alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Persaingan Jalur Zonasi SMKN Dimulai Hari Ini

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro ­- Pendaftaran jalur zonasi SMKN mulai hari ini (27/6). Pendaftaran tahap ketiga tersebut diperkirakan berlangsung ketat. Sebab pendaftar bersaing memperebutkan kuota 10 persen sesuai jarak rumah ke sekolah.

Kepala SMKN 4 Bojonegoro Suyono mengatakan, jalur zonasi paling banyak diminati. Optimistis jumlah pendaftar akan mencapai pagu. Juga terlihat dari PPDB tahap pertama, sekitar 60 persen pendaftar tidak bisa diterima.

Suyono menjelaskan, pendaftar harus berhati-hati memilih program keahlian. Terdapat beberapa program menjadi rebutan para peserta PPDB. Seperti teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO), teknik komputer dan jaringan, multimedia, dan rekayasa perangkat lunak (RPL).

“Sering terjadi penumpukan pendaftar pada program keahlian tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Persaingan Perebutan Pagu hingga Detik-Detik Akhir

Suyono mengaku, jalur zonasi SMKN 4 Bojonegoro terdapat pagu 47 siswa. Sedangkan SMKN 2 Bojonegoro menyediakan pagu 65 siswa. Terkait kemungkinan adanya kesalahan titik koordinat rumah, menurut Suyono waktu pengambilan PIN sudah terdeteksi. Sebab, pendaftar membawa kartu keluarga (KK) asli untuk menentikan titik koordinat.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Prijono mengatakan, pagu jalur zonasi SMK hanya 10 persen dari total pagu. Sehingga persaingan akan ketat. “Persentase pagu kecil,” terangnya.

Agung meminta pendaftar memperhatikan jarak rumah dengan sekolah dituju. Data statistik zonasi SMK 2021 bisa menjadi referensi pendaftar. Data tersebut menunjukkan jarak rumah siswa diterima di SMK. “Data di website PPDB,” jelasnya.

Baca Juga :  FIFGROUP Cabang Tuban Salurkan 378 Paket Sembako

Selain itu pendaftar tetap berhati-hati dan cermat dalam memilih program dan sekolah. Jangan sampai salah meng-klik pilihan. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro ­- Pendaftaran jalur zonasi SMKN mulai hari ini (27/6). Pendaftaran tahap ketiga tersebut diperkirakan berlangsung ketat. Sebab pendaftar bersaing memperebutkan kuota 10 persen sesuai jarak rumah ke sekolah.

Kepala SMKN 4 Bojonegoro Suyono mengatakan, jalur zonasi paling banyak diminati. Optimistis jumlah pendaftar akan mencapai pagu. Juga terlihat dari PPDB tahap pertama, sekitar 60 persen pendaftar tidak bisa diterima.

Suyono menjelaskan, pendaftar harus berhati-hati memilih program keahlian. Terdapat beberapa program menjadi rebutan para peserta PPDB. Seperti teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO), teknik komputer dan jaringan, multimedia, dan rekayasa perangkat lunak (RPL).

“Sering terjadi penumpukan pendaftar pada program keahlian tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Giliran Guru Terimbas Zonasi

Suyono mengaku, jalur zonasi SMKN 4 Bojonegoro terdapat pagu 47 siswa. Sedangkan SMKN 2 Bojonegoro menyediakan pagu 65 siswa. Terkait kemungkinan adanya kesalahan titik koordinat rumah, menurut Suyono waktu pengambilan PIN sudah terdeteksi. Sebab, pendaftar membawa kartu keluarga (KK) asli untuk menentikan titik koordinat.

Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Agung Prijono mengatakan, pagu jalur zonasi SMK hanya 10 persen dari total pagu. Sehingga persaingan akan ketat. “Persentase pagu kecil,” terangnya.

Agung meminta pendaftar memperhatikan jarak rumah dengan sekolah dituju. Data statistik zonasi SMK 2021 bisa menjadi referensi pendaftar. Data tersebut menunjukkan jarak rumah siswa diterima di SMK. “Data di website PPDB,” jelasnya.

Baca Juga :  Enam Titik Jalan Babat-Ngawi Dilebarkan

Selain itu pendaftar tetap berhati-hati dan cermat dalam memilih program dan sekolah. Jangan sampai salah meng-klik pilihan. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Butuh Satu Alat Berat

Angka Stunting Turun Signifikan

Baterai Lithium tanpa Ember

Artikel Terbaru


/