alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Seribu Sapi Disuntik, Prioritas Lima Kecamatan

Vaksinasi Bukan untuk Hewan Kurban

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Vaksinasi tahap pertama penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai dilakukan kemarin (28/6). Sebanyak 1.000 vaksin disuntikkan ke sapi. Vaksinasi diprioritaskan lima kecamatan memiliki populasi terbanyak. Hanya, vaksinasi bukan untuk hewan kurban.

Meliputi 300 ekor di Kecamatan Tambakrejo, 200 ekor di Kecamatan Temayang, 100 ekor di Kecamatan Balen, 200 ekor Kecamatan Kedungadem, dan 200 ekor Kecamatan Gayam. Total rencana awal 3.100 vaksin.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, vaksinasi tahap petama mendapat jatah 3.100 dosis. Vaksinasi diprioritaskan lima kecamatan. Targetnya Kecamatan Tambakrejo 900 dosis, Temayang 700 dosis, Balen 300 dosis, Kedungadem 600 dosis, dan Gayam 600 dosis.

Baca Juga :  BRI Adakan Pelatihan 10.000 UMKM

Menurut Sugiharti, lima wilayah tersebut menjadi prioritas karena padat ternak. Selain itu sentra peternakan rakyat, kelompok ternak, dan desa masih bebas dari PMK. “Kebetulan Tambakrejo sumber bibit,” jelasnya.

Vaksinasi tahap pertama jumlahnya terbatas. Disnakkan menentukan ternak mendapat jatah vaksin. Peternak tidak bisa mengajukan sendiri. Ternak yang divaksin harus sehat. Vaksin aman untuk ternak bunting, dan anak sapi berusia dua minggu lebih.

Sedangkan, ternak akan dipotong untuk Hari Raya Idul Adha atau kebutuhan lainnya tidak divaksin. “Ternak divaksin tidak boleh dipotong. Ketika dipotong vaksin terbuang percuma. Ketika akan divaksin peternak dipastikan tidak akan memotong ternaknya,” ujarnya.

Sugiharti menjelaskan sama seperti vaksinasi korona pada manusia, ternak mendapat vaksin pertama akan kembali disuntik vaksin tahap kedua. Sehingga ternak sudah mendapat vaksin pertama dilarang dipotong.

Baca Juga :  Dari Tantangan Pemulihan Ekonomi hingga Pelayanan dan Inovasi

Pihaknya menargetkan 3.100 dosis vaksin akan selesai disuntikkan pada ternak di lima kecamatan selama tiga hari. Terlebih pemprov menginstruksikan vaksinasi harus selesai sebelum 7 Juli. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Vaksinasi tahap pertama penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai dilakukan kemarin (28/6). Sebanyak 1.000 vaksin disuntikkan ke sapi. Vaksinasi diprioritaskan lima kecamatan memiliki populasi terbanyak. Hanya, vaksinasi bukan untuk hewan kurban.

Meliputi 300 ekor di Kecamatan Tambakrejo, 200 ekor di Kecamatan Temayang, 100 ekor di Kecamatan Balen, 200 ekor Kecamatan Kedungadem, dan 200 ekor Kecamatan Gayam. Total rencana awal 3.100 vaksin.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Sugiharti Sri Rahayu mengatakan, vaksinasi tahap petama mendapat jatah 3.100 dosis. Vaksinasi diprioritaskan lima kecamatan. Targetnya Kecamatan Tambakrejo 900 dosis, Temayang 700 dosis, Balen 300 dosis, Kedungadem 600 dosis, dan Gayam 600 dosis.

Baca Juga :  Solidaritas Berbagi, Karyawan EMCL Sebar 73 Hewan Kurban

Menurut Sugiharti, lima wilayah tersebut menjadi prioritas karena padat ternak. Selain itu sentra peternakan rakyat, kelompok ternak, dan desa masih bebas dari PMK. “Kebetulan Tambakrejo sumber bibit,” jelasnya.

Vaksinasi tahap pertama jumlahnya terbatas. Disnakkan menentukan ternak mendapat jatah vaksin. Peternak tidak bisa mengajukan sendiri. Ternak yang divaksin harus sehat. Vaksin aman untuk ternak bunting, dan anak sapi berusia dua minggu lebih.

Sedangkan, ternak akan dipotong untuk Hari Raya Idul Adha atau kebutuhan lainnya tidak divaksin. “Ternak divaksin tidak boleh dipotong. Ketika dipotong vaksin terbuang percuma. Ketika akan divaksin peternak dipastikan tidak akan memotong ternaknya,” ujarnya.

Sugiharti menjelaskan sama seperti vaksinasi korona pada manusia, ternak mendapat vaksin pertama akan kembali disuntik vaksin tahap kedua. Sehingga ternak sudah mendapat vaksin pertama dilarang dipotong.

Baca Juga :  Area Penyisiran Ditingkatkan Menjadi 9 Km

Pihaknya menargetkan 3.100 dosis vaksin akan selesai disuntikkan pada ternak di lima kecamatan selama tiga hari. Terlebih pemprov menginstruksikan vaksinasi harus selesai sebelum 7 Juli. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Belum Ada Paket Wisata

Artikel Terbaru


/