alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Proyek di Bojonegoro Belum Tuntas, Tetap Anggarkan Sarana Penunjang

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendirian dua rumah pompa air pengendali banjir di Kecamatan Kota ternyata butuh sarana penunjang tambahan. Termasuk tetap mengajukan sarana penunjang di proyek rumah pompa Desa Kalirejo, meski proyek ini belum tuntas hingga kontraktor diputus kontrak.

 

Sedangkan, proyek rumah pompa di Desa Semanding sudah selesai. Tinggal penambahan sarana penunjang. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro masih proses perencanaan. Terkait lelang pekerjaan fisik diperkirakan Juni, sehingga sekitar Juli mendatang sudah mulai pengerjaan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya menerangkan, bahwa pagu proyek peningkatan sarana dan prasarana penunjang di rumah pompa air Desa Semanding sekitar Rp 600 juta. Sedangkan pagu proyek di rumah pompa air Desa Kalirejo sekitar Rp 1,3 miliar.

Baca Juga :  Kali Meluap, Sempat Rendam Desa Pacul Bojonegoro

 

“Sarana dan prasarana penunjang ini salah satunya tembok penahan tanah. Sehingga performa rumah pompa air sebagai pengendali banjir kota bisa berjalan optimal,” ujar David.

 

Perlu diketahui, konsultan proyek peningkatan sarana dan prasarana di rumah pompa air Desa Semanding ialah CV Secra asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander. Sedangkan konsultan di rumah pompa air Desa Kalirejo yakni CV Mandiri Karya Konsultan asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota.

 

Namun, pihaknya masih perlu merampungkan proyek pembangunan rumah pompa air Desa Kalirejo yang belum rampung hingga sekarang. Kondisinya baru berdiri fondasi saja, bangunan rumah pompa airnya belum dibangun.

 

Bahkan, rekanan mengerjakan proyek senilai Rp 2,7 miliar itu telah diputus kontrak karena tidak bisa menyelesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Semoga bisa kami kerjakan dan rampungkan tahun ini, baik rumah pompa airnya beserta sarana prasarana penunjang,” katanya.  (bgs/rij)

Baca Juga :  Semoga Masyarakat Semakin Kompak dan Bisa Berkolaborasi dengan Baik

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendirian dua rumah pompa air pengendali banjir di Kecamatan Kota ternyata butuh sarana penunjang tambahan. Termasuk tetap mengajukan sarana penunjang di proyek rumah pompa Desa Kalirejo, meski proyek ini belum tuntas hingga kontraktor diputus kontrak.

 

Sedangkan, proyek rumah pompa di Desa Semanding sudah selesai. Tinggal penambahan sarana penunjang. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro masih proses perencanaan. Terkait lelang pekerjaan fisik diperkirakan Juni, sehingga sekitar Juli mendatang sudah mulai pengerjaan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Operasional dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Bojonegoro David Yudha Prasetya menerangkan, bahwa pagu proyek peningkatan sarana dan prasarana penunjang di rumah pompa air Desa Semanding sekitar Rp 600 juta. Sedangkan pagu proyek di rumah pompa air Desa Kalirejo sekitar Rp 1,3 miliar.

Baca Juga :  Kali Meluap, Sempat Rendam Desa Pacul Bojonegoro

 

“Sarana dan prasarana penunjang ini salah satunya tembok penahan tanah. Sehingga performa rumah pompa air sebagai pengendali banjir kota bisa berjalan optimal,” ujar David.

 

Perlu diketahui, konsultan proyek peningkatan sarana dan prasarana di rumah pompa air Desa Semanding ialah CV Secra asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander. Sedangkan konsultan di rumah pompa air Desa Kalirejo yakni CV Mandiri Karya Konsultan asal Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro Kota.

 

Namun, pihaknya masih perlu merampungkan proyek pembangunan rumah pompa air Desa Kalirejo yang belum rampung hingga sekarang. Kondisinya baru berdiri fondasi saja, bangunan rumah pompa airnya belum dibangun.

 

Bahkan, rekanan mengerjakan proyek senilai Rp 2,7 miliar itu telah diputus kontrak karena tidak bisa menyelesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Semoga bisa kami kerjakan dan rampungkan tahun ini, baik rumah pompa airnya beserta sarana prasarana penunjang,” katanya.  (bgs/rij)

Baca Juga :  Kepala Ruang Radiologi Meninggal karena Covid-19, RSUD Tetap Buka

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/