alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Polisi Kolektor Diecast, Setiap Berlibur Mampir ke Toko Mainan

Radar Tuban – Rumah Aiptu Bambang Widariyanto jarang sepi. Begitu pintu rumah dibuka, anak-anak di sekitar kompleks Perumahan Tasikmadu, Jalan Cendana 2 nomor 1 langsung berkerumun. Ratusan diecast yang dipajang di dinding ruang tengah rumahnya bak gula yang mendatangkan semut. Anak-anak berkerumun. Mereka yang antusias memeloti miniatur mobil tersebut.

Diecast adalah miniatur mobil yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Yang dikoleksi Bambang adalah miniatur mobil-mobil yang populer atau banyak dimiliki masyarakat. Juga ada miniatur mobil langka yang limited edition (edisi terbatas).

Puluhan diecast lain sudah dimodifikasi Bambang mirip dengan mobil polisi. Seperti mobil barrier satsabhara, mobil patroli, hingga mobil evakuasi laka lantas. Bagi anak-anak, diecast tak lebih hanya mainan. Namun, bagi Bambang, diecast adalah harta berharga. Dia mengoleksi diecast sejak 1999.

Selama sebelas tahun, lebih dari 500 diecast tersimpan rapi di rumahnya. Beberapa mobil dipajang di rak yang menempel di dinding. Selebihnya disimpan dalam boks dan lemari. ‘’Jumlah persisnya tidak pernah menghitung, yang jelas lebih dari 500 unit,’’ ujar dia. Anggota Unitlaka Satlantas Polres Tuban itu mengatakan, keinginannya mengoleksi mainan mobil sudah muncul sejak kecil.

Baca Juga :  Bulan Ini 14 Kecamatan di Bojonegoro Berpotensi Ada Gerakan Tanah

Namun, karena uang saku Bambang saat kecil tak cukup untuk membeli, keinginannya itu dipendam dan baru diwujudkan setelah dia bekerja di kepolisian. ‘’Setelah punya penghasilan baru keturutan koleksi mainan ini sejak 1999,’’ kenang dia. Selama 21 tahun, suami Umi Musdalifah ini rutin membeli diecast di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, saat liburan bersama keluarga, Bambang punya jadwal khusus untuk mampir ke toko mainan atau stan toko mainan di mal.

Yang diburu adalah mobil-mobil mini yang langka dan jarang ada di pasaran. ‘’Liburan ke mana pun yang selalu jadi jujukan tempat mainan,’’ kata Bambang tertawa. Harga diecast di toko mainan dibanderol beragam. Mulai Rp 30 ribu – Rp 80 ribu. Namun, jika sudah dimodifikasi atau di- repaint, harganya bisa jutaan rupiah. Apalagi, jika diecast itu masuk kategori langka atau edisi terbatas.

Harganya bisa mengejutkan. Pembelinya sesama kolektor diecast. ‘’Semakin kreatif modifikasi, harga jual bisa sampai jutaan,’’ kata lulusan bintara polisi 1996 itu. Meski memiliki harga jual yang cukup menggiurkan, bapak satu anak ini mengaku tak ingin menjual semua koleksinya. Sejak kali pertama beli hingga sekarang, belum satu pun koleksinya yang dijual.

Baca Juga :  16,9 Persen TKI Mudik Positif Covid-19

Menurut dia, setiap mobil mainan yang dibeli memiliki kenangan masing-masing. ‘’Tujuan awal membeli diecast untuk koleksi bukan untuk bisnis, jadi tidak dijual,’’ ujarnya. Pria kelahiran Babat, Lamongan itu mengungkapkan, salah satu koleksinya yang istimewa adalah diecast Nissan Skyline GT-R. Miniatur mobil tersebut dibeli di car free day (CFD) Tuban pada 2019. Istimewanya karena mobil mini tersebut diproduksi terbatas dan sangat langka. Kolektornya di Indonesia pun bisa dihitung jari.

‘’Kolektor diecast paham antara produk langka atau produk yang diproduksi masal,’’ ujar dia. Tidak hanya membeli. Beberapa diecast milik Bambang didapatkan dari pemberian beberapa keponakannya. Keponakannya yang sudah beranjak dewasa sering kali memberikan diecast kepada Bambang. Mobil-mobil itulah yang dicat ulang dan diperbaiki bila rusak. Menurutnya, hobi tersebut sangat ampuh menjadi pengusir suntuk setelah pulang kerja. ‘’Dengan melihat koleksi ini ada kebahagiaan tersendiri,’’ kata dia. 

Radar Tuban – Rumah Aiptu Bambang Widariyanto jarang sepi. Begitu pintu rumah dibuka, anak-anak di sekitar kompleks Perumahan Tasikmadu, Jalan Cendana 2 nomor 1 langsung berkerumun. Ratusan diecast yang dipajang di dinding ruang tengah rumahnya bak gula yang mendatangkan semut. Anak-anak berkerumun. Mereka yang antusias memeloti miniatur mobil tersebut.

Diecast adalah miniatur mobil yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Yang dikoleksi Bambang adalah miniatur mobil-mobil yang populer atau banyak dimiliki masyarakat. Juga ada miniatur mobil langka yang limited edition (edisi terbatas).

Puluhan diecast lain sudah dimodifikasi Bambang mirip dengan mobil polisi. Seperti mobil barrier satsabhara, mobil patroli, hingga mobil evakuasi laka lantas. Bagi anak-anak, diecast tak lebih hanya mainan. Namun, bagi Bambang, diecast adalah harta berharga. Dia mengoleksi diecast sejak 1999.

Selama sebelas tahun, lebih dari 500 diecast tersimpan rapi di rumahnya. Beberapa mobil dipajang di rak yang menempel di dinding. Selebihnya disimpan dalam boks dan lemari. ‘’Jumlah persisnya tidak pernah menghitung, yang jelas lebih dari 500 unit,’’ ujar dia. Anggota Unitlaka Satlantas Polres Tuban itu mengatakan, keinginannya mengoleksi mainan mobil sudah muncul sejak kecil.

Baca Juga :  Mengenal Komunitas Kolektor Syal, Bojonegoro Scarves

Namun, karena uang saku Bambang saat kecil tak cukup untuk membeli, keinginannya itu dipendam dan baru diwujudkan setelah dia bekerja di kepolisian. ‘’Setelah punya penghasilan baru keturutan koleksi mainan ini sejak 1999,’’ kenang dia. Selama 21 tahun, suami Umi Musdalifah ini rutin membeli diecast di berbagai kota di Indonesia. Bahkan, saat liburan bersama keluarga, Bambang punya jadwal khusus untuk mampir ke toko mainan atau stan toko mainan di mal.

Yang diburu adalah mobil-mobil mini yang langka dan jarang ada di pasaran. ‘’Liburan ke mana pun yang selalu jadi jujukan tempat mainan,’’ kata Bambang tertawa. Harga diecast di toko mainan dibanderol beragam. Mulai Rp 30 ribu – Rp 80 ribu. Namun, jika sudah dimodifikasi atau di- repaint, harganya bisa jutaan rupiah. Apalagi, jika diecast itu masuk kategori langka atau edisi terbatas.

Harganya bisa mengejutkan. Pembelinya sesama kolektor diecast. ‘’Semakin kreatif modifikasi, harga jual bisa sampai jutaan,’’ kata lulusan bintara polisi 1996 itu. Meski memiliki harga jual yang cukup menggiurkan, bapak satu anak ini mengaku tak ingin menjual semua koleksinya. Sejak kali pertama beli hingga sekarang, belum satu pun koleksinya yang dijual.

Baca Juga :  Proyek Pasar Besar Tuban Mangkrak, User PBT: Kembalikan Uang Kami!

Menurut dia, setiap mobil mainan yang dibeli memiliki kenangan masing-masing. ‘’Tujuan awal membeli diecast untuk koleksi bukan untuk bisnis, jadi tidak dijual,’’ ujarnya. Pria kelahiran Babat, Lamongan itu mengungkapkan, salah satu koleksinya yang istimewa adalah diecast Nissan Skyline GT-R. Miniatur mobil tersebut dibeli di car free day (CFD) Tuban pada 2019. Istimewanya karena mobil mini tersebut diproduksi terbatas dan sangat langka. Kolektornya di Indonesia pun bisa dihitung jari.

‘’Kolektor diecast paham antara produk langka atau produk yang diproduksi masal,’’ ujar dia. Tidak hanya membeli. Beberapa diecast milik Bambang didapatkan dari pemberian beberapa keponakannya. Keponakannya yang sudah beranjak dewasa sering kali memberikan diecast kepada Bambang. Mobil-mobil itulah yang dicat ulang dan diperbaiki bila rusak. Menurutnya, hobi tersebut sangat ampuh menjadi pengusir suntuk setelah pulang kerja. ‘’Dengan melihat koleksi ini ada kebahagiaan tersendiri,’’ kata dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Pengatur Negara

Perkuat 1821, Disdik Gelar Diklat PJOK 

Ujian Susulan Minggu

Artikel Terbaru


/