alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Hari Pertama Pelaksanaan ANBK se-Tuban Berjalan Tanpa Kendala

Radar Tuban – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang SMA dimulai kemarin (27/9). Berbeda dengan ANBK SMK yang sempat delay 30 menit, tes di SMA kemarin tanpa kendala. ANBK hari pertama yang menguji pengetahuan literasi itu dimulai pukul 07.30.

Sejumlah sekolah yang tidak memiliki sarana prasarana yang memadai mengikuti ANBK numpang ke sekolah lain. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Tuban Suparlin mengatakan, hari pertama ANBK tanpa kendala. Semua pelaksanaan berjalan lancar.

Di sekolahnya, SMAN 1 Tuban, hari pertama ANBK diikuti 30 siswa. ANBK hari kedua dilaksanaan Selasa (28/9) hari ini akan menguji kemampuan numerik. ‘’Persiapan laboratorium dan jaringan sudah maksimal, jadi lancar tanpa kendala,’’ ujarnya.

Baca Juga :  60 Peserta PPPK Blora Minta Tes Ulang

Di SMAN 1 Tuban, ANBK juga diikuti siswa dari SMA PGRI 1 Tuban. Para siswa dari sekolah swasta tersebut numpang hingga hari terakhir ANBK. Lebih lanjut Suparlin menyampaikan, ANBK bukan ujian untuk penentu kelulusan.

Hanya dibutuhkan untuk pemetaan kualitas pendidikan. Setiap sekolah hanya diikuti 30 perwakilan siswa yang dipilih secara acak oleh sistem Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset, dan Teknologi.

‘’Siswa yang mengikuti ujian bukan pilihan sekolah,’’ tegasnya. Mantan kepala SMAN 2 Tuban ini menyampaikan, ANBK adalah evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan, mulai SD, SMP, dan SMA.

Evaluasi tersebut menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. ‘’Nantinya dari hasil ANBK akan muncul penilaian seberapa tingkat kualitas lembaga pendidikan tersebut, bukan penentu lulus atau tidaknya siswa,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pengiriman Uang dari Luar Negeri Turun

Mantan kepala SMAN 4 Tuban ini mengemukakan, sekarang ini penentuan kelulusan siswa SMA murni atas kebijakan sekolah. Bukan lagi ditentukan ujian yang diselenggarakan pemerintah. Dengan ketentuan tersebut pihak sekolah akan menilai siswa dari beberapa aspek penilaian. Tidak hanya akademis, namun juga aspek non akademis. ‘’Selama tidak terlibat tindak kriminal dan selalu berkelakuan baik, siswa pasti lulus,’’ tegasnya.

Radar Tuban – Pelaksanaan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) jenjang SMA dimulai kemarin (27/9). Berbeda dengan ANBK SMK yang sempat delay 30 menit, tes di SMA kemarin tanpa kendala. ANBK hari pertama yang menguji pengetahuan literasi itu dimulai pukul 07.30.

Sejumlah sekolah yang tidak memiliki sarana prasarana yang memadai mengikuti ANBK numpang ke sekolah lain. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Tuban Suparlin mengatakan, hari pertama ANBK tanpa kendala. Semua pelaksanaan berjalan lancar.

Di sekolahnya, SMAN 1 Tuban, hari pertama ANBK diikuti 30 siswa. ANBK hari kedua dilaksanaan Selasa (28/9) hari ini akan menguji kemampuan numerik. ‘’Persiapan laboratorium dan jaringan sudah maksimal, jadi lancar tanpa kendala,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mural Sugondo Diapresiasi DPR KP

Di SMAN 1 Tuban, ANBK juga diikuti siswa dari SMA PGRI 1 Tuban. Para siswa dari sekolah swasta tersebut numpang hingga hari terakhir ANBK. Lebih lanjut Suparlin menyampaikan, ANBK bukan ujian untuk penentu kelulusan.

Hanya dibutuhkan untuk pemetaan kualitas pendidikan. Setiap sekolah hanya diikuti 30 perwakilan siswa yang dipilih secara acak oleh sistem Kementerian Pendidikan, Kebudayaa, Riset, dan Teknologi.

‘’Siswa yang mengikuti ujian bukan pilihan sekolah,’’ tegasnya. Mantan kepala SMAN 2 Tuban ini menyampaikan, ANBK adalah evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan, mulai SD, SMP, dan SMA.

Evaluasi tersebut menggunakan instrumen asesmen kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. ‘’Nantinya dari hasil ANBK akan muncul penilaian seberapa tingkat kualitas lembaga pendidikan tersebut, bukan penentu lulus atau tidaknya siswa,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gunakan Data Tahun 2011, Banyak Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran

Mantan kepala SMAN 4 Tuban ini mengemukakan, sekarang ini penentuan kelulusan siswa SMA murni atas kebijakan sekolah. Bukan lagi ditentukan ujian yang diselenggarakan pemerintah. Dengan ketentuan tersebut pihak sekolah akan menilai siswa dari beberapa aspek penilaian. Tidak hanya akademis, namun juga aspek non akademis. ‘’Selama tidak terlibat tindak kriminal dan selalu berkelakuan baik, siswa pasti lulus,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/