alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Limbah Cemari Lingkungan, Diam-Diam Pabrik Es Tuban Kembali Beroperasi

Radar Tuban – Pasca mengalami kebocaran amonia yang memicu pencemaran sungai, Sabtu (17/7), diam-diam pabrik es PT Tirtojoyo kembali beroperasi. Produksi tersebut ditengarai mengesampingkan dokumen instalasi pengolahan air limbah (ipal) dan saluran sanitasi yang memadai, sebagaimana ketentuan yang disyaratkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban.

Seperti diberitakan sebelumnya, DLH sebagai penjaga kelestarian lingkungan hidup akan mengawasi perizinan jika nantinya pabrik es kristal tersebut kembali beroperasi. Dua perizinan yang harus dipenuhi kalau beroperasi kembali adalah dokumen IPAL dan saluran sanitasi yang memadai.

Sampai berita ini ditulis pukul 20.30, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bambang Irawan belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya yang berkali-kali di hubungi hanya terdengar nada sambung, namun tidak diangkat. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding Sumarlip membenarkan berdasarkan laporan dari perangkat desanya, pabrik sudah beroperasi kembali. Bahkan, limbahnya tetap dibuang ke sungai.

Baca Juga :  Sembilan Program Nawa Bakti, Mewujudkan Kesejahteraan Secara Merata

Sebelum beropersi, kata dia, pengelola pabrik es memenuhi tuntutan warga setempat untuk menebar 30 ribu bibit udang dan ikan di sungai desa setempat, Sabtu (24/7), persisnya setelah setelah pengelola pabrik es tersebut dipanggil di balai desa. Kapolsek Tuban AKP Carito membenarkan pabrik es PT Tirtojoyo sudah beroperasi kembali.

Ditanya izin operasinya, dia menerangkan kanitreskrimnya sudah mengecek dan semua dokumen yang disyaratkan sudah dipenuhi. Sebelum operasi kembali, terang dia, pabrik es mengganti senyawa pendingin nya menjadi freon.

Bahkan, permintaan warga untuk menebar benih sudah dilakukan. Jumlahnya sekitar 30 ribu ekor bibit ikan di sungai Bektiharjo dan sekitar 3 ribu di sungai Desa Prunggahan Wetan. Bahkan, permintaan warga untuk memasang lampu penerangan jalan di luar area Pemandian Bektiharjo juga sudah dipenuhi.

Baca Juga :  Kembali Zona Oranye, Tatap Muka SD–SMP Tertunda

Perwira berpangkat balok tiga di pundak ini memastikan pabrik es tersebut tanpa limbah. Itu karena pabrik tersebut hanya mengolah air untuk didinginkan. Gas amonia pabrik es tersebut bocor dan mencemari sungai, Sabtu (17/7). Akibatnya senyawa kimia tersebut mematikan ikan di sepanjang aliran sungai tersebut, mulai di Desa Bektiharjo, Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, Semanding, Tegalagung, dan Kelurahan Karang, seluruhnya di Kecamatan Semanding. Bersamaan itu warna air menjadi putih kecoklatan. 

Radar Tuban – Pasca mengalami kebocaran amonia yang memicu pencemaran sungai, Sabtu (17/7), diam-diam pabrik es PT Tirtojoyo kembali beroperasi. Produksi tersebut ditengarai mengesampingkan dokumen instalasi pengolahan air limbah (ipal) dan saluran sanitasi yang memadai, sebagaimana ketentuan yang disyaratkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban.

Seperti diberitakan sebelumnya, DLH sebagai penjaga kelestarian lingkungan hidup akan mengawasi perizinan jika nantinya pabrik es kristal tersebut kembali beroperasi. Dua perizinan yang harus dipenuhi kalau beroperasi kembali adalah dokumen IPAL dan saluran sanitasi yang memadai.

Sampai berita ini ditulis pukul 20.30, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bambang Irawan belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya yang berkali-kali di hubungi hanya terdengar nada sambung, namun tidak diangkat. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding Sumarlip membenarkan berdasarkan laporan dari perangkat desanya, pabrik sudah beroperasi kembali. Bahkan, limbahnya tetap dibuang ke sungai.

Baca Juga :  Aktifkan Kembali Pos Kamling

Sebelum beropersi, kata dia, pengelola pabrik es memenuhi tuntutan warga setempat untuk menebar 30 ribu bibit udang dan ikan di sungai desa setempat, Sabtu (24/7), persisnya setelah setelah pengelola pabrik es tersebut dipanggil di balai desa. Kapolsek Tuban AKP Carito membenarkan pabrik es PT Tirtojoyo sudah beroperasi kembali.

Ditanya izin operasinya, dia menerangkan kanitreskrimnya sudah mengecek dan semua dokumen yang disyaratkan sudah dipenuhi. Sebelum operasi kembali, terang dia, pabrik es mengganti senyawa pendingin nya menjadi freon.

Bahkan, permintaan warga untuk menebar benih sudah dilakukan. Jumlahnya sekitar 30 ribu ekor bibit ikan di sungai Bektiharjo dan sekitar 3 ribu di sungai Desa Prunggahan Wetan. Bahkan, permintaan warga untuk memasang lampu penerangan jalan di luar area Pemandian Bektiharjo juga sudah dipenuhi.

Baca Juga :  Tim Bojonegoro Wajib Menang Kontra Tuan Rumah

Perwira berpangkat balok tiga di pundak ini memastikan pabrik es tersebut tanpa limbah. Itu karena pabrik tersebut hanya mengolah air untuk didinginkan. Gas amonia pabrik es tersebut bocor dan mencemari sungai, Sabtu (17/7). Akibatnya senyawa kimia tersebut mematikan ikan di sepanjang aliran sungai tersebut, mulai di Desa Bektiharjo, Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, Semanding, Tegalagung, dan Kelurahan Karang, seluruhnya di Kecamatan Semanding. Bersamaan itu warna air menjadi putih kecoklatan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/