alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Kemenag Siapkan Tiga Skenario Ibadah Haji 2021

Radar Tuban – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan tiga skenario terkait penyelenggaraan ibadah haji pada 2021. Opsi pertama ibadah haji bisa diselenggarakan secara normal. Opsi kedua dan ketiga, ibadah haji diselenggarakan dengan kuota dikurangi atau ditiadakan sama sekali seperti tahun ini.

Skenario pemerintah itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, M. Nurul Huda saat berkunjung ke Tuban Selasa (24/11) lalu. Dalam acara yang dihadiri seluruh petugas haji Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro itu, Nurul Huda membahas berbagai kemungkinan ibadah haji tahun depan.

“Berbagai opsi disiapkan karena pandemi belum juga selesai,” tuturnya. Pria kelahiran Pacitan ini menjelaskan skenario pertama pemerintah yakni ibadah haji bisa diselenggarakan normal jika pandemi berakhir. Opsi kedua, calon jamaah haji diberangkatkan separo.

Baca Juga :  Hentikan Perahu Penyeberangan

Syaratnya, pasien covid menunjukkan angka penurunan. “Kalau Covid-19 ini masih bercokol seperti pada hari ini maka pelaksanaan haji tahun 2021 akan dibatalkan dan tidak diberangkatkan lagi seperti 2020,” tegas dia.

Nurul Huda mengatakan seperti diketahui keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji belum direvisi. Artinya, aturan pembatalan haji masih berlaku hingga ada keputusan baru yang mengikuti kondisi terbaru.

“Apalagi ada 13 jamaah kita yang terpapar covid saat umrah (selama pandemi). Ini yang jadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” tuturnya. Dia menuturkan, dibukanya umrah untuk jamaah Indonesia saat ini adalah hasil undangan dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga :  Berkabung, Dokter Kenakan Pita Hitam

Melalui undangan tersebut Indonesia bisa menunjukkan yang terbaik. Hanya ada catatan merah karena 13 jamaah umrah terpapar Covid-19. “Umrah saat ini akan dibuat desain untuk pemberangkatan haji di tahun 2021 mendatang,” terang dia dalam acara bertajuk Jamaroh (Jagong Masalah Umrah dan Haji) tersebut.

Radar Tuban – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sudah menyiapkan tiga skenario terkait penyelenggaraan ibadah haji pada 2021. Opsi pertama ibadah haji bisa diselenggarakan secara normal. Opsi kedua dan ketiga, ibadah haji diselenggarakan dengan kuota dikurangi atau ditiadakan sama sekali seperti tahun ini.

Skenario pemerintah itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim, M. Nurul Huda saat berkunjung ke Tuban Selasa (24/11) lalu. Dalam acara yang dihadiri seluruh petugas haji Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bojonegoro itu, Nurul Huda membahas berbagai kemungkinan ibadah haji tahun depan.

“Berbagai opsi disiapkan karena pandemi belum juga selesai,” tuturnya. Pria kelahiran Pacitan ini menjelaskan skenario pertama pemerintah yakni ibadah haji bisa diselenggarakan normal jika pandemi berakhir. Opsi kedua, calon jamaah haji diberangkatkan separo.

Baca Juga :  Izin Tambang Gunung Kapur Ditangani Pemprov, Pemkab Masih Minim Data

Syaratnya, pasien covid menunjukkan angka penurunan. “Kalau Covid-19 ini masih bercokol seperti pada hari ini maka pelaksanaan haji tahun 2021 akan dibatalkan dan tidak diberangkatkan lagi seperti 2020,” tegas dia.

Nurul Huda mengatakan seperti diketahui keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji belum direvisi. Artinya, aturan pembatalan haji masih berlaku hingga ada keputusan baru yang mengikuti kondisi terbaru.

“Apalagi ada 13 jamaah kita yang terpapar covid saat umrah (selama pandemi). Ini yang jadi pelajaran agar tidak terulang lagi,” tuturnya. Dia menuturkan, dibukanya umrah untuk jamaah Indonesia saat ini adalah hasil undangan dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga :  Markas Persibo Digusur?

Melalui undangan tersebut Indonesia bisa menunjukkan yang terbaik. Hanya ada catatan merah karena 13 jamaah umrah terpapar Covid-19. “Umrah saat ini akan dibuat desain untuk pemberangkatan haji di tahun 2021 mendatang,” terang dia dalam acara bertajuk Jamaroh (Jagong Masalah Umrah dan Haji) tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Tingkatkan Profesionalitas Guru

Menang, tapi Masih Juru Kunci

Artikel Terbaru


/