alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Bisa Memicu Penurunan Kualitas Proyek

Sekolah Dilarang Subkan Proyek DAK di Bojonegoro

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) harus benar-benar siap melaksanakan pembangunan secara swakelola. Tim pelaksana (timlak) dilarang menyubkan atau melimpahkan kegiatan pengerjaan perbaikan bersumber dari anggaran pusat itu ke pihak lain. Sub pekerjaan bakal membuat nilai pekerjaan jauh menurun.

 

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fatkhur Rochim mengatakan, sekolah menerima DAK sudah membentuk timlak dengan diketuai komite sekolah. Mereka yang bertanggung jawab proses rehabilitasi ruang kelas dan kamar mandi sekolah.

 

Sesuai petunjuk teknis  (juknis) pelaksanaan DAK, timlak pembangunan dilarang menyubkan pekerjaan pada pihak lain. Timlak pembangunan ditunjuk sekolah harus mengerjakan sendiri secara swakelola. Termasuk pengerjaan sebelumnya boleh disubkan. Misalnya, pemasangan plafon.

Baca Juga :  61 Siswa RA Berebut Juara Festival Kaligrafi
- Advertisement -

 

Pemasangan plafon memang rumit. Biasanya dipasang ahli dari pabrikan. ‘’Tahun ini harus dilakukan sendiri. Tidak bisa disubkan,’’ tegasnya.

 

Rochim menjelaskan, timlak bisa memanggil ahli pemasang plafon. Namun, biaya pemasangan tetap dihitung harian. Tidak bisa kontraktual seperti biasanya. ‘’Tidak diperbolehkan subkon tenaga kerja. Biasanya tenaga kerja boleh diborong,’’ jelasnya.

 

Belanja material harus dilakukan di toko bangunan memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Tim tidak bisa belanja material di sembarang toko. Misalnya, beli pasir di tukang gali pasir langsung.

 

Tahun ini total DAK diberikan ke Bojonegoro Rp 18,1 miliar. Dana itu diberikan kepada 82 sekolah dengan nilai beragam. Mulai Rp 120 juta hingga Rp 833 juta. Pencairan DAK masih proses, paling cepat minggu depan rekening tim pelaksana sudah menerima dananya. Masa pengerjaanya 90 hari. (zim/rij)

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Nasional Bikin Macet

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sekolah penerima dana alokasi khusus (DAK) harus benar-benar siap melaksanakan pembangunan secara swakelola. Tim pelaksana (timlak) dilarang menyubkan atau melimpahkan kegiatan pengerjaan perbaikan bersumber dari anggaran pusat itu ke pihak lain. Sub pekerjaan bakal membuat nilai pekerjaan jauh menurun.

 

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Fatkhur Rochim mengatakan, sekolah menerima DAK sudah membentuk timlak dengan diketuai komite sekolah. Mereka yang bertanggung jawab proses rehabilitasi ruang kelas dan kamar mandi sekolah.

 

Sesuai petunjuk teknis  (juknis) pelaksanaan DAK, timlak pembangunan dilarang menyubkan pekerjaan pada pihak lain. Timlak pembangunan ditunjuk sekolah harus mengerjakan sendiri secara swakelola. Termasuk pengerjaan sebelumnya boleh disubkan. Misalnya, pemasangan plafon.

Baca Juga :  Terbitkan Lima Buku selama Lima Bulan
- Advertisement -

 

Pemasangan plafon memang rumit. Biasanya dipasang ahli dari pabrikan. ‘’Tahun ini harus dilakukan sendiri. Tidak bisa disubkan,’’ tegasnya.

 

Rochim menjelaskan, timlak bisa memanggil ahli pemasang plafon. Namun, biaya pemasangan tetap dihitung harian. Tidak bisa kontraktual seperti biasanya. ‘’Tidak diperbolehkan subkon tenaga kerja. Biasanya tenaga kerja boleh diborong,’’ jelasnya.

 

Belanja material harus dilakukan di toko bangunan memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP). Tim tidak bisa belanja material di sembarang toko. Misalnya, beli pasir di tukang gali pasir langsung.

 

Tahun ini total DAK diberikan ke Bojonegoro Rp 18,1 miliar. Dana itu diberikan kepada 82 sekolah dengan nilai beragam. Mulai Rp 120 juta hingga Rp 833 juta. Pencairan DAK masih proses, paling cepat minggu depan rekening tim pelaksana sudah menerima dananya. Masa pengerjaanya 90 hari. (zim/rij)

Baca Juga :  Penambahan Kasus Covid Baru Kembali Naik

Artikel Terkait

Most Read

17 Paket Sabu Siap Diedarkan

Harga Kedelai Impor Tembus Rp 9 Ribu

Kunjungan Redaksi

Artikel Terbaru


/