alexametrics
25.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Meski Pasien Covid Bertambah, Persentase Kesembuhan Tinggi

Radar Bojonegoro – Sepekan terakhir, media sosial (medsos) ramai kabar hoaks yang menyebut banyak pasien Covid-19 yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit (RS) rujukan. Benarkah demikian? Salah besar. Faktanya, angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS sangat besar. Di RSUD dr R.Koesma Tuban, misalnya, kesembuhan pasiennya mencapai 78 persen dari total pasien yang dirawat.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr R. Koesma Tuban Alfian Yuniarta menjelaskan, angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS sangat tinggi. Jumlah pasien covid yang dirawat di rumah sakit pelat merah, misalnya, selama Januari – Juni 2021 tercatat 1.238 pasien.

Dari jumlah tersebut 967 pasien atau 78 persen dinyatakan sembuh. Hanya 162 orang (13 persen) meninggal dunia. Itu pun karena sebagian besar terlambat ditangani. ‘’Yang masuk RS mayoritas kondisinya sudah berat, tapi persentase kesembuhannya tetap tinggi,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyayangkan kabar bohong pesan berantai WhatsApp yang memengaruhi kepercayaan pasien dan keluarganya kepada rumah sakit. Dia memaparkan, 109 orang (9 persen) statusnya APS (atas permintaan sendiri). APS adalah pasien yang meminta pulang paksa sesuai permintaan yang bersangkutan maupun keluarganya.

Mereka meminta pulang dengan alasan tidak betah jauh dari keluarga atau takut di RS. ‘’Mayoritas yang APS ini korban kabar bohong,’’ tandas dia menyayangkan ulah sebagian orang yang tidak memberikan semangat kepada pasien covid, namun justru membuatnya pesimistis.

Di bagian lain, Alfian meminta masyarakat untuk tidak meremehkan gejala batuk, flu, hingga sesak napas. Pertimbangannya keterlambatan penanganan bisa memperburuk keadaan. Dia juga meminta ke pada siapa pun untuk tidak takut periksa di rumah sakit, karena ditangani oleh ahlinya. ‘’Justru sekarang banyak kasus yang menunjukkan banyak pasien isolasi mandiri di rumah yang meninggal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sepekan Nihil Kasus Baru, Sembuh, Meninggal di Tuban

Lebih lanjut dokter yang aktif menjadi influencer di Instagram ini menegaskan, tidak ada yang perlu ditakutkan selama perawatan di RS. Justru saat di RS, pengawasan dan keamanannya lebih terjamin. Tidak perlu khawatir menjadi sumber penularan keluarga atau orang terdekat. ‘’Kalau ada gejala yang mengarah covid dan hasil swab positif, semua biaya ditanggung pemerintah atau gratis. Tidak perlu memikirkan biaya,’’ tegasnya.

Radar Bojonegoro – Sepekan terakhir, media sosial (medsos) ramai kabar hoaks yang menyebut banyak pasien Covid-19 yang meninggal setelah dirawat di rumah sakit (RS) rujukan. Benarkah demikian? Salah besar. Faktanya, angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS sangat besar. Di RSUD dr R.Koesma Tuban, misalnya, kesembuhan pasiennya mencapai 78 persen dari total pasien yang dirawat.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr R. Koesma Tuban Alfian Yuniarta menjelaskan, angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di RS sangat tinggi. Jumlah pasien covid yang dirawat di rumah sakit pelat merah, misalnya, selama Januari – Juni 2021 tercatat 1.238 pasien.

Dari jumlah tersebut 967 pasien atau 78 persen dinyatakan sembuh. Hanya 162 orang (13 persen) meninggal dunia. Itu pun karena sebagian besar terlambat ditangani. ‘’Yang masuk RS mayoritas kondisinya sudah berat, tapi persentase kesembuhannya tetap tinggi,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Konsolidasi Kader dan Pengukuhan Pengurus DPC Partai Gerindra Tuban

Dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menyayangkan kabar bohong pesan berantai WhatsApp yang memengaruhi kepercayaan pasien dan keluarganya kepada rumah sakit. Dia memaparkan, 109 orang (9 persen) statusnya APS (atas permintaan sendiri). APS adalah pasien yang meminta pulang paksa sesuai permintaan yang bersangkutan maupun keluarganya.

Mereka meminta pulang dengan alasan tidak betah jauh dari keluarga atau takut di RS. ‘’Mayoritas yang APS ini korban kabar bohong,’’ tandas dia menyayangkan ulah sebagian orang yang tidak memberikan semangat kepada pasien covid, namun justru membuatnya pesimistis.

Di bagian lain, Alfian meminta masyarakat untuk tidak meremehkan gejala batuk, flu, hingga sesak napas. Pertimbangannya keterlambatan penanganan bisa memperburuk keadaan. Dia juga meminta ke pada siapa pun untuk tidak takut periksa di rumah sakit, karena ditangani oleh ahlinya. ‘’Justru sekarang banyak kasus yang menunjukkan banyak pasien isolasi mandiri di rumah yang meninggal,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Wisata Sunan Bonang Paling Banyak Dikunjungi

Lebih lanjut dokter yang aktif menjadi influencer di Instagram ini menegaskan, tidak ada yang perlu ditakutkan selama perawatan di RS. Justru saat di RS, pengawasan dan keamanannya lebih terjamin. Tidak perlu khawatir menjadi sumber penularan keluarga atau orang terdekat. ‘’Kalau ada gejala yang mengarah covid dan hasil swab positif, semua biaya ditanggung pemerintah atau gratis. Tidak perlu memikirkan biaya,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/