alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Bank Jatim Luncurkan E-Bansos BPNT Daerah

TUBAN – Bank Jatim Cabang Tuban bersama Pemkab Tuban kembali menjalin kerja sama dengan meluncurkan inovasi e-bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Daerah kemarin (26/12). Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, program elektronisasi penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM) itu diresmikan oleh Bupati Tuban Fathul Huda.

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang konsisten dalam mendukung program-program Pemkab Tuban dengan meluncurkan program elektronisasi. Disampaikan bupati, di era sekarang ini, layanan berbasis informasi teknologi (IT) menjadi salah satu tuntutan yang wajib dipenuhi. ‘’Dengan IT, pelayanan semakin efisien, akurat, dan cermat,’’ katanya memberikan apresiasi terhadap program e-bansos Bank Jatim Cabang Tuban.

Bupati berharap, kerja sama program elektronisasi yang sudah terjalin baik tersebut bisa terus dikembangkan dengan program-program lain. Seperti elektronisasi pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Seperti retribusi galian C dan retribusi umum. ‘’Kami berharap kerja sama elektronisasi yang sudah baik ini bisa terus dikembangkan, sehingga penerimaan PAD bisa maksimal dan termonitor,’’ kata dia berharap. 

Gayung bersambut. Pimpinan Divisi Teknologi Informasi Bank Jatim Pusat Arif Wicaksono yang hadir dalam peluncuran program e-bansos tersebut berkomitmen untuk terus membuat inovasi elektronisasi baru dalam mendukung program-program Pemkab Tuban. ‘’Sudah menjadi komitmen kami untuk terus berupaya semaksimal mungkin membantu menyukseskan visi misi bupati, sekaligus program-program Pemkab Tuban,’’ terang Arif mewakili pimpinan Bank Jatim Pusat.

Baca Juga :  Salurkan Sembako dan Uang Pendidikan

Menurut Arif, banyak program elektronisasi yang bisa dikembangkan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Disampaikan Arif, selain kerja sama dengan dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos P3A) setempat dalam menjalankan program e-bansos BPNT Daerah, Bank Jatim juga siap bekerja sama dengan seluruh organsiasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat dalam mengembangkan program elektronisasi di masing-masing dinas.

‘’Banyak aplikasi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Mulai dari pajak daerah hingga retribusi umum. Sehingga penerimaan daerah semakin optimal. Dan, kami siap,’’ tegasnya.

Pemimpin Bank Jatim Cabang Tuban Setyo Budhi Widiyanto menjelaskan, e-bansos merupakan program penyaluran BPNT Daerah yang dilakukan dengan menggunakan sistem elektronik yang difasilitasi Bank Jatim. Dengan e-bansos tersebut, keluarga penerima manfaat atau KPM BPNT Daerah akan menerima kartu yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan barcode. Nah, dengan kartu berbarcode inilah KPM bisa membeli bahan pangan seperti beras dan telur di agen-agen BPNT Daerah yang ditunjuk dinsos-P3A secara digital.

Baca Juga :  Tak Cair, BPNT Daerah Diusulkan Lagi

Disampaikan Tyo, sapaan akrabnya, banyak kelebihan yang dimiliki sistem elektronisasi. Pertama, penyerahan bantuan bisa dikontrol mulai dari hulu hingga hilir. Kedua, lebih mudah termonitor. Ketiga, cara pelaporannya lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara transparan. Sebab, dengan adanya e-bansos ini, KPM tinggal menunjukkan kartu berbarcode kepada agen yang ditunjuk.

Selanjutnya, kartu tersebut di-scan untuk ditukar dengan beras maupun telur. Secara otomatis uang pembelian akan ditransfer ke rekening sistem resi gudang (SRG), selaku penyuplai beras. Kemudian dari SRG akan mentransfer pembagian fee ke agen. ‘’Jadi, sama sekali tidak ada proses tunai di dalamnya,’’ paparnya. Praktis, dengan adanya sistem e-bansos tersebut, penyerahan bantuan kepada KPM semakin akurat, transparan, dan terkontrol. 

Sekadar diketahui, BPNT Daerah merupakan program bantuan pangan non tunai yang diberikan Pemkab Tuban kepada KPM yang belum terakomodir dalam KPM BPNT pusat. Bantuan ini bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tuban.

TUBAN – Bank Jatim Cabang Tuban bersama Pemkab Tuban kembali menjalin kerja sama dengan meluncurkan inovasi e-bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Daerah kemarin (26/12). Bertempat di Pendapa Krida Manunggal Tuban, program elektronisasi penyaluran bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM) itu diresmikan oleh Bupati Tuban Fathul Huda.

Dalam sambutannya, bupati memberikan apresiasi kepada Bank Jatim yang konsisten dalam mendukung program-program Pemkab Tuban dengan meluncurkan program elektronisasi. Disampaikan bupati, di era sekarang ini, layanan berbasis informasi teknologi (IT) menjadi salah satu tuntutan yang wajib dipenuhi. ‘’Dengan IT, pelayanan semakin efisien, akurat, dan cermat,’’ katanya memberikan apresiasi terhadap program e-bansos Bank Jatim Cabang Tuban.

Bupati berharap, kerja sama program elektronisasi yang sudah terjalin baik tersebut bisa terus dikembangkan dengan program-program lain. Seperti elektronisasi pada penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Seperti retribusi galian C dan retribusi umum. ‘’Kami berharap kerja sama elektronisasi yang sudah baik ini bisa terus dikembangkan, sehingga penerimaan PAD bisa maksimal dan termonitor,’’ kata dia berharap. 

Gayung bersambut. Pimpinan Divisi Teknologi Informasi Bank Jatim Pusat Arif Wicaksono yang hadir dalam peluncuran program e-bansos tersebut berkomitmen untuk terus membuat inovasi elektronisasi baru dalam mendukung program-program Pemkab Tuban. ‘’Sudah menjadi komitmen kami untuk terus berupaya semaksimal mungkin membantu menyukseskan visi misi bupati, sekaligus program-program Pemkab Tuban,’’ terang Arif mewakili pimpinan Bank Jatim Pusat.

Baca Juga :  Proyek di Bojonegoro Belum Tuntas, Tetap Anggarkan Sarana Penunjang

Menurut Arif, banyak program elektronisasi yang bisa dikembangkan untuk mengoptimalkan penerimaan daerah. Disampaikan Arif, selain kerja sama dengan dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos P3A) setempat dalam menjalankan program e-bansos BPNT Daerah, Bank Jatim juga siap bekerja sama dengan seluruh organsiasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemkab setempat dalam mengembangkan program elektronisasi di masing-masing dinas.

‘’Banyak aplikasi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah. Mulai dari pajak daerah hingga retribusi umum. Sehingga penerimaan daerah semakin optimal. Dan, kami siap,’’ tegasnya.

Pemimpin Bank Jatim Cabang Tuban Setyo Budhi Widiyanto menjelaskan, e-bansos merupakan program penyaluran BPNT Daerah yang dilakukan dengan menggunakan sistem elektronik yang difasilitasi Bank Jatim. Dengan e-bansos tersebut, keluarga penerima manfaat atau KPM BPNT Daerah akan menerima kartu yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan barcode. Nah, dengan kartu berbarcode inilah KPM bisa membeli bahan pangan seperti beras dan telur di agen-agen BPNT Daerah yang ditunjuk dinsos-P3A secara digital.

Baca Juga :  DPRD Bojonegoro Beri Catatan 29 Rekom ke OPD

Disampaikan Tyo, sapaan akrabnya, banyak kelebihan yang dimiliki sistem elektronisasi. Pertama, penyerahan bantuan bisa dikontrol mulai dari hulu hingga hilir. Kedua, lebih mudah termonitor. Ketiga, cara pelaporannya lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan secara transparan. Sebab, dengan adanya e-bansos ini, KPM tinggal menunjukkan kartu berbarcode kepada agen yang ditunjuk.

Selanjutnya, kartu tersebut di-scan untuk ditukar dengan beras maupun telur. Secara otomatis uang pembelian akan ditransfer ke rekening sistem resi gudang (SRG), selaku penyuplai beras. Kemudian dari SRG akan mentransfer pembagian fee ke agen. ‘’Jadi, sama sekali tidak ada proses tunai di dalamnya,’’ paparnya. Praktis, dengan adanya sistem e-bansos tersebut, penyerahan bantuan kepada KPM semakin akurat, transparan, dan terkontrol. 

Sekadar diketahui, BPNT Daerah merupakan program bantuan pangan non tunai yang diberikan Pemkab Tuban kepada KPM yang belum terakomodir dalam KPM BPNT pusat. Bantuan ini bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tuban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/