alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Modal Dua BUMD Baru di Bojonegoro Terancam Tak Terserap

- Advertisement -

’’Hingga kini belum ada progres apapun terkait pendirian BUMD baru itu. Seharusnya sudah mulai beroperasi.’’

LASURI, Anggota Komisi B DPRD

 

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Alokasi penyertaan modal untuk badan usaha milik daerah (BUMD) tahun ini cukup besar. Tahun ini pemkab mengalokasikan Rp 22 miliar untuk dua BUMD, yakni Perumda Pangan Mandiri dan PDAM.

 

Hingga kini anggaran penyertaan modal itu belum digunakan. DPRD mendesak pemkab segera menggunakan anggaran itu terutama untuk BUMD baru. ‘’Tahun lalu untuk BUMD Pangan Mandiri sudah dipasang, karena tidak terpakai tahun ini dipasang lagi,’’ kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

- Advertisement -

 

Menurut Lasuri, alokasi anggaran penyertaan modal BUMD bisa tidak terserap maksimal. Sebab, hingga kini pemkab belum melakukan progres apapun terkait dengan BUMD Pangan Mandiri. Padahal, targetnya tahun ini BUMD itu bisa beroperasi.

Baca Juga :  Daging Kurban Diimbau Pakai Daun Pisang atau Jati

 

Regulasi atau peraturan daerah (Perda) BUMD Pangan Mandiri sudah didok sejak tahun lalu. Tahun ini dijadwalkan pembentukan badan usaha dan menejemen. Sehingga, bisa segera beroperasi. ‘’Hingga kini belum ada progres apapun terkait pendirian BUMD baru itu. Seharusnya sudah mulai beroperasi,’’ tutur pria asli Baureno itu.

 

Tahun ini, BUMD Pangan Mandiri dialokasikan anggaran Rp 12 miliar. Anggaran untuk rekrutmen manajemen dan operasional. PDAM tahun ini bakal disuntik dana Rp 10 miliar. Itu karena sejak tahun lalu PDAM mulai ditarget setor dividen.

 

Tahun lalu PDAM menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar, yakni Rp 2,6 miliar. Tahun ini target PAD yang bakal disetorkan tidak berbeda jauh dari tahun lalu.

Baca Juga :  Jasad Bocah 13 Tahun Ditemukan Dekat Lokasi dari Titik awal Tenggelam

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Bojonegoro Anwar Muktadho menjelaskan, tahun ini penyertaan modal memang sebesar Rp 22 miliar. Anggaran itu akan dibagi antara PDAM dan BUMD Pangan Mandiri. Namun, terkait realiasi pihaknya belum bisa memberikan keterangan.

 

‘’Itu langsung saja ke BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah0,’’ jelasnya. (zim/rij)

’’Hingga kini belum ada progres apapun terkait pendirian BUMD baru itu. Seharusnya sudah mulai beroperasi.’’

LASURI, Anggota Komisi B DPRD

 

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Alokasi penyertaan modal untuk badan usaha milik daerah (BUMD) tahun ini cukup besar. Tahun ini pemkab mengalokasikan Rp 22 miliar untuk dua BUMD, yakni Perumda Pangan Mandiri dan PDAM.

 

Hingga kini anggaran penyertaan modal itu belum digunakan. DPRD mendesak pemkab segera menggunakan anggaran itu terutama untuk BUMD baru. ‘’Tahun lalu untuk BUMD Pangan Mandiri sudah dipasang, karena tidak terpakai tahun ini dipasang lagi,’’ kata Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri.

- Advertisement -

 

Menurut Lasuri, alokasi anggaran penyertaan modal BUMD bisa tidak terserap maksimal. Sebab, hingga kini pemkab belum melakukan progres apapun terkait dengan BUMD Pangan Mandiri. Padahal, targetnya tahun ini BUMD itu bisa beroperasi.

Baca Juga :  Lima Bulan 266 Orang di Bojonegoro Terkena DBD

 

Regulasi atau peraturan daerah (Perda) BUMD Pangan Mandiri sudah didok sejak tahun lalu. Tahun ini dijadwalkan pembentukan badan usaha dan menejemen. Sehingga, bisa segera beroperasi. ‘’Hingga kini belum ada progres apapun terkait pendirian BUMD baru itu. Seharusnya sudah mulai beroperasi,’’ tutur pria asli Baureno itu.

 

Tahun ini, BUMD Pangan Mandiri dialokasikan anggaran Rp 12 miliar. Anggaran untuk rekrutmen manajemen dan operasional. PDAM tahun ini bakal disuntik dana Rp 10 miliar. Itu karena sejak tahun lalu PDAM mulai ditarget setor dividen.

 

Tahun lalu PDAM menyetorkan pendapatan asli daerah (PAD) cukup besar, yakni Rp 2,6 miliar. Tahun ini target PAD yang bakal disetorkan tidak berbeda jauh dari tahun lalu.

Baca Juga :  Warning Kontraktor Bersihkan Material Trotoar

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Bojonegoro Anwar Muktadho menjelaskan, tahun ini penyertaan modal memang sebesar Rp 22 miliar. Anggaran itu akan dibagi antara PDAM dan BUMD Pangan Mandiri. Namun, terkait realiasi pihaknya belum bisa memberikan keterangan.

 

‘’Itu langsung saja ke BPKAD (badan pengelolaan keuangan dan aset daerah0,’’ jelasnya. (zim/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Memasuki Musim Tanam

Tetap Pakai Zonasi PPDB

Purnawirawan Polisi pun Ikut Berebut

Artikel Terbaru


/