alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

16 Ribu Rekening Tenaga Kerja Disetor Untuk Bantuan Subsidi Upah

Radar Tuban – Sebanyak 16.449 rekening pekerja swasta di Tuban sudah disetorkan untuk mendapat ban tuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Program subsidi bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut untuk mendapatkan bantuan uang tunai Rp 600 ribu per bulan. Rencananya bantuan tersebut mulai di transfer pada September mendatang. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala BPJS Ketenagakerjaaan Tuban Sonny Alonsye mengatakan, dari 2020 badan usaha yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, hanya 1.038 badan usaha yang dinilai memenuhi kriteria.

Dimaksud memenuhi kriteria adalah bukan lembaga pegawai negeri sipil dan badan usaha milik negara (BUMN). ‘’Rekening pekerja itu (dari 1.038 badan usaha) sudah kami setorkan,’’ kata dia. Pejabat kelahiran Surabaya itu menjelaskan, sebanyak 1.038 badan usaha non-pemerintahan di Bumi Wali memiliki sekitar 20 ribu pekerja.

Baca Juga :  SMAN 1 Tuban Sukses Antarkan 272 Siswa Siswi Raih PTN-PTS Unggulan

Dari jumlah tersebut sementara baru 16.494 pekerja yang nomor rekeningnya sudah disetorkan. Itu berarti masih sekitar 4 ribu pekerja di Bumi Wali yang nomor rekeningnya belum terdaftar. ‘’Meski satu orang memiliki tiga kartu BPJS Tenaga Kerja, hak bantuannya hanya dapat satu kali tiap bulan,’’ tegas dia.

Sonny menyampaikan, sejumlah badan usaha belum mendaftarkan nomor rekening para pekerjanya. Ini yang membuat BPJS Ketenagakerjaan yang harus berupaya jemput bola untuk meng umpulkan informasi terbaru terkait status perusahaan dan kekaryawanan.

‘’Beberapa pekerja terdaftar di dua badan usaha, ini yang masih kami pe takan karena satu pekerja hanya dapat satu bantuan saja,’’ tutur dia. Terkait ribuan nomor rekening yang belum disetorkan tersebut, Sonny mengatakan, pihaknya masih memberi kesempatan badan usaha untuk mengumpulkan nomor rekening hingga akhir pekan ini.

Jika tidak ada kendala, diperkirakan pencairan bantuan sudah bisa dilaksanakan secara bertahap mulai awal September. ‘’Masih ada kesempatan sampai 28 Agustus untuk memaksimalkan pengumpulan nomor rekening bagi yang belum,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Skuad Tim Segera Dibubarkan

Terkait prosedur penerimaan BSU, Sonny menjelaskan, dari Kemenkeu langsung ditransfer ke nomor rekening pekerja. BPJS Ketenagakerjaan hanya menjadi fasilitator untuk pengumpulan nomor rekening pekerja yang statusnya masih aktif.

Bantuan sosial tersebut, lanjut dia, akan dilakukan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) yang ditunjuk pemerintah. Jika 16.494 nomor rekening pekerja yang didaftarkan seluruhnya lolos verifikasi, itu berarti uang yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pekerja Tuban sebanyak Rp 9,8 miliar.

Sonny menegaskan, 16 ribu rekening yang disetorkan institusinya belum pasti langsung dapat BSU karena masih dilakukan verifikasi lanjutan. ‘’Kami hanya mengumpulkan data. Yang memutuskan (dapat bantuan atau tidak) sepenuhnya kementerian,’’ terang dia.

Radar Tuban – Sebanyak 16.449 rekening pekerja swasta di Tuban sudah disetorkan untuk mendapat ban tuan subsidi upah (BSU) dari pemerintah. Program subsidi bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut untuk mendapatkan bantuan uang tunai Rp 600 ribu per bulan. Rencananya bantuan tersebut mulai di transfer pada September mendatang. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala BPJS Ketenagakerjaaan Tuban Sonny Alonsye mengatakan, dari 2020 badan usaha yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, hanya 1.038 badan usaha yang dinilai memenuhi kriteria.

Dimaksud memenuhi kriteria adalah bukan lembaga pegawai negeri sipil dan badan usaha milik negara (BUMN). ‘’Rekening pekerja itu (dari 1.038 badan usaha) sudah kami setorkan,’’ kata dia. Pejabat kelahiran Surabaya itu menjelaskan, sebanyak 1.038 badan usaha non-pemerintahan di Bumi Wali memiliki sekitar 20 ribu pekerja.

Baca Juga :  Pengunjung Wisata Wajib Sudah Divaksin

Dari jumlah tersebut sementara baru 16.494 pekerja yang nomor rekeningnya sudah disetorkan. Itu berarti masih sekitar 4 ribu pekerja di Bumi Wali yang nomor rekeningnya belum terdaftar. ‘’Meski satu orang memiliki tiga kartu BPJS Tenaga Kerja, hak bantuannya hanya dapat satu kali tiap bulan,’’ tegas dia.

Sonny menyampaikan, sejumlah badan usaha belum mendaftarkan nomor rekening para pekerjanya. Ini yang membuat BPJS Ketenagakerjaan yang harus berupaya jemput bola untuk meng umpulkan informasi terbaru terkait status perusahaan dan kekaryawanan.

‘’Beberapa pekerja terdaftar di dua badan usaha, ini yang masih kami pe takan karena satu pekerja hanya dapat satu bantuan saja,’’ tutur dia. Terkait ribuan nomor rekening yang belum disetorkan tersebut, Sonny mengatakan, pihaknya masih memberi kesempatan badan usaha untuk mengumpulkan nomor rekening hingga akhir pekan ini.

Jika tidak ada kendala, diperkirakan pencairan bantuan sudah bisa dilaksanakan secara bertahap mulai awal September. ‘’Masih ada kesempatan sampai 28 Agustus untuk memaksimalkan pengumpulan nomor rekening bagi yang belum,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIX Tingkat Kabupaten Tuban 2020

Terkait prosedur penerimaan BSU, Sonny menjelaskan, dari Kemenkeu langsung ditransfer ke nomor rekening pekerja. BPJS Ketenagakerjaan hanya menjadi fasilitator untuk pengumpulan nomor rekening pekerja yang statusnya masih aktif.

Bantuan sosial tersebut, lanjut dia, akan dilakukan melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) yang ditunjuk pemerintah. Jika 16.494 nomor rekening pekerja yang didaftarkan seluruhnya lolos verifikasi, itu berarti uang yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pekerja Tuban sebanyak Rp 9,8 miliar.

Sonny menegaskan, 16 ribu rekening yang disetorkan institusinya belum pasti langsung dapat BSU karena masih dilakukan verifikasi lanjutan. ‘’Kami hanya mengumpulkan data. Yang memutuskan (dapat bantuan atau tidak) sepenuhnya kementerian,’’ terang dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/