendidikan anak usia dini, akses pangan bergizi, dan juga terus mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat.

‘’Edukasi pola hidup bersih dan sehat ini harus dimulai dari lingkungan keluarga. Terlebih di tengah pandemi yang masih berlangsung seperti sekarang ini. Kesehatan menjadi kebutuhan mendasar. Dan itu harus dimulai dari pola hidup bersih dan sehat,’’ tegasnya.

Tentunya, lanjut wabup, dalam menyukseskan program penurunan angka stunting dengan target 14 persen pada 2024 secara nasional, itu tidak bisa hanya dilakukan olah satu instansi atau lembaga. Ditegaskan wabup, koordinasi dan sinergi program antarlintas instansi itu sangat penting dalam menyukseskan program penurunan angka stunting.

‘’Koordinasi dan sinergi itu penting. Seba gaimana yang disampaikan Pak Wapres, penanganan stunting ini memerlukan kerja sama dan sinergi dari berbagai sektor, sehingga penanganan stunting bisa berjalan maksimal,’’ kata dia.

Dicontohkan, penanganan stunting juga tidak lepas dari pemenuhan air bersih dan sanitasi. Tentunya, pemenuhan air bersih dan saitasi itu menjadi kewenangan dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman. Artinya apa, bahwa penanganan stunting ini juga sejalan dengan program dari OPD yang lain. Kuncinya, saling bersinergi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/