alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

DKPP Target Luas Areal 11.200 Hektare

Menyambut Tanam Tembakau dengan Hujan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Petani mulai menyambut musim tanam tembakau. Namun, petani dihantui dengan musim tak menentu. Akhir-akhir ini kerap kali hujan terjadi di sejumlah wilayah Bojonegoro. Tanaman tembakau saat berjalan nanti butuh cuaca kering.

Tahun ini, luas areal tanam tembakau di Bojonegoro ditargetkan 11.200 hektare. Lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu mencapai 11.214 hektare. Hingga kini belum ada pabrikan menyatakan siap melakukan pembelian.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin menjelaskan, tahun lalu target luasan tanam tembakau sebanyak 11.000 hektare. ‘’Target itu terlampaui,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Tahun ini target sedikit dinaikkan. Tidak jauh dari realisasi tahun lalu. Jenis tembakau yang ditanam di Bojonegoro hanya dua. Yakni, jenis tembakau jawa dan virginia. Dua jenis itulah yang diminati pabrikan di Bojonegoro maupun luar daerah.

Baca Juga :  Sempatkan Melapak Buku di Akhir Pekan

Saat ini, sebagian petani tembakau sudah mulai menanam. Sebagian lagi masih belum. Itu karena sampai saat ini hujan masih kerap terjadi. Hal itu membuat petani tembakau belum berani menanam tembakau. ‘’Butuh lahan kering, bukan lahan basah dengan air melimpah,’’ tuturnya.

Hingga kini belum ada pabrikan menyatakan siap melakukan pembelian hasil panen tembakau nanti. Namun, Imam memastikan saat sudah memasuki masa panen, pabrikan akan membuka pembelian. ‘’Pabrikan akan selalu ada yang beli. Biasnaya ada 10 pabrkan yang siap beli,’’ jelasnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, Bojonegoro adalah salah satu penghasil tembakau dengan kualitas bagus. Tentu, berharap DKPP memberi perhatian penuh terhadap para petani tembakau.

Baca Juga :  Divisum, Siswi dalam Video Mesum

‘’Mereka harus diberikan kemudahan akses. Terutama menjual hasil panen tembakau,’’ jelasnya.

Sigit mengakui jika hujan memengaruhi harga tembakau. Dia meminta petani memilih waktu tepat untuk bertanam tembakau. Sebab, jika waktunya tidak tepat akan membuat harga tembakau tidak bagus. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Petani mulai menyambut musim tanam tembakau. Namun, petani dihantui dengan musim tak menentu. Akhir-akhir ini kerap kali hujan terjadi di sejumlah wilayah Bojonegoro. Tanaman tembakau saat berjalan nanti butuh cuaca kering.

Tahun ini, luas areal tanam tembakau di Bojonegoro ditargetkan 11.200 hektare. Lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu mencapai 11.214 hektare. Hingga kini belum ada pabrikan menyatakan siap melakukan pembelian.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arifin menjelaskan, tahun lalu target luasan tanam tembakau sebanyak 11.000 hektare. ‘’Target itu terlampaui,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Tahun ini target sedikit dinaikkan. Tidak jauh dari realisasi tahun lalu. Jenis tembakau yang ditanam di Bojonegoro hanya dua. Yakni, jenis tembakau jawa dan virginia. Dua jenis itulah yang diminati pabrikan di Bojonegoro maupun luar daerah.

Baca Juga :  Festival Pencak Silat, Raih Prestasi dan Lestarikan Ajaran SH Terate

Saat ini, sebagian petani tembakau sudah mulai menanam. Sebagian lagi masih belum. Itu karena sampai saat ini hujan masih kerap terjadi. Hal itu membuat petani tembakau belum berani menanam tembakau. ‘’Butuh lahan kering, bukan lahan basah dengan air melimpah,’’ tuturnya.

Hingga kini belum ada pabrikan menyatakan siap melakukan pembelian hasil panen tembakau nanti. Namun, Imam memastikan saat sudah memasuki masa panen, pabrikan akan membuka pembelian. ‘’Pabrikan akan selalu ada yang beli. Biasnaya ada 10 pabrkan yang siap beli,’’ jelasnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, Bojonegoro adalah salah satu penghasil tembakau dengan kualitas bagus. Tentu, berharap DKPP memberi perhatian penuh terhadap para petani tembakau.

Baca Juga :  Divisum, Siswi dalam Video Mesum

‘’Mereka harus diberikan kemudahan akses. Terutama menjual hasil panen tembakau,’’ jelasnya.

Sigit mengakui jika hujan memengaruhi harga tembakau. Dia meminta petani memilih waktu tepat untuk bertanam tembakau. Sebab, jika waktunya tidak tepat akan membuat harga tembakau tidak bagus. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/