alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Pemugaran Taman Sleko Telan Rp 1,7 M

TUBAN, Radar Tuban – Setiap melintasi Bundaran Sleko, pengguna jalan disuguhi pemandangan indah yang tersentral pada air mancur yang dikelilingi patung ikan koi. Air mancur ini berada persis di tengah tiga taman yang mengitarinya dan dipisahkan dengan jalan protokol.
Mulai kemarin (27/10) hingga beberapa bulan ke depan, pemandangan tersebut sirna. Lembaran-lembaran galvalum menutupi tiga taman. Sekuncup air mancur berhias 12 patung ikan koi yang masih tersisa pun menunggu waktu untuk dirobohkan.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, salah seorang warga di sekitar lokasi  menyayangkan pemugaran taman dan air mancur tersebut. Menurutnya taman itu masih bagus. ”Alangkah baiknya anggaran pemugaran itu dipakai untuk hal yang lebih urgen,” ujar Rizal, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban.
Dia menilai pemugaran Taman Sleko memboroskan anggaran. Toh, taman tersebut baru beberapa tahun dibangun. Kondisinya pun masih bagus. ”Berbeda kalau taman rusak berat, itu baru dimaklumi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban Sumarno menjelaskan, Taman Sleko dipugar untuk keindahan tata kota. Menurutnya, kawasan Bundaran Sleko adalah pintu gerbang masuk kawasan perkotaan Tuban. ”Jadi harus indah,” tegasnya.
Dia mengemukakan, Taman Sleko hanya indah bila dilihat dari jalan. Berbeda jika dilihat di pojokan-pojokannya. ”Kumuh sekali, butuh perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, Taman Sleko sudah tidak layak. Karena itu, perbaikan betul-betul perlu dilakukan. Selain taman, bangunan air mancur juga akan dipugar karena tingginya masih kurang setelah termakan penebalan jalan.
Selain itu, air mancur yang dibangun pada 2009 itu tidak relevan dengan ikon kota. Direncanakan, air mancur diganti dengan anasir yang sesuai dengan ikon Tuban. ”Entah kuda, entah apa. Pokoknya dicarikan yang sesuai,” terang pejabat yang tinggal di Perum Tasikmadu, Palang itu.
Lebih lanjut Sumarno mengatakan, pemugaran Taman Sleko sudah direncanakan sejak tahun lalu. Anggarannnya sebesar Rp 1,7 miliar pun sudah disetujui DPRD Tuban.
Dana sebesar itu, terang dia, diproyeksikan untuk memugar taman agar lebih indah dan fungsional. Salah satunya menjadikan tiga bidang taman itu sebagai pusat kegiatan anak muda. Komunitas-komunitas diharapkan lebih nyaman berkumpul di situ. Sekaligus wadah diskusi bagi pemuda-pemudi Tuban.
Apa yang baru dari Taman Sleko mendatang? Sumarno mengemukakan, akan dibangun lagi bangku-bangku duduk. Tanaman-tanaman diperindah dan dilengkapi paludarium. Dia menjelaskan, paludarium adalah jenis taman yang mirip akuarium. Konsepnya, penggabungan ekosistem dari unsur darat dan air. ”Semua materiilnya asli alam. Ambil dari Purbalingga,” jelasnya.
Selain itu, Taman Sleko memiliki fasilitas dua toilet. Posisinya di selatan. Sumarno mengatakan, fasilitas tersebut penting untuk kelengkapan taman. Dalam penilaian Adipura, itu memberikan nilai tambah.
Terkait pemugaran Taman Sleko, Sumarno mengatakan, kontraktor dan konsultannya asli Tuban. Target selesainya akhir Desember 2021.
Sementara itu, deretan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sekitar Taman Sleko butuh tempat layak. Selama ini, mereka hanya berjualan di trotoar depan gedung Budaya Loka dan depan SMAN 1 Tuban. Salah satu PKL menyampaikan, ada baiknya Taman Sleko yang baru punya tempat untuk mereka.
”Supaya lebih enak,” tutur pedagang yang tak mau disebutkan namanya.
Menanggapi itu, Sumarno mengatakan, dalam perencanaan pembangunan Taman Sleko, PKL tidak terhitung. (sab)

Baca Juga :  Penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah

TUBAN, Radar Tuban – Setiap melintasi Bundaran Sleko, pengguna jalan disuguhi pemandangan indah yang tersentral pada air mancur yang dikelilingi patung ikan koi. Air mancur ini berada persis di tengah tiga taman yang mengitarinya dan dipisahkan dengan jalan protokol.
Mulai kemarin (27/10) hingga beberapa bulan ke depan, pemandangan tersebut sirna. Lembaran-lembaran galvalum menutupi tiga taman. Sekuncup air mancur berhias 12 patung ikan koi yang masih tersisa pun menunggu waktu untuk dirobohkan.
Kepada Jawa Pos Radar Tuban, salah seorang warga di sekitar lokasi  menyayangkan pemugaran taman dan air mancur tersebut. Menurutnya taman itu masih bagus. ”Alangkah baiknya anggaran pemugaran itu dipakai untuk hal yang lebih urgen,” ujar Rizal, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban.
Dia menilai pemugaran Taman Sleko memboroskan anggaran. Toh, taman tersebut baru beberapa tahun dibangun. Kondisinya pun masih bagus. ”Berbeda kalau taman rusak berat, itu baru dimaklumi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Tuban Sumarno menjelaskan, Taman Sleko dipugar untuk keindahan tata kota. Menurutnya, kawasan Bundaran Sleko adalah pintu gerbang masuk kawasan perkotaan Tuban. ”Jadi harus indah,” tegasnya.
Dia mengemukakan, Taman Sleko hanya indah bila dilihat dari jalan. Berbeda jika dilihat di pojokan-pojokannya. ”Kumuh sekali, butuh perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, Taman Sleko sudah tidak layak. Karena itu, perbaikan betul-betul perlu dilakukan. Selain taman, bangunan air mancur juga akan dipugar karena tingginya masih kurang setelah termakan penebalan jalan.
Selain itu, air mancur yang dibangun pada 2009 itu tidak relevan dengan ikon kota. Direncanakan, air mancur diganti dengan anasir yang sesuai dengan ikon Tuban. ”Entah kuda, entah apa. Pokoknya dicarikan yang sesuai,” terang pejabat yang tinggal di Perum Tasikmadu, Palang itu.
Lebih lanjut Sumarno mengatakan, pemugaran Taman Sleko sudah direncanakan sejak tahun lalu. Anggarannnya sebesar Rp 1,7 miliar pun sudah disetujui DPRD Tuban.
Dana sebesar itu, terang dia, diproyeksikan untuk memugar taman agar lebih indah dan fungsional. Salah satunya menjadikan tiga bidang taman itu sebagai pusat kegiatan anak muda. Komunitas-komunitas diharapkan lebih nyaman berkumpul di situ. Sekaligus wadah diskusi bagi pemuda-pemudi Tuban.
Apa yang baru dari Taman Sleko mendatang? Sumarno mengemukakan, akan dibangun lagi bangku-bangku duduk. Tanaman-tanaman diperindah dan dilengkapi paludarium. Dia menjelaskan, paludarium adalah jenis taman yang mirip akuarium. Konsepnya, penggabungan ekosistem dari unsur darat dan air. ”Semua materiilnya asli alam. Ambil dari Purbalingga,” jelasnya.
Selain itu, Taman Sleko memiliki fasilitas dua toilet. Posisinya di selatan. Sumarno mengatakan, fasilitas tersebut penting untuk kelengkapan taman. Dalam penilaian Adipura, itu memberikan nilai tambah.
Terkait pemugaran Taman Sleko, Sumarno mengatakan, kontraktor dan konsultannya asli Tuban. Target selesainya akhir Desember 2021.
Sementara itu, deretan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sekitar Taman Sleko butuh tempat layak. Selama ini, mereka hanya berjualan di trotoar depan gedung Budaya Loka dan depan SMAN 1 Tuban. Salah satu PKL menyampaikan, ada baiknya Taman Sleko yang baru punya tempat untuk mereka.
”Supaya lebih enak,” tutur pedagang yang tak mau disebutkan namanya.
Menanggapi itu, Sumarno mengatakan, dalam perencanaan pembangunan Taman Sleko, PKL tidak terhitung. (sab)

Baca Juga :  Penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/