alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Dishub Tak Sediakan Kantung Parkir

Didominasi Penumpang dari Jakarta dan Bandung

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warga Bojonegoro yang menjadi perantau di kota-kota besar mulai berdatangan. Kemarin (29/4) menjadi puncak arus mudik kedatangan penumpang kereta api (KA) jarak jauh. Penumpang yang datang didominasi dari jurusan Jakarta dan Bandung.

 

Sehari kemarin, ada 2.100 penumpang yang tiba di Stasiun Bojonegoro. “Hari ini (kemarin, Red) kedatangan penumpang lebih banyak dibanding keberangkatan,” kata Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto kemarin.

 

Totok mengatakan, kemarin merupakan puncak arus mudik. Penumpang yang datang didominasi dari jurusan Jakarta dan Bandung. Jumlah penumpang datang sebanyak 2.100-an. Rinciannya 1.200-an penumpang KA jarak jauh jurusan Jakarta dan Bandung. Sisanya 900-an penumpang KA lokal jurusan Surabaya.

“Sementara penumpang yang berangkat sekitar 900-an orang,” imbuhnya.

 

Adapun kenaikan hanya penumpang KA jarak jauh, sedangkan penumpang KA lokal cenderung stabil sama seperti saat akhir pekan. Nantinya, saat momen arus balik pada 7-8 Mei tentunya akan lebih banyak penumpang keberangkatan daripada kedatangan. Saat itu, menjadi puncak arus balik Lebaran.

Baca Juga :  18.731 Siswa Siap Adu Kreativitas

 

Sementara itu, guna menghindari kemacetan arus mudik Lebaran 2022, truk sumbu tiga atau truk dengan jumlah berat yang diizinkan lebih dari 14 ton dilarang melintas. Larangan itu terhitung sejak H-4 atau 28 April hingga H+7 atau 10 Mei. Kecuali truk logistik seperti sembako atau bahan bakar minyak (BBM).

 

Tentu, apabila terdapat kendaraan besar nonsembako melintas diminta putar balik. “Acuannya intruksi Kementrian Perhubungan mengenai larangan kendaraan besar saat mudik nasional 2022,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

 

Andik mengatakan, tidak menyiapkan kantung parkir apabila ada truk nonlogistik melintas di Bojonegoro. “Tidak ada (kantung parkir). Kami minta balik kanan kembali ke pangkalannya apabila ada truk non logistik melintas,” tegasnya.

Baca Juga :  Donny Dorong Wawan Tetap Jadi Ketua PDIP

 

Mengingat petugas gabungan dari unsur dishub juga turut berjaga di pos-pos pengamanan yang telah dibuat Polres Bojonegoro.

 

Ia mengimbau bagi masyarakat hendak mudik agar menjaga kondisi fisik serta memastikan kendaraan harus dalam keadaan sehat. “Sebelum mudik, wajib mengecek secara detail menyangkut teknis kendaraan. Selamat perjalanan taati rambu lalu lintas dan petunjuk arah,” bebernya.

 

Perlu diketahui, lima pos keamanan dan satu pos pelayanan terpadu didirkan untuk melayani pemudik. Total 200 personel gabungan dari instansi terkait. Dari enam pos pengamanan didirikan, skala prioritas ada di Kecamatan Padangan dan Baureno. Menjadi akses masuknya warga Bojonegoro yang mudik dari luar kota. Sedangkan, pos pelayanan berada di Terminal Rajekwesi. (bgs/rij)

 

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Warga Bojonegoro yang menjadi perantau di kota-kota besar mulai berdatangan. Kemarin (29/4) menjadi puncak arus mudik kedatangan penumpang kereta api (KA) jarak jauh. Penumpang yang datang didominasi dari jurusan Jakarta dan Bandung.

 

Sehari kemarin, ada 2.100 penumpang yang tiba di Stasiun Bojonegoro. “Hari ini (kemarin, Red) kedatangan penumpang lebih banyak dibanding keberangkatan,” kata Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto kemarin.

 

Totok mengatakan, kemarin merupakan puncak arus mudik. Penumpang yang datang didominasi dari jurusan Jakarta dan Bandung. Jumlah penumpang datang sebanyak 2.100-an. Rinciannya 1.200-an penumpang KA jarak jauh jurusan Jakarta dan Bandung. Sisanya 900-an penumpang KA lokal jurusan Surabaya.

“Sementara penumpang yang berangkat sekitar 900-an orang,” imbuhnya.

 

Adapun kenaikan hanya penumpang KA jarak jauh, sedangkan penumpang KA lokal cenderung stabil sama seperti saat akhir pekan. Nantinya, saat momen arus balik pada 7-8 Mei tentunya akan lebih banyak penumpang keberangkatan daripada kedatangan. Saat itu, menjadi puncak arus balik Lebaran.

Baca Juga :  Berpotensi Pelanggaran Pilkada, Reses Dewan Atensi Bawaslu

 

Sementara itu, guna menghindari kemacetan arus mudik Lebaran 2022, truk sumbu tiga atau truk dengan jumlah berat yang diizinkan lebih dari 14 ton dilarang melintas. Larangan itu terhitung sejak H-4 atau 28 April hingga H+7 atau 10 Mei. Kecuali truk logistik seperti sembako atau bahan bakar minyak (BBM).

 

Tentu, apabila terdapat kendaraan besar nonsembako melintas diminta putar balik. “Acuannya intruksi Kementrian Perhubungan mengenai larangan kendaraan besar saat mudik nasional 2022,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo.

 

Andik mengatakan, tidak menyiapkan kantung parkir apabila ada truk nonlogistik melintas di Bojonegoro. “Tidak ada (kantung parkir). Kami minta balik kanan kembali ke pangkalannya apabila ada truk non logistik melintas,” tegasnya.

Baca Juga :  Masih Menunggu Audit Inspektorat Bojonegoro

 

Mengingat petugas gabungan dari unsur dishub juga turut berjaga di pos-pos pengamanan yang telah dibuat Polres Bojonegoro.

 

Ia mengimbau bagi masyarakat hendak mudik agar menjaga kondisi fisik serta memastikan kendaraan harus dalam keadaan sehat. “Sebelum mudik, wajib mengecek secara detail menyangkut teknis kendaraan. Selamat perjalanan taati rambu lalu lintas dan petunjuk arah,” bebernya.

 

Perlu diketahui, lima pos keamanan dan satu pos pelayanan terpadu didirkan untuk melayani pemudik. Total 200 personel gabungan dari instansi terkait. Dari enam pos pengamanan didirikan, skala prioritas ada di Kecamatan Padangan dan Baureno. Menjadi akses masuknya warga Bojonegoro yang mudik dari luar kota. Sedangkan, pos pelayanan berada di Terminal Rajekwesi. (bgs/rij)

 

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/