alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Gelombang Mutasi Dimulai

TUBAN, Radar Tuban – Gelombang mutasi untuk menata sejumlah pos jabatan yang kosong di lingkup Pemkab Tuban dimulai. Kamis (26/9) lalu, penataan organisasi diawali dari eselon III dan IV. Seratus lebih pejabat yunior dimutasi dan dipromosikan. Termasuk mengisi dua pos jabatan camat. Yakni, camat Grabagan dan camat Parengan.

Setelah pos-pos jabatan di tingkat eselon IV dan III tersebut tertata, selanjutnya menata pos-pos jabatan di tingkat eselon IIA dan IIB. Utamanya, pos jabatan kepala dinas.

Sebelumnya, Bupati Tuban Fathul Huda  memberikan sinyal bahwa pengisian jabatan setingkat kepala dinas  diawali dari proses mutasi. Baru setelah itu sisanya dilelang.

Baca Juga :  Perwira Polres Dimutasi

Misalnya, pejabat A eselon IIA langsung digeser menduduki jabatan kepala disdukcapil. Sementara yang akan dilelang adalah jabatan yang ditinggal pejabat A.

Begitu juga dengan kekosongan jabatan eselon II lainnya. Hanya, kapan proses penataan organisasi eselon II ini dimulai, bupati masih belum memastikan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati hanya menyampaikan secara diplomatis. Menurutnya, promosi dan mutasi jabatan merupakan hal biasa. Tidak kegiatan rutinitas, melainkan sebuah kebutuhan sekaligus merupakan bagian dari proses pembinaan karir pegawai di lingkungan pegawai negeri sipil. ‘’Keputusan promosi dan mutasi adalah pilihan terbaik. Dan, sebagai PNS harus bisa menerima dengan baik, penuh rasa syukur, dan berlapang dada,’’ tuturnya.

Bupati meminta, kepada ASN di lingkup Pemkab Tuban untuk terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Di antaranya, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan kompetensi teknis, serta mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi.

Baca Juga :  Pemkab Tuban Sukses Pertahankan Predikat Opini WTP

Nah, dari kompetensi-kompetensi inilah penilaian dilakukan untuk kemudian menjadi dasar mutasi dan promosi jabatan.

Sebagaimana diketahui, sedikitnya saat ini sudah tiga jabatan kepala dinas yang kosong. Yakni, kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) yang dijabat Plt, kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) yang juga dijabat Plt, kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil). Sebentar lagi menyusul kosong adalah kepala dinas pemberdayaan masyarakat, pemerintah desa, dan keluarga berencana (DPMD-KB).

TUBAN, Radar Tuban – Gelombang mutasi untuk menata sejumlah pos jabatan yang kosong di lingkup Pemkab Tuban dimulai. Kamis (26/9) lalu, penataan organisasi diawali dari eselon III dan IV. Seratus lebih pejabat yunior dimutasi dan dipromosikan. Termasuk mengisi dua pos jabatan camat. Yakni, camat Grabagan dan camat Parengan.

Setelah pos-pos jabatan di tingkat eselon IV dan III tersebut tertata, selanjutnya menata pos-pos jabatan di tingkat eselon IIA dan IIB. Utamanya, pos jabatan kepala dinas.

Sebelumnya, Bupati Tuban Fathul Huda  memberikan sinyal bahwa pengisian jabatan setingkat kepala dinas  diawali dari proses mutasi. Baru setelah itu sisanya dilelang.

Baca Juga :  Target 20 Karya Kantongi HAKI

Misalnya, pejabat A eselon IIA langsung digeser menduduki jabatan kepala disdukcapil. Sementara yang akan dilelang adalah jabatan yang ditinggal pejabat A.

Begitu juga dengan kekosongan jabatan eselon II lainnya. Hanya, kapan proses penataan organisasi eselon II ini dimulai, bupati masih belum memastikan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati hanya menyampaikan secara diplomatis. Menurutnya, promosi dan mutasi jabatan merupakan hal biasa. Tidak kegiatan rutinitas, melainkan sebuah kebutuhan sekaligus merupakan bagian dari proses pembinaan karir pegawai di lingkungan pegawai negeri sipil. ‘’Keputusan promosi dan mutasi adalah pilihan terbaik. Dan, sebagai PNS harus bisa menerima dengan baik, penuh rasa syukur, dan berlapang dada,’’ tuturnya.

Bupati meminta, kepada ASN di lingkup Pemkab Tuban untuk terus meningkatkan kompetensi yang dimiliki. Di antaranya, kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan kompetensi teknis, serta mampu melakukan terobosan yang positif melalui pemikiran yang kreatif, inovatif dan sistemik untuk kepentingan organisasi.

Baca Juga :  Bulan Depan, Mutasi Jabatan

Nah, dari kompetensi-kompetensi inilah penilaian dilakukan untuk kemudian menjadi dasar mutasi dan promosi jabatan.

Sebagaimana diketahui, sedikitnya saat ini sudah tiga jabatan kepala dinas yang kosong. Yakni, kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) yang dijabat Plt, kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) yang juga dijabat Plt, kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil). Sebentar lagi menyusul kosong adalah kepala dinas pemberdayaan masyarakat, pemerintah desa, dan keluarga berencana (DPMD-KB).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/