alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Anggaran Diperkirakan Rp 2 Miliar

BLT Buruh Rokok di Bojonegoro Prioritas yang Bergaji Rendah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendataan buruh penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) saat ini berpindah ke dinas sosial (dinsos). Pagu anggaran sekitar Rp 2 miliar, namun pembagiannya akan dilakukan verifikasi. Diprioritaskan buruh pabrik rokok dengan gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK).

 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Arwan menjelaskan, BLT DBH CHT akan ditindaklanjuti setelah perpindahan dari bidang perekonomian kepada dinasnya. Rencana pembagian diberikan kepada buruh pabrik rokok tidak mampu atau di bawah UMK.

 

“Kamis lalu baru kami rapatkan. Rencananya untuk para buruh yang tidak mampu,” ungkapnya.

 

Arwan menjelaskan, nilai BLT DBH CHT sekitar Rp 2 miliar, dengan jumlah tersebut pihaknya perlu memverifikasi. Tentu, agar penyaluran tepat sasaran. Terkait pendataan akan mengambil data sudah ada di dinas ketenagakerjaan, dilanjutkan pemilahan penerima.

Baca Juga :  Satu Tahun Covid di Tuban, Tersisa 101 Pasien Positif

“Itupun nilainya hanya Rp 2 miliar-an, kalau semua diberi, terus berpa nanti tiap orang,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI Bojonegoro Anis Yulianti mengungkapkan, buruh pabrik rokok butuh kepastian penerima BLT. Sebab, tahun lalu tidak ada kelanjutan data pekerja telah diberikan.

 

Menurut Anis, terkait penerima BLT di bawah UMK, pemerintah perlu melihat kembali kebijakan di kabupaten lain. Sebab, para pekerja tergabung dalam serikat, semuanya sudah digaji sesuai UMK.

 

“Kalau masuk dalam serikat pasti gajinya sudah UMK, padahal kabupaten lain setiap MPS menerima,” jelasnya. (luk/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pendataan buruh penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) saat ini berpindah ke dinas sosial (dinsos). Pagu anggaran sekitar Rp 2 miliar, namun pembagiannya akan dilakukan verifikasi. Diprioritaskan buruh pabrik rokok dengan gaji di bawah upah minimum kabupaten (UMK).

 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Arwan menjelaskan, BLT DBH CHT akan ditindaklanjuti setelah perpindahan dari bidang perekonomian kepada dinasnya. Rencana pembagian diberikan kepada buruh pabrik rokok tidak mampu atau di bawah UMK.

 

“Kamis lalu baru kami rapatkan. Rencananya untuk para buruh yang tidak mampu,” ungkapnya.

 

Arwan menjelaskan, nilai BLT DBH CHT sekitar Rp 2 miliar, dengan jumlah tersebut pihaknya perlu memverifikasi. Tentu, agar penyaluran tepat sasaran. Terkait pendataan akan mengambil data sudah ada di dinas ketenagakerjaan, dilanjutkan pemilahan penerima.

Baca Juga :  Lindungi Keluarga dengan BPJS Ketenagakerjaan

“Itupun nilainya hanya Rp 2 miliar-an, kalau semua diberi, terus berpa nanti tiap orang,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM) SPSI Bojonegoro Anis Yulianti mengungkapkan, buruh pabrik rokok butuh kepastian penerima BLT. Sebab, tahun lalu tidak ada kelanjutan data pekerja telah diberikan.

 

Menurut Anis, terkait penerima BLT di bawah UMK, pemerintah perlu melihat kembali kebijakan di kabupaten lain. Sebab, para pekerja tergabung dalam serikat, semuanya sudah digaji sesuai UMK.

 

“Kalau masuk dalam serikat pasti gajinya sudah UMK, padahal kabupaten lain setiap MPS menerima,” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/