alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

BMKG Prediksi Intensitas Air Hujan Naik 40 Persen

Radar Tuban – Ancaman La Nina atau fenomena naiknya intensitas air hujan diprediksi akan dimulai pada Januari mendatang. Jika benar terjadi, salah satu ancaman fenomena alam tersebut adalah banjir dan tanah longsor akibat air hujan yang intensitasnya lebih besar. Sehingga sangat berdampak terhadap daerah sekitar bantaran Bengawan Solo dan anak sungainya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Yudi Irwanto mengatakan, diperkirakan ada kenaikan intensitas air hujan sekitar 40 persen. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, tidak semua daerah terdampak langsung La Nina.

‘’Di Jatim yang paling berdampak kota di sebelah selatan dan daerah tapal kuda,’’ jelas dia. Mantan Kabag Umum Setda Tuban ini mengatakan La Nina diprediksi berdampak langsung terhadap Tuban.

Baca Juga :  Menang, Sisa Satu Laga Penentuan buat Tim Sepak Bola Pra-Porprov Bojonegoro

Yang patut diwaspadai adalah dampak tak langsung seperti debit air Bengawan Solo yang bisa meningkat drastis. Sebab adanya air kiriman dari daerah yang lebih tinggi. ‘’November peralihan musim, lalu puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari, ‘’ tuturnya.

Yudi mengaku hingga saat ini belum ada persiapan khusus untuk menghadapi La Nina. Alasannya masih menunggu instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jika sewaktu-waktu ada pergeseran peta bencana, Yudi mengklaim sudah siap menghadapi hal tersebut.

‘’Untuk sekarang masih menunggu instruksi dari gubernur apakah ada perubahan peta La Nina atau tidak,’’ ungkap dia. Lebih lanjut Yudi menyampaikan peta cuaca di Tuban sedikit berbeda dengan kota-kota lain di Jawa Timur.

Baca Juga :  Tak Ada Penyekatan Mudik, Bakal Rekayasa Lalu Lintas di Bojonegoro

Dia mencontohkan, saat ini sejumlah kota di Jatim sudah mengalami masa transisi atau peralihan musim kemarau ke penghujan. Namun hujan di Tuban sifatnya masih parsial atau belum menyeluruh. ‘’Bahkan pada saat peralihan musim sudah terjadi di kota lain, saat ini masih banyak daerah di Tuban yang kekeringan,’’ kata dia.

Radar Tuban – Ancaman La Nina atau fenomena naiknya intensitas air hujan diprediksi akan dimulai pada Januari mendatang. Jika benar terjadi, salah satu ancaman fenomena alam tersebut adalah banjir dan tanah longsor akibat air hujan yang intensitasnya lebih besar. Sehingga sangat berdampak terhadap daerah sekitar bantaran Bengawan Solo dan anak sungainya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Yudi Irwanto mengatakan, diperkirakan ada kenaikan intensitas air hujan sekitar 40 persen. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban, tidak semua daerah terdampak langsung La Nina.

‘’Di Jatim yang paling berdampak kota di sebelah selatan dan daerah tapal kuda,’’ jelas dia. Mantan Kabag Umum Setda Tuban ini mengatakan La Nina diprediksi berdampak langsung terhadap Tuban.

Baca Juga :  Cukupi Kebutuhan Air Bersih Warga

Yang patut diwaspadai adalah dampak tak langsung seperti debit air Bengawan Solo yang bisa meningkat drastis. Sebab adanya air kiriman dari daerah yang lebih tinggi. ‘’November peralihan musim, lalu puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari, ‘’ tuturnya.

Yudi mengaku hingga saat ini belum ada persiapan khusus untuk menghadapi La Nina. Alasannya masih menunggu instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jika sewaktu-waktu ada pergeseran peta bencana, Yudi mengklaim sudah siap menghadapi hal tersebut.

‘’Untuk sekarang masih menunggu instruksi dari gubernur apakah ada perubahan peta La Nina atau tidak,’’ ungkap dia. Lebih lanjut Yudi menyampaikan peta cuaca di Tuban sedikit berbeda dengan kota-kota lain di Jawa Timur.

Baca Juga :  Sempat Nomaden, Persibo Berlatih Kembali di Stadion Letjen Soedirman

Dia mencontohkan, saat ini sejumlah kota di Jatim sudah mengalami masa transisi atau peralihan musim kemarau ke penghujan. Namun hujan di Tuban sifatnya masih parsial atau belum menyeluruh. ‘’Bahkan pada saat peralihan musim sudah terjadi di kota lain, saat ini masih banyak daerah di Tuban yang kekeringan,’’ kata dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/