alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Dampak Pandemi, Selama Empat Bulan Hampir Rp 1 M PAD Wisata Hilang

TUBAN, Radar Tuban – Sejak diterapkannya kebijakan penutupan tempat wisata menyusul pandemi Covid-19, pendapatan Pemkab Tuban dari sektor wisata lumpuh. Tak ada pemasukan sama sekali.

Kepala dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora) Sulistyadi mengungkapkan, sejak pandemic Covid-19 melanda Indonesia pada Februari lalu hingga sekarang, total proyeksi pendapatan dari sektor wisata yang lepas kurang lebih sekitar Rp 980 juta. 

‘’Asumsi kita dari pendapatan setiap bulan yang mulai turun sejak covid masuk ke Indonesia ditambah kebijakan penutupan yang dimulai awal Maret lalu hingga Mei ini,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Didit-sapaan akrabnya Sulistyadi, pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata yang lepas hampir Rp 1 miliar itu berasal dari empat lokasi wisata yang dikelola Pemkab Tuban. Yakni, wisata Gua Akbar, Pemandian Bektiharjo, Pantai Boom, dan Terminal Wisata Tuban (TWT). ‘’Sejak ditutup pada Maret lalu hingga sekarang nol pendapatan. Tidak ada pemasukan sama sekali,’’ terang mantan asisten perekonomian dan pembangunan setda itu.

Baca Juga :  Momentum Menghidupkan Pasar

Lebih lanjut Didit menyampaikan, jika dihitung pandapatan tiap bulan dari masing-masing sektor wisata yang dikelola pemkab tersebut totalnya kurang lebih sekitar Rp 147 juta. Rinciannya, Gua Akbar kurang lebih sekitar Rp 60 juta, Pemandian Bektiharjo Rp 85 juta, Pantai Boom Rp 90 juta, dan TWT sekitar Rp 12 juta per bulan. 

‘’Semakin lama penanganan Covid-19 ini sulit dikendalikan, maka semakin lama tempat wisata akan ditutup,’’ terang mantan Camat Tuban itu.

Selain berdampak pada pendapatan yang nol rupiah. Secara otomatis target dalam satu tahun juga tidak mungkin tercapai. Karena itu, refocusing target pun dilakukan. Dari yang awalnya PAD dari sektor wisata ditargetkan sebesar Rp 2,9 miliar, kini hanya tinggal sekitar Rp 632 juta. Itu pun dengan asumsi Covid-19 segera berakhir sebelum akhir tahun.

Baca Juga :  Penumpang KAI Harus Tunjukkan Surat Keterangan Kepentingan

‘’Kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Tapi, jika sampai akhir tahun belum selesai, ya refocusing target pun belum tentu bisa tercapai,’’ terangnya.

Sementara itu, di sisi lain kebutuhan operasional tetap harus jalan. Mulai dari gaji petugas, operasional kebersihan, kebutuhan listrik, dan kebutuhan-kebutuhan harian lainnya yang tidak bisa ditunda.

TUBAN, Radar Tuban – Sejak diterapkannya kebijakan penutupan tempat wisata menyusul pandemi Covid-19, pendapatan Pemkab Tuban dari sektor wisata lumpuh. Tak ada pemasukan sama sekali.

Kepala dinas pariwisata, kebudayaan, pemuda, dan olahraga (disparbudpora) Sulistyadi mengungkapkan, sejak pandemic Covid-19 melanda Indonesia pada Februari lalu hingga sekarang, total proyeksi pendapatan dari sektor wisata yang lepas kurang lebih sekitar Rp 980 juta. 

‘’Asumsi kita dari pendapatan setiap bulan yang mulai turun sejak covid masuk ke Indonesia ditambah kebijakan penutupan yang dimulai awal Maret lalu hingga Mei ini,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Didit-sapaan akrabnya Sulistyadi, pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata yang lepas hampir Rp 1 miliar itu berasal dari empat lokasi wisata yang dikelola Pemkab Tuban. Yakni, wisata Gua Akbar, Pemandian Bektiharjo, Pantai Boom, dan Terminal Wisata Tuban (TWT). ‘’Sejak ditutup pada Maret lalu hingga sekarang nol pendapatan. Tidak ada pemasukan sama sekali,’’ terang mantan asisten perekonomian dan pembangunan setda itu.

Baca Juga :  Cerita Arhan Alief Rifai, Pemain Muda PSIS Tenar di Lapangan Hijau

Lebih lanjut Didit menyampaikan, jika dihitung pandapatan tiap bulan dari masing-masing sektor wisata yang dikelola pemkab tersebut totalnya kurang lebih sekitar Rp 147 juta. Rinciannya, Gua Akbar kurang lebih sekitar Rp 60 juta, Pemandian Bektiharjo Rp 85 juta, Pantai Boom Rp 90 juta, dan TWT sekitar Rp 12 juta per bulan. 

‘’Semakin lama penanganan Covid-19 ini sulit dikendalikan, maka semakin lama tempat wisata akan ditutup,’’ terang mantan Camat Tuban itu.

Selain berdampak pada pendapatan yang nol rupiah. Secara otomatis target dalam satu tahun juga tidak mungkin tercapai. Karena itu, refocusing target pun dilakukan. Dari yang awalnya PAD dari sektor wisata ditargetkan sebesar Rp 2,9 miliar, kini hanya tinggal sekitar Rp 632 juta. Itu pun dengan asumsi Covid-19 segera berakhir sebelum akhir tahun.

Baca Juga :  Lamongan FC: Menang Tiga Kali Beruntun

‘’Kita semua berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Tapi, jika sampai akhir tahun belum selesai, ya refocusing target pun belum tentu bisa tercapai,’’ terangnya.

Sementara itu, di sisi lain kebutuhan operasional tetap harus jalan. Mulai dari gaji petugas, operasional kebersihan, kebutuhan listrik, dan kebutuhan-kebutuhan harian lainnya yang tidak bisa ditunda.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/