alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Selama Tiga Tahun, Dikelola BPKAD atau Perbankan

Besaran Dana Abadi Diplot Rp 3 Triliun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Utak-atik dana abadi pendidikan berkelanjutan terus dikaji meski masih menunggu pembahasan. Tentu, belum ada kepastian rencana besaran dana akan digunakan sebagai dana abadi.

Rencananya, nominal akan disimpan mencapai Rp 3 triliun. Jumlah itu rencananya akan dicapai selama tiga tahun ke depan. ‘’Dimulai saat perda (peraturan daerah) dana abadi disahkan,’’ kata anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

Menurut dia, rencananya dana abadi sebesar Rp 3 triliun itu akan dicukupi hingga tiga tahun ke depan. Artinya, hingga 2024 mendatang. Setiap tahun akan dialokasikan Rp 1 triliun dari APBD. Itu jika perda dana abadi disahkan tahun ini.

Besaran dana abadi akan dipasang masih belum final. Pembahasan masih belum dilakukan. Sehingga masih memungkinkan adanya perubahan-perubahan besaran itu. ‘’Tergantung nanti pembahasan bagaimana. Saat ini rencananya Rp 3 triliun itu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Raperda Dana Abadi Ditolak Gubernur

Jika besaran dana sudah ditetapkan, tentu tidak bisa diubah lagi. Jika ingin menambah besaran harus dilakukan perubahan perda. Dana itu nantinya akan ditempatkan di bank. Tentu, bank akan mengelolanya dan  memberikan pendapatan kepada daerah. Itulah yang dijadikan menjalankan program pendidikan berkelanjutan.

Saat ini, raperda dana abadi baru masuk program pembuatan perda (propemperda). Propemperda perubahan sudah diusulkan baru-baru ini. Targetnya perda dana abadi disahkan tahun ini. Sehingga, bisa segera dimulai menjalankan program.

‘’Saat ini tinggal menunggu pembahasan,’’ jelasnya.

Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, hingga saat ini besaran dana abadi pendidikan berkelanjutan masih belum ditentukan. Masih akan dibahas antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan badan anggaran (banggar) DPRD. ‘’Besarannya menunggu final pembahasan dengan DPRD,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sanksi Tegas Menanti Bagi PNS yang Tak Netral

Terkait dengan penempatan uangnya, sejauh ini rencananya akan dikelola oleh badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Artinya ditempatkan di rekening kas daerah (kasda). Namun, jika dalam pembahasan disetujui dikelola pihak ketiga atau bank, tentu dana akan ditempatkan di perbankan.

‘’Kalau mekanisme dikelola oleh BPKAD. Namun, juga bisa kalau dikelola oleh bank. Tergantung hasil pembahasan dengan DPRD,’’ ujar mantan kepala dinas lingkungan hidup tersebut. (zim/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Utak-atik dana abadi pendidikan berkelanjutan terus dikaji meski masih menunggu pembahasan. Tentu, belum ada kepastian rencana besaran dana akan digunakan sebagai dana abadi.

Rencananya, nominal akan disimpan mencapai Rp 3 triliun. Jumlah itu rencananya akan dicapai selama tiga tahun ke depan. ‘’Dimulai saat perda (peraturan daerah) dana abadi disahkan,’’ kata anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

Menurut dia, rencananya dana abadi sebesar Rp 3 triliun itu akan dicukupi hingga tiga tahun ke depan. Artinya, hingga 2024 mendatang. Setiap tahun akan dialokasikan Rp 1 triliun dari APBD. Itu jika perda dana abadi disahkan tahun ini.

Besaran dana abadi akan dipasang masih belum final. Pembahasan masih belum dilakukan. Sehingga masih memungkinkan adanya perubahan-perubahan besaran itu. ‘’Tergantung nanti pembahasan bagaimana. Saat ini rencananya Rp 3 triliun itu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tugas DPRD Bojonegoro Menanti, Rampungkan Perda

Jika besaran dana sudah ditetapkan, tentu tidak bisa diubah lagi. Jika ingin menambah besaran harus dilakukan perubahan perda. Dana itu nantinya akan ditempatkan di bank. Tentu, bank akan mengelolanya dan  memberikan pendapatan kepada daerah. Itulah yang dijadikan menjalankan program pendidikan berkelanjutan.

Saat ini, raperda dana abadi baru masuk program pembuatan perda (propemperda). Propemperda perubahan sudah diusulkan baru-baru ini. Targetnya perda dana abadi disahkan tahun ini. Sehingga, bisa segera dimulai menjalankan program.

‘’Saat ini tinggal menunggu pembahasan,’’ jelasnya.

Sekretaris Daerah Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, hingga saat ini besaran dana abadi pendidikan berkelanjutan masih belum ditentukan. Masih akan dibahas antara tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dengan badan anggaran (banggar) DPRD. ‘’Besarannya menunggu final pembahasan dengan DPRD,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Dana Abadi Pendidikan untuk Keadilan Antargenerasi

Terkait dengan penempatan uangnya, sejauh ini rencananya akan dikelola oleh badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD). Artinya ditempatkan di rekening kas daerah (kasda). Namun, jika dalam pembahasan disetujui dikelola pihak ketiga atau bank, tentu dana akan ditempatkan di perbankan.

‘’Kalau mekanisme dikelola oleh BPKAD. Namun, juga bisa kalau dikelola oleh bank. Tergantung hasil pembahasan dengan DPRD,’’ ujar mantan kepala dinas lingkungan hidup tersebut. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Kampung Tanpa Internet 

Brand Bumi Wali Belum Dipatenkan

Narsis Di Puncak Air Terjun

Artikel Terbaru


/