alexametrics
25.9 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

10 Polisi Bersenjata Amankan Gudang KPU

Radar Tuban – Proses pelipatan kertas suara sudah di mulai. Sejak awal pelipatan, 10 personel polisi bersenjata diturunkan. Para aparat bersenjata laras panjang dan berompi anti peluru itu ditugaskan menjaga gudang logistik KPU di Jalan Manunggal, secara bergantian hingga pencoblosan.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono saat melakukan pengecekan mengatakan penjagaan gudang dilakukan untuk memastikan tidak ada teror atau gangguan. Petugas dibekali rompi anti peluru dan senjata laras panjang untuk anti sipasi jika ada ancaman gangguan selama proses pelipatan.

“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan logistik agar tidak ada gangguan keamanan hingga 9 Desember nanti,” kata dia. Perwira lulusan Akpol 2000 ini menjelaskan, dua pekan menjelang Pilkada adalah massa rawan gangguan kamtibmas. Sehingga petugas disebar ke beberapa titik rawan.

Baca Juga :  Baru Empat Situs Berstatus Wisata

Selain di gudang logistik, pengamanan ketat juga dilakukan di kantor KPU. “Kami siapkan personel untuk pengamanan di semua lini. Khusus pengamanan di TPS masih menunggu waktu untuk menggeser personel,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kapolres Madiun itu juga mengingatkan bahwa saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Setiap pelipat suara diwajibkan memakai masker dan jaga jarak satu sama lainnya.

“Kami mengimbau peserta pemilu dan seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar pelaksanaan Pilkada tahun ini dapat berjalan aman, kondusif, dan juga berlangsung sehat,” tuturnya.

Radar Tuban – Proses pelipatan kertas suara sudah di mulai. Sejak awal pelipatan, 10 personel polisi bersenjata diturunkan. Para aparat bersenjata laras panjang dan berompi anti peluru itu ditugaskan menjaga gudang logistik KPU di Jalan Manunggal, secara bergantian hingga pencoblosan.

Kapolres Tuban AKBP Ruruh Wicaksono saat melakukan pengecekan mengatakan penjagaan gudang dilakukan untuk memastikan tidak ada teror atau gangguan. Petugas dibekali rompi anti peluru dan senjata laras panjang untuk anti sipasi jika ada ancaman gangguan selama proses pelipatan.

“Pengecekan ini untuk memastikan kesiapan logistik agar tidak ada gangguan keamanan hingga 9 Desember nanti,” kata dia. Perwira lulusan Akpol 2000 ini menjelaskan, dua pekan menjelang Pilkada adalah massa rawan gangguan kamtibmas. Sehingga petugas disebar ke beberapa titik rawan.

Baca Juga :  Proyeksi Dana Bagi Hasil Migas Stagnan

Selain di gudang logistik, pengamanan ketat juga dilakukan di kantor KPU. “Kami siapkan personel untuk pengamanan di semua lini. Khusus pengamanan di TPS masih menunggu waktu untuk menggeser personel,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kapolres Madiun itu juga mengingatkan bahwa saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Setiap pelipat suara diwajibkan memakai masker dan jaga jarak satu sama lainnya.

“Kami mengimbau peserta pemilu dan seluruh elemen masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar pelaksanaan Pilkada tahun ini dapat berjalan aman, kondusif, dan juga berlangsung sehat,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/