alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

28 Sekolah Masih Kekurangan Siswa

Radar Tuban – Meski penerimaan peserta didik baru (PPDB) dibuka sangat longgar, nyatanya tak mampu memenuhi pagu SMPN di Tuban. Dari 52 SMPN, hanya 24 sekolah yang pagunya terpenuhi.

Sisanya 28 sekolah masih kekurangan siswa. Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Tuban, jumlah kekurangan pagu tahun ini menembus rekor tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Pada PPDB 2019 misalnya. Tercatat hanya sepuluh sekolah yang pagunya tak terpenuhi. Konsekwensinya, disdik menyiapkan solusi membuka PPDB gelombang kedua untuk menutupi kekurangan siswa.

Sekolah yang tahun lalu kekurangan siswa, antara lain, SMPN 3 Singgahan, SMPN 3 Montong, SMPN 3 Jatirogo, SMPN 2 Singgahan, SMPN 2 Grabagan, SMPN 3 Kerek, SMPN 2 Jenu, SMPN 3 Bancar, SMPN 2 Merakurak, dan SMPN 2 Montong.

Sementara tahun lalu, pagu SMPN 1 pada 20 kecamatan seluruhnya terpenuhi. Berdasarkan data Disdik Tuban tahun ini, pagu zonasi tersedia sebanyak 6.619 kursi.

Baca Juga :  Baru Lima Kendaraan Dibawa Pemiliknya

Dari jumlah tersebut baru terisi 5.455 siswa atau masih kurang 1.164 siswa. Mereka tersebar pada SMPN 1 Bancar kekurangan 61 siswa, SMPN 2 Bancar (50 siswa), SMPN 3 Bancar (16 siswa), SMPN 2 Bangilan (15 siswa), SMPN 1 Grabagan (7 siswa), dan SMPN 2 Grabagan (37 siswa).

Sekolah dengan kursi kosong terbanyak, SMPN 1 Widang 121 siswa, SMPN 2 Parengan (103 siswa) dan SMPN 2 Plumpang (82 siswa).

Untuk sekolah di kawasan kota seperti SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 Tuban pagunya sudah terpenuhi (selengkapnya grafis).

Jumlah kekurangan siswa masih memungkinkan bertambah jika siswa yang dinyatakan diterima tak mendaftar ulang. Apakah kuota pagu tak terpenuhi karena banyak siswa yang putus sekolah?

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, sejumlah faktor yang memicu pagu 28 sekolah tak terpenuhi adalah karena banyak siswa melanjutkan ke lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan studi ke luar kota.

Baca Juga :  Mudah Akrab

‘’Ada juga yang melanjutkan ke SMP swasta atau mondok. Nah, ini yang perlu dihitung, ’’ ujar dia. Untuk menutupi kekurangan siswa, disdik akan membuka PPDB gelombang kedua.

Keputusan PPDB kedua akan diatur setelah daftar ulang selesai. Berdasarkan pedoman teknis, daftar ulang zonasi dibuka Senin (29/6) kemarin hingga Kamis (2/7).

‘’Disiapkan PPDB gelombang kedua hanya untuk yang pagunya belum terpenuhi,’’ tegas mantan kepala SMAN 1 Soko itu. Nur Khamid memberi bocoran, PPDB tahap kedua akan diterapkan lintas zonasi.

Artinya siswa bisa mendaftar ke sekolah mana saja yang kekurangan pagu dan mengabaikan syarat zonasi. ‘’Terpenting kita dorong agar siswa tidak ada yang putus sekolah,’’ tegas mantan sekretaris disdik setempat itu.

Radar Tuban – Meski penerimaan peserta didik baru (PPDB) dibuka sangat longgar, nyatanya tak mampu memenuhi pagu SMPN di Tuban. Dari 52 SMPN, hanya 24 sekolah yang pagunya terpenuhi.

Sisanya 28 sekolah masih kekurangan siswa. Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Tuban, jumlah kekurangan pagu tahun ini menembus rekor tertinggi sejak lima tahun terakhir.

Pada PPDB 2019 misalnya. Tercatat hanya sepuluh sekolah yang pagunya tak terpenuhi. Konsekwensinya, disdik menyiapkan solusi membuka PPDB gelombang kedua untuk menutupi kekurangan siswa.

Sekolah yang tahun lalu kekurangan siswa, antara lain, SMPN 3 Singgahan, SMPN 3 Montong, SMPN 3 Jatirogo, SMPN 2 Singgahan, SMPN 2 Grabagan, SMPN 3 Kerek, SMPN 2 Jenu, SMPN 3 Bancar, SMPN 2 Merakurak, dan SMPN 2 Montong.

Sementara tahun lalu, pagu SMPN 1 pada 20 kecamatan seluruhnya terpenuhi. Berdasarkan data Disdik Tuban tahun ini, pagu zonasi tersedia sebanyak 6.619 kursi.

Baca Juga :  Kenaikan Tarif Retribusi Parkir Berlangganan Bertahap

Dari jumlah tersebut baru terisi 5.455 siswa atau masih kurang 1.164 siswa. Mereka tersebar pada SMPN 1 Bancar kekurangan 61 siswa, SMPN 2 Bancar (50 siswa), SMPN 3 Bancar (16 siswa), SMPN 2 Bangilan (15 siswa), SMPN 1 Grabagan (7 siswa), dan SMPN 2 Grabagan (37 siswa).

Sekolah dengan kursi kosong terbanyak, SMPN 1 Widang 121 siswa, SMPN 2 Parengan (103 siswa) dan SMPN 2 Plumpang (82 siswa).

Untuk sekolah di kawasan kota seperti SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, dan SMPN 7 Tuban pagunya sudah terpenuhi (selengkapnya grafis).

Jumlah kekurangan siswa masih memungkinkan bertambah jika siswa yang dinyatakan diterima tak mendaftar ulang. Apakah kuota pagu tak terpenuhi karena banyak siswa yang putus sekolah?

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan, sejumlah faktor yang memicu pagu 28 sekolah tak terpenuhi adalah karena banyak siswa melanjutkan ke lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag) dan studi ke luar kota.

Baca Juga :  Jemaat Dibatasi Separo, Peribadatan Natal Dilaksanakan Bergilir

‘’Ada juga yang melanjutkan ke SMP swasta atau mondok. Nah, ini yang perlu dihitung, ’’ ujar dia. Untuk menutupi kekurangan siswa, disdik akan membuka PPDB gelombang kedua.

Keputusan PPDB kedua akan diatur setelah daftar ulang selesai. Berdasarkan pedoman teknis, daftar ulang zonasi dibuka Senin (29/6) kemarin hingga Kamis (2/7).

‘’Disiapkan PPDB gelombang kedua hanya untuk yang pagunya belum terpenuhi,’’ tegas mantan kepala SMAN 1 Soko itu. Nur Khamid memberi bocoran, PPDB tahap kedua akan diterapkan lintas zonasi.

Artinya siswa bisa mendaftar ke sekolah mana saja yang kekurangan pagu dan mengabaikan syarat zonasi. ‘’Terpenting kita dorong agar siswa tidak ada yang putus sekolah,’’ tegas mantan sekretaris disdik setempat itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/