alexametrics
27 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Noor Nahar: Internal PKB Baik-Baik Saja

TUBAN, Radar Tuban – Munculnya Fredy Ardliyan Syah, putra sulung Bupati Tuban Fathul Huda dalam penjaringan bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan, ditanggapi santai oleh Ketua DPC PKB Tuban Noor Nahar Hussein.

Disampaikan Noor Nahar, sapaan akrabnya, munculnya Fredy menjadi balon bupati dari partai lain yang notabene merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) merupakan hal biasa dan wajar. ‘’Tidak ada masalah. Itu juga menjadi instrumen, bentuk komunikasi kita (PKB) dengan partai lain,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Apakah keputusan Fredy untuk melamar ke PDI Perjuangan karena ada gejolak di internal PKB? Noor Nahar menegaskan, sampai hari ini tidak ada gejolak di tubuh partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu. ‘’Saya memegang otoritas PKB. Sampai hari ini, yang saya tahu tidak ada masalah (gejolak, Red),’’ terang Wakil Bupati Tuban itu.

Baca Juga :  Fredy: Saya Serius

Bahkan, lanjut Noor Nahar, jika ada partai yang membuka penjaringan balon bupati dan wakil bupati lagi, mungkin masih banyak lagi kader PKB dan NU yang mendaftar. Tidak hanya Fredy. ‘’Dan, itu biasa-biasa saja. Tidak masalah. Apalagi itu dari kaum muda. Kaum muda itu harus terus mencoba. Tidak hanya di PKB,’’ terang politisi senior PKB itu.

Menurut Noor Nahar, ikutnya kader PKB dan NU dalam penjaringan balon bupati dari partai lain justru menjadi hal yang positif. Karena itu merupakan instrumen dalam menjajaki dan mengembangkan bakat kader. Baik terkait hak komunikasi maupun lobi. Dari situlah, menurut politisi kelahiran Rengel itu, kapasitas seseorang politisi akan terlihat. Apakah bisa diterima parpol di luar PKB atau tidak.

Baca Juga :  Tanpa Gejala, Waspadai Serangan Happy Hypoxia

Dan, kalau memang bisa diterima di partai lain dan proses penjaringan di internal PKB menghendaki yang bersangkutan, maka sangat mungkin diusung bersama-sama. ‘’Kalau dites partai sendirikan tidak enak,’’ katanya dengan nada bercanda.

Sebagaimana diketahui, Fredy yang merupakan putra sulung bupati Fathul Huda resmi mengikuti proses penjaringan balon bupati dari PDI Perjuangan.

Kepada wartawan koran ini, Fredy menegaskan tidak ada istilah test-case dalam pencalonannya sebagai balon bupati. Dia menegaskan, keinginannya untuk mengikuti proses penjaringan balon bupati merupakan niat yang serius.

TUBAN, Radar Tuban – Munculnya Fredy Ardliyan Syah, putra sulung Bupati Tuban Fathul Huda dalam penjaringan bakal calon (balon) bupati dari PDI Perjuangan, ditanggapi santai oleh Ketua DPC PKB Tuban Noor Nahar Hussein.

Disampaikan Noor Nahar, sapaan akrabnya, munculnya Fredy menjadi balon bupati dari partai lain yang notabene merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) merupakan hal biasa dan wajar. ‘’Tidak ada masalah. Itu juga menjadi instrumen, bentuk komunikasi kita (PKB) dengan partai lain,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Apakah keputusan Fredy untuk melamar ke PDI Perjuangan karena ada gejolak di internal PKB? Noor Nahar menegaskan, sampai hari ini tidak ada gejolak di tubuh partai berlambang bola dunia yang dikelilingi sembilan bintang itu. ‘’Saya memegang otoritas PKB. Sampai hari ini, yang saya tahu tidak ada masalah (gejolak, Red),’’ terang Wakil Bupati Tuban itu.

Baca Juga :  Fredy Dekati Demokrat-Gerindra

Bahkan, lanjut Noor Nahar, jika ada partai yang membuka penjaringan balon bupati dan wakil bupati lagi, mungkin masih banyak lagi kader PKB dan NU yang mendaftar. Tidak hanya Fredy. ‘’Dan, itu biasa-biasa saja. Tidak masalah. Apalagi itu dari kaum muda. Kaum muda itu harus terus mencoba. Tidak hanya di PKB,’’ terang politisi senior PKB itu.

Menurut Noor Nahar, ikutnya kader PKB dan NU dalam penjaringan balon bupati dari partai lain justru menjadi hal yang positif. Karena itu merupakan instrumen dalam menjajaki dan mengembangkan bakat kader. Baik terkait hak komunikasi maupun lobi. Dari situlah, menurut politisi kelahiran Rengel itu, kapasitas seseorang politisi akan terlihat. Apakah bisa diterima parpol di luar PKB atau tidak.

Baca Juga :  SPBU di Bojonegoro, Stok Pertalite Lebih Awal

Dan, kalau memang bisa diterima di partai lain dan proses penjaringan di internal PKB menghendaki yang bersangkutan, maka sangat mungkin diusung bersama-sama. ‘’Kalau dites partai sendirikan tidak enak,’’ katanya dengan nada bercanda.

Sebagaimana diketahui, Fredy yang merupakan putra sulung bupati Fathul Huda resmi mengikuti proses penjaringan balon bupati dari PDI Perjuangan.

Kepada wartawan koran ini, Fredy menegaskan tidak ada istilah test-case dalam pencalonannya sebagai balon bupati. Dia menegaskan, keinginannya untuk mengikuti proses penjaringan balon bupati merupakan niat yang serius.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/