alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Rumah Sakit Internasional Siap Berdiri di Tuban

Radar Tuban – Satu lagi, terobosan Pemkab Tuban melalui badan usaha milik daerah (BUMD)-nya PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) mendirikan rumah sakit internasional di Tuban. Pendirian fasilitas kesehatan berskala internasional tersebut menggandeng Serco Asia Pasifik yang berkedudukan di Australia. 

Penandatanganan letter of intent (LoI) atau kesepahaman kerja sama dengan Serco Asia Pacific, BUMD Pemprov Jatim PT Jatim Graha Utama, dan BUMD Pemkab Tuban PT RSM berlangsung di Grand Ballroom Hotel Sheraton Surabaya kemarin (26/11). 

Penandatanganan kesepahaman kerja sama yang bertepatan dengan event East Java Investival (EJI) 2020 tersebut berlangsung di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov Jatim Aris Mukiyono.

CEO Serco Asia Pasifik, Gary Brown mengatakan, dipilihnya Tuban sebagai tempat pengembangan fasilitas kesehatan karena kabupaten di pesisir pantai utara (pantura) tersebut memiliki potensi yang luar biasa. Begitu juga pertumbuhannya cukup bagus. Di Tuban, kata dia, juga berdiri dan tengah dibangun proyek vital nasional dan internasional. Kondisi tersebut, kata Gary, tentu menumbuhkan potensi masyarakat kelas atas sebagai tenaga profesional yang berkemampuan di bidangnya. ”Terutama tenaga profesional ekspatriat yang terbiasa dilayani dengan standar internasional,” ujar Gary Brown. 

Sebelum memutuskan membangun rumah sakit internasional di Bumi Wali, Gary Brown sempat beberapa kali meeting dengan sejumlah pemangku kepentingan di Tuban. Bukan hanya itu, dia juga melakukan kunjungan lapangan bersama Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein. 

Gary Brown juga terang-terangan menyatakan lebih tertarik berinvestasi di Tuban daripada daerah lain di Jatim. Sebelum memutuskan mendirikan rumah sakit internasional di Bumi Ronggolawe, dia sempat melakukan survei di Kepanjen, Malang. ”Kami putuskan untuk mengembangkan sayap di Tuban,” tegas dia.  

Baca Juga :  Pemugaran Taman Sleko Telan Rp 1,7 M

Dubes Indonesia di Australia Kristiarto Legowo melalui dialog virtual di sela acara dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  memberikan apresiasi penandatanganan 

kesepahaman kerja sama investasi pembangunan rumah sakit internasional di Tuban antara tiga pihak. Yakni, BUMD Pemprov Jatim PT Jatim Graha Utama, BUMD Pemkab Tuban PT RSM, dan PT Serco Asia Pacifik. ”Semoga ini bisa membawa dampak positif di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Tuban dan sekitarnya,” ujar dia. 

Dihubungi Jawa Pos Radar Tuban kemarin petang, Direktur BUMD PT RSM Tuban Amin Jaya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Tuban), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP) Tuban, dan bagian perekonomian yang sudah bahu membahu merealisasikan rencana kerja sama tersebut. ”Tentu saja, dukungan dari Bupati Tuban untuk menyiapkan Tuban masa depan yang lebih modern,” tegas dia.

Amin berharap potensi berdirinya rumah sakit internasional tersebut tidak hanya bisa memfasilitasi warga Tuban saja, namun juga warga kabupaten tetangga untuk mendapat fasilitas modern. ”Side effect-nya tentu saja untuk membangkitkan perekonomian Tuban,” tegas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein mengatakan, penadatanganan LoI merupakan tahap awal kerja sama. Setelah naskah  kesepahaman kerja sama ditandatangani, kata dia, enam bulan ke depan antarpihak melakukan meeting dan kajian untuk dirumuskan dalam memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepakatan. 

Kepada wartawan koran ini, Noor Nahar mengaku belum tahu persis seperti ada sharing dan model kerja sama pendirian rumah sakit internasional di Tuban tersebut. Karena diperkirakan gambarannya menyangkut bisnis to bisnis, maka pemkab maupun pemprov mengajak BUMD-nya. 

Baca Juga :  Sumur Sebagai Obyek Vital Era Penjajahan

Mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban itu menegaskan, rumah sakit internasional tersebut untuk menyosong perkembangan industri di Tuban. Dikatakan dia, keberadaan tenaga kerja asing atau ekspatriat menuntut pelayanan kesehatan berstandar internasional. 

Dalam presentasi Serco Asia Pacifik,  digambarkan nantinya rumah sakit internasional tersebut menggunakan standarisasi digitalisasi online. Untuk memenuhi standar higienis, sejumlah pekerjaan dilakukan dengan robotik. Meski demikian, fasilitas kesehatan tersebut bisa dimanfaatkan masyakarat Tuban dan sekitarnya yang ingin mendapat pelayanan yang lebih baik. 

Karena tujuan awal pendirian rumah sakit internasional tersebut untuk menyongsong industri, dia memerkirakan lokasinya berada di wilayah Kecamatan Jenu yang dekat dengan industri PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Rosneft. 

Di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, terang dia, pemkab memiliki lahan seluas 2,5 hektare (ha). Lahan tersebut, menurut Noor Nahar, bisa menjadi modal penyertaaan awal pendirikan rumah sakit internasional tipe sedang yang diperkirakan memerlukan lahan seluas 20―30 ha. 

Lebih lanjut Noor Nahar menyampaikan, dalam penandatanganan LoI, pemkab mengajukan sejumlah syarat. Di antaranya tenaga medis, paramedis, dan nonmedis menggunakan tenaga kerja lokal yang tentu saja sesuai standar.

Apakah keberadaan rumah sakit internasional tersebut tidak dikhawatirkan mematikan rumah sakit lokal? ”Tidak. Itu karena masing-masing rumah sakit memiliki segmen berbeda,” tegas politisi kelahiran Rengel itu.

Noor Nahar menyampaikan, keberadaan rumah sakit internasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap ekonomi. Selain masuknya investasi yang diperkirakan Rp 6 triliun, pendirian fasilitas kesehatan tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal dan bertambahnya perputaran uang di Tuban. Dampak lainnya manfaat sosial berupa corporate social responsibility (CSR) dan pelayanan sosial.

Radar Tuban – Satu lagi, terobosan Pemkab Tuban melalui badan usaha milik daerah (BUMD)-nya PT Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) mendirikan rumah sakit internasional di Tuban. Pendirian fasilitas kesehatan berskala internasional tersebut menggandeng Serco Asia Pasifik yang berkedudukan di Australia. 

Penandatanganan letter of intent (LoI) atau kesepahaman kerja sama dengan Serco Asia Pacific, BUMD Pemprov Jatim PT Jatim Graha Utama, dan BUMD Pemkab Tuban PT RSM berlangsung di Grand Ballroom Hotel Sheraton Surabaya kemarin (26/11). 

Penandatanganan kesepahaman kerja sama yang bertepatan dengan event East Java Investival (EJI) 2020 tersebut berlangsung di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov Jatim Aris Mukiyono.

CEO Serco Asia Pasifik, Gary Brown mengatakan, dipilihnya Tuban sebagai tempat pengembangan fasilitas kesehatan karena kabupaten di pesisir pantai utara (pantura) tersebut memiliki potensi yang luar biasa. Begitu juga pertumbuhannya cukup bagus. Di Tuban, kata dia, juga berdiri dan tengah dibangun proyek vital nasional dan internasional. Kondisi tersebut, kata Gary, tentu menumbuhkan potensi masyarakat kelas atas sebagai tenaga profesional yang berkemampuan di bidangnya. ”Terutama tenaga profesional ekspatriat yang terbiasa dilayani dengan standar internasional,” ujar Gary Brown. 

Sebelum memutuskan membangun rumah sakit internasional di Bumi Wali, Gary Brown sempat beberapa kali meeting dengan sejumlah pemangku kepentingan di Tuban. Bukan hanya itu, dia juga melakukan kunjungan lapangan bersama Wakil Bupati Tuban Noor Nahar Hussein. 

Gary Brown juga terang-terangan menyatakan lebih tertarik berinvestasi di Tuban daripada daerah lain di Jatim. Sebelum memutuskan mendirikan rumah sakit internasional di Bumi Ronggolawe, dia sempat melakukan survei di Kepanjen, Malang. ”Kami putuskan untuk mengembangkan sayap di Tuban,” tegas dia.  

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Doa Bersama Untuk ’’Kesembuhan’’ IAINU

Dubes Indonesia di Australia Kristiarto Legowo melalui dialog virtual di sela acara dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  memberikan apresiasi penandatanganan 

kesepahaman kerja sama investasi pembangunan rumah sakit internasional di Tuban antara tiga pihak. Yakni, BUMD Pemprov Jatim PT Jatim Graha Utama, BUMD Pemkab Tuban PT RSM, dan PT Serco Asia Pacifik. ”Semoga ini bisa membawa dampak positif di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Tuban dan sekitarnya,” ujar dia. 

Dihubungi Jawa Pos Radar Tuban kemarin petang, Direktur BUMD PT RSM Tuban Amin Jaya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Tuban), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP) Tuban, dan bagian perekonomian yang sudah bahu membahu merealisasikan rencana kerja sama tersebut. ”Tentu saja, dukungan dari Bupati Tuban untuk menyiapkan Tuban masa depan yang lebih modern,” tegas dia.

Amin berharap potensi berdirinya rumah sakit internasional tersebut tidak hanya bisa memfasilitasi warga Tuban saja, namun juga warga kabupaten tetangga untuk mendapat fasilitas modern. ”Side effect-nya tentu saja untuk membangkitkan perekonomian Tuban,” tegas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Wabup Tuban Noor Nahar Hussein mengatakan, penadatanganan LoI merupakan tahap awal kerja sama. Setelah naskah  kesepahaman kerja sama ditandatangani, kata dia, enam bulan ke depan antarpihak melakukan meeting dan kajian untuk dirumuskan dalam memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepakatan. 

Kepada wartawan koran ini, Noor Nahar mengaku belum tahu persis seperti ada sharing dan model kerja sama pendirian rumah sakit internasional di Tuban tersebut. Karena diperkirakan gambarannya menyangkut bisnis to bisnis, maka pemkab maupun pemprov mengajak BUMD-nya. 

Baca Juga :  DPRD Minta Gedung Baru Senilai Rp 34 Miliar Segera Dibangun

Mantan ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban itu menegaskan, rumah sakit internasional tersebut untuk menyosong perkembangan industri di Tuban. Dikatakan dia, keberadaan tenaga kerja asing atau ekspatriat menuntut pelayanan kesehatan berstandar internasional. 

Dalam presentasi Serco Asia Pacifik,  digambarkan nantinya rumah sakit internasional tersebut menggunakan standarisasi digitalisasi online. Untuk memenuhi standar higienis, sejumlah pekerjaan dilakukan dengan robotik. Meski demikian, fasilitas kesehatan tersebut bisa dimanfaatkan masyakarat Tuban dan sekitarnya yang ingin mendapat pelayanan yang lebih baik. 

Karena tujuan awal pendirian rumah sakit internasional tersebut untuk menyongsong industri, dia memerkirakan lokasinya berada di wilayah Kecamatan Jenu yang dekat dengan industri PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Rosneft. 

Di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, terang dia, pemkab memiliki lahan seluas 2,5 hektare (ha). Lahan tersebut, menurut Noor Nahar, bisa menjadi modal penyertaaan awal pendirikan rumah sakit internasional tipe sedang yang diperkirakan memerlukan lahan seluas 20―30 ha. 

Lebih lanjut Noor Nahar menyampaikan, dalam penandatanganan LoI, pemkab mengajukan sejumlah syarat. Di antaranya tenaga medis, paramedis, dan nonmedis menggunakan tenaga kerja lokal yang tentu saja sesuai standar.

Apakah keberadaan rumah sakit internasional tersebut tidak dikhawatirkan mematikan rumah sakit lokal? ”Tidak. Itu karena masing-masing rumah sakit memiliki segmen berbeda,” tegas politisi kelahiran Rengel itu.

Noor Nahar menyampaikan, keberadaan rumah sakit internasional tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap ekonomi. Selain masuknya investasi yang diperkirakan Rp 6 triliun, pendirian fasilitas kesehatan tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal dan bertambahnya perputaran uang di Tuban. Dampak lainnya manfaat sosial berupa corporate social responsibility (CSR) dan pelayanan sosial.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/