alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Remaja 17 Tahun Tewas Tenggelam

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Aan Lutfianto,17, ditemukan meninggal dunia di sungai turut Dusun Geneng, Desa Sedeng, Kecamatan Kanor kemarin (28/11) siang.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto, korban Aan Lutfianto saat itu sedang main di sungai sekaligus mandi bersama teman-temannya.
Selanjutnya, menurut keterangan saksi, korban menaiki sebatang pohon pisang dan saat itu hilang keseimbangan lalu terbalik.
“Korban sempat akan diselamatkan temannya, namun gagal sehingga korban tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya,” tutur Ardhian.
Karena korban hanyut terbawa arus, warga setempat berupaya mencari korban. Kemudian sekitar pukul 14.20 kemarin, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Lalu, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Berdasar hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Korban meninggal dunia murni akibat tenggelam,” imbuhnya.
Ardhian mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati ketika hujan dan arus sungai deras.
Selain itu, kondisi curah hujan memang cukup tinggi karena fenomena la nina. Bahkan puncak musim hujannya diperkirakan jatuhnya pada Januari hingga Februari 2022 mendatang.
Sementara itu, tinggi muka air (TMA) Taman Bengawan Solo (TBS) juga mengalami kenaikan lagi. Terlihat dari TMA Karangnongko, Kecamatan Ngraho dan TMA Dungus, Kabupaten Ngawi juga alami kenaikan. Diperkirakan hari ini (29/11) akan memasuki siaga hijau yakni TMA di atas 12,06 meter. Hingga berita ini ditulis pukul 18.00 kemarin, TMA 12,00 meter.

Baca Juga :  Belum Terima Pemberitahuan Kampanye Terbuka

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Aan Lutfianto,17, ditemukan meninggal dunia di sungai turut Dusun Geneng, Desa Sedeng, Kecamatan Kanor kemarin (28/11) siang.
Menurut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto, korban Aan Lutfianto saat itu sedang main di sungai sekaligus mandi bersama teman-temannya.
Selanjutnya, menurut keterangan saksi, korban menaiki sebatang pohon pisang dan saat itu hilang keseimbangan lalu terbalik.
“Korban sempat akan diselamatkan temannya, namun gagal sehingga korban tenggelam dan tidak diketahui keberadaannya,” tutur Ardhian.
Karena korban hanyut terbawa arus, warga setempat berupaya mencari korban. Kemudian sekitar pukul 14.20 kemarin, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Lalu, jenazah korban dibawa ke rumah duka. Berdasar hasil pemeriksaan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
“Korban meninggal dunia murni akibat tenggelam,” imbuhnya.
Ardhian mengimbau, agar masyarakat lebih berhati-hati ketika hujan dan arus sungai deras.
Selain itu, kondisi curah hujan memang cukup tinggi karena fenomena la nina. Bahkan puncak musim hujannya diperkirakan jatuhnya pada Januari hingga Februari 2022 mendatang.
Sementara itu, tinggi muka air (TMA) Taman Bengawan Solo (TBS) juga mengalami kenaikan lagi. Terlihat dari TMA Karangnongko, Kecamatan Ngraho dan TMA Dungus, Kabupaten Ngawi juga alami kenaikan. Diperkirakan hari ini (29/11) akan memasuki siaga hijau yakni TMA di atas 12,06 meter. Hingga berita ini ditulis pukul 18.00 kemarin, TMA 12,00 meter.

Baca Juga :  Tiga SMP Mendaftar Tryout CBT

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/