alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Petani Kesulitan Mengakses AUTP, Semoga Tidak Dipersulit?

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Banjir bandang menerjang Desa Ngunut, Kecamatan Dander berdampak pada lahan pertanian. Petani berharap dapat bantuan untuk tanaman terdampak banjir.
Persemaian petani terancam mati, karena tergenang banjir. Para petani selama ini masuh kesulitan mengakses asuransi usaha tani padi (AUTP). Butuh sentuhan dari pemerintah, agar petani lebih sejahtera.
“Wineh (benih) yang sudah ditanam beberapa hari lalu terkena luapan air kali grogolan, banyak yang roboh dan tertutup lumpur ,” ujar Rasmijan, Petani Desa Ngunut, Kecamatan Dander kemarin (28/11).
Rasmijan menuturkan, rerata petani yang terdampak merupakan lahan pertanian dekat kali grogolan. Saat banjir menerjang, petani di desanya sedang memasuki musim tanam. Banyak padi yang roboh. Sehingga berdampak pada petumbuhan. “Ya pastinya berdampak untuk pertumbuhan, yang sudah tertimbun lumpur pastinya diganti yang baru, untungnya baru musim tanam,” ungkapnya.
Rasmijan berharap, ketika terjadi bencana yang berdampak pada lahan pertanian, pemerintah perlu memberikan bantuan. Setelah ada bencana itu belum ada bantuan yang diberikan kepada petani. “Pas waktu air meluap BPBD datang dan hanya mengecek,” tuturnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nur Hamid Arifin menjelaskan, untuk dapat mengakses asuransi usaha tani padi (AUTP) perlu terdaftar dalam program kartu petani mandiri (KPM).
Selanjutnya petugas lapangan akan melakukan survei untuk memastikan kejadian. “Apakah nanti layak mendapatkan asuransi atau tidak,” terangnya.
Imam menjelaskan, selain tanaman padi tidak bisa mendapatkan asuransi, selain itu kerusakan yang ditimbulkan berkisar 75 persen dari total luasan lahan. Beberapa kriteria yang bisa mendapatkan asuransi yakni disebabkan hama dan bencana. “Seperti banjir bandang bisa mendapatkan asuransi,” tuturnya.
Banjir bandang menerjang sejak Sabtu (27/11) sore. Intensitas hujan tinggi dan serapan air di sekitar hutan minim, menyebabkan kali gandong tidak dapat menampung debit air. Selain itu beberapa material lumpur, kayu dan sampah terbawa dan tertempel di sekitar lahan persawahan. (luk)

Baca Juga :  Riyadi Siap Realisasikan Janji Politiknya

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Banjir bandang menerjang Desa Ngunut, Kecamatan Dander berdampak pada lahan pertanian. Petani berharap dapat bantuan untuk tanaman terdampak banjir.
Persemaian petani terancam mati, karena tergenang banjir. Para petani selama ini masuh kesulitan mengakses asuransi usaha tani padi (AUTP). Butuh sentuhan dari pemerintah, agar petani lebih sejahtera.
“Wineh (benih) yang sudah ditanam beberapa hari lalu terkena luapan air kali grogolan, banyak yang roboh dan tertutup lumpur ,” ujar Rasmijan, Petani Desa Ngunut, Kecamatan Dander kemarin (28/11).
Rasmijan menuturkan, rerata petani yang terdampak merupakan lahan pertanian dekat kali grogolan. Saat banjir menerjang, petani di desanya sedang memasuki musim tanam. Banyak padi yang roboh. Sehingga berdampak pada petumbuhan. “Ya pastinya berdampak untuk pertumbuhan, yang sudah tertimbun lumpur pastinya diganti yang baru, untungnya baru musim tanam,” ungkapnya.
Rasmijan berharap, ketika terjadi bencana yang berdampak pada lahan pertanian, pemerintah perlu memberikan bantuan. Setelah ada bencana itu belum ada bantuan yang diberikan kepada petani. “Pas waktu air meluap BPBD datang dan hanya mengecek,” tuturnya.
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nur Hamid Arifin menjelaskan, untuk dapat mengakses asuransi usaha tani padi (AUTP) perlu terdaftar dalam program kartu petani mandiri (KPM).
Selanjutnya petugas lapangan akan melakukan survei untuk memastikan kejadian. “Apakah nanti layak mendapatkan asuransi atau tidak,” terangnya.
Imam menjelaskan, selain tanaman padi tidak bisa mendapatkan asuransi, selain itu kerusakan yang ditimbulkan berkisar 75 persen dari total luasan lahan. Beberapa kriteria yang bisa mendapatkan asuransi yakni disebabkan hama dan bencana. “Seperti banjir bandang bisa mendapatkan asuransi,” tuturnya.
Banjir bandang menerjang sejak Sabtu (27/11) sore. Intensitas hujan tinggi dan serapan air di sekitar hutan minim, menyebabkan kali gandong tidak dapat menampung debit air. Selain itu beberapa material lumpur, kayu dan sampah terbawa dan tertempel di sekitar lahan persawahan. (luk)

Baca Juga :  Desain Trotoar Sama, Sisa Lelang Tiga Titik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/