alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Halindra akan Optimalkan Penanganan Drainase

Radar Tuban – Penataan drainase di wilayah perkotaan mendapat perhatian khusus dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Beberapa hari terakhir, bupati memantau sejumlah titik drainase yang kerap memicu genangan saat hujan deras turun.

Di antara titik drainase yang mendapat atensi adalah di Jalan Basuki Rachmad, Jalan WR Su pratman, dan Jalan Gajah Mada. Pada tiga titik inilah warga kerap mengeluhkan genangan air saat hujan lebat.

Untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut, bupati meminta kepada dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman (PRKP) untuk segera melakukan penanganan. Bupati menjelaskan, genangan yang kerap muncul saat hujan lebat tersebut dipicu penyempitan drainase yang disebabkan oleh timbunan sampah dan akar pohon yang menjalar di antara rongga gorong-gorong.

‘’Untuk Jalan Basuki Rachmad, kami akan mengubah manholenya (penutup draninase). Untuk Jalan WR Supratman, saluran drainasenya terhalang akar pohon, sehingga salurannya harus digeser,’’ katanya sebagai solusi penanganan jangka pendek yang akan segera dilakukan, sebagaimana dikutip dari tubankab.go.id.

Baca Juga :  Hanya Andalkan Event, Okupansi Lesu

Langkah efektif lainnya yang akan segera dilakukan adalah menginstruksikan kepada dinas PRKP untuk semakin mengintensifkan penanganan sampah di gorong-gorong sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran. ‘’Persoalan sampah dari hulu sampai hilir ini harus ditangani secara serius,’’ tegasnya.

Kepala Dinas PRKP Tuban Sudarmaji mengatakan, untuk memastikan tidak ada genangan lagi saat hujan deras, pihaknya diminta bupati untuk membuat kajian penyelesaian. ‘’Sesuai arahan beliu, kami akan melakukan kajian secara menyeluruh. Tidak hanya drainase yang dikunjungi beliau, tapi juga drainasedrainase lain, sesuai arahan beliau,’’ katanya.

Pada penanganan jangka pendek, lanjut Darmaji, pembersihan saluran akan semakin diintensifkan. Kemudian, normalisasi saluran juga akan semakin giat dilakukan dengan pengerukan endapan tanah di setiap goronggorong.

Selain itu, juga pembenahan dan penambahan grill (saluran tangkapan air yang membelah jalan). ‘’Tujuan dari penambahan grill ini untuk mempercepat masuknya limpahan air hujan pada badan saluran, sehingga air tidal lewat di atas jalan,’’ terang mantan kabag kesra setda itu.

Baca Juga :  Stok Elpiji Melon 9 Juta TabungĀ 

Terkait penanganan jangka menengah dan jangka panjang, terang Darmaji, juga sudah disiapkan semua. Selanjutnya akan disampaikan kepada bupati untuk mendapat petunjuk lebih lanjut. ‘’Termasuk sinergi kegiatan dengan lintas dinas. Nanti, akan kami sampaikan langsung kepada beliau,’’ paparnya.

Soal standar pelayanan minimal (SPM), terang Darmaji, drainase di seputar perkotaan sudah memenuhi. Salah satu SPM yang menjadi indikator adalah terkait durasi genangan.

Rata-rata genangan di sejumlah titik jalan dalam kota tidak lebih dari 15 menit. Artinya, masih dalam batas kewajaran. Namun, optimalisasi tetap harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. ‘’Sesuai arahan beliau, persoalan drainase ini harus dilakukan perbaikan secara maksimal,’’ tegasnya.

Radar Tuban – Penataan drainase di wilayah perkotaan mendapat perhatian khusus dari Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky. Beberapa hari terakhir, bupati memantau sejumlah titik drainase yang kerap memicu genangan saat hujan deras turun.

Di antara titik drainase yang mendapat atensi adalah di Jalan Basuki Rachmad, Jalan WR Su pratman, dan Jalan Gajah Mada. Pada tiga titik inilah warga kerap mengeluhkan genangan air saat hujan lebat.

Untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut, bupati meminta kepada dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman (PRKP) untuk segera melakukan penanganan. Bupati menjelaskan, genangan yang kerap muncul saat hujan lebat tersebut dipicu penyempitan drainase yang disebabkan oleh timbunan sampah dan akar pohon yang menjalar di antara rongga gorong-gorong.

‘’Untuk Jalan Basuki Rachmad, kami akan mengubah manholenya (penutup draninase). Untuk Jalan WR Supratman, saluran drainasenya terhalang akar pohon, sehingga salurannya harus digeser,’’ katanya sebagai solusi penanganan jangka pendek yang akan segera dilakukan, sebagaimana dikutip dari tubankab.go.id.

Baca Juga :  Pertokoan Eks Tanggul Jalan MH Thamrin Diminta Dibongkar

Langkah efektif lainnya yang akan segera dilakukan adalah menginstruksikan kepada dinas PRKP untuk semakin mengintensifkan penanganan sampah di gorong-gorong sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran. ‘’Persoalan sampah dari hulu sampai hilir ini harus ditangani secara serius,’’ tegasnya.

Kepala Dinas PRKP Tuban Sudarmaji mengatakan, untuk memastikan tidak ada genangan lagi saat hujan deras, pihaknya diminta bupati untuk membuat kajian penyelesaian. ‘’Sesuai arahan beliu, kami akan melakukan kajian secara menyeluruh. Tidak hanya drainase yang dikunjungi beliau, tapi juga drainasedrainase lain, sesuai arahan beliau,’’ katanya.

Pada penanganan jangka pendek, lanjut Darmaji, pembersihan saluran akan semakin diintensifkan. Kemudian, normalisasi saluran juga akan semakin giat dilakukan dengan pengerukan endapan tanah di setiap goronggorong.

Selain itu, juga pembenahan dan penambahan grill (saluran tangkapan air yang membelah jalan). ‘’Tujuan dari penambahan grill ini untuk mempercepat masuknya limpahan air hujan pada badan saluran, sehingga air tidal lewat di atas jalan,’’ terang mantan kabag kesra setda itu.

Baca Juga :  Tujuh Parpol di Bojonegoro Cairkan Banpol

Terkait penanganan jangka menengah dan jangka panjang, terang Darmaji, juga sudah disiapkan semua. Selanjutnya akan disampaikan kepada bupati untuk mendapat petunjuk lebih lanjut. ‘’Termasuk sinergi kegiatan dengan lintas dinas. Nanti, akan kami sampaikan langsung kepada beliau,’’ paparnya.

Soal standar pelayanan minimal (SPM), terang Darmaji, drainase di seputar perkotaan sudah memenuhi. Salah satu SPM yang menjadi indikator adalah terkait durasi genangan.

Rata-rata genangan di sejumlah titik jalan dalam kota tidak lebih dari 15 menit. Artinya, masih dalam batas kewajaran. Namun, optimalisasi tetap harus dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. ‘’Sesuai arahan beliau, persoalan drainase ini harus dilakukan perbaikan secara maksimal,’’ tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/