alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Rp 15,8 Miliar Insentif Tenaga Kesehatan Belum Cair

Radar Tuban – Tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di lembaga kesehatan milik pemerintah belum merasakan insentifnya sejak Januari 2021. Pasalnya, insentif untuk nakes yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 itu belum bisa dicairkan karena belum ditekennya peraturan bupati (perbup).

Belum cairnya insentif nakes tersebut disinggung dalam rapat kerja (raker) bersama mitra komisi IV tentang prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) 2021 – 2022. Salah satu bahasan raker bersama dinas kesehatan (dinkes), RSUD dr R. Koesma, dan RSUD Ali Mansyur, Ketua Komisi IV DPRD Tuban Tri Astuti mempertanyakan alasan insentif nakes yang belum terbayar hingga Juli. 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tuban ini mengatakan, anggaran untuk insentif nakes yang belum cair sekitar Rp 15,8 miliar. Rinciannya, insentif untuk nakes pegawai negeri sipil (PNS) Rp 8.902.800.000 dan non-PNS Rp 6.954.400.000.

‘’Akhir-akhir ini lonjakan kasus covid di Tuban cukup memprihatinkan, sehingga disayangkan insentif nakes yang bersumber dari APBD maupun APBN belum dicairkan,’’ kata dia.

Baca Juga :  Kobarkan Kembali Semangat Sumpah Pemuda

Ketua komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ini mengatakan, nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. Mereka paling berisiko dan rentan terpapar. Karena itu, hak mereka harus terpenuhi. ‘’Sehingga sudah sepantasnya pemerintah memberikan apresiasi berupa insentif tambahan bagi mereka,’’ ujarnya.

Politisi asal Kecamatan Plumpang ini menyampaikan, selama pandemi nakes rela berjuang sepenuh hati. Mereka tak kenal lelah dan tak kenal waktu membantu dan melayani masyarakat. Tidak sedikit dari mereka gugur ketika menjalankan tugas.

‘’Para nakes bekerja bertaruh nyawa demi kemanusiaan yang tinggi. Sehingga, kami berharap kepala daerah segera mencairkan insentif nakes,’’ tegasnya.

Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, insentif nakes belum cair sejak Januari hingga Juli. Penyebabnya, karena belum ada peraturan bupati (perbup) yang diteken. Jika nantinya perbup sudah diteken, dia memastikan semua insentif nakes akan dicairkan. ‘’Setelah ada perbup, kalau bisa nanti dirapel langsung cair enam bulan,’’ terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Dana Bos Kabupaten Tuban Paling Sedikit Dibanding Daerah Lain

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, nominal insentif nakes berbeda. Tergantung jam kerja selama penanganan Covid-19. Nominal paling sedikit per nakes Rp 1 juta per bulan. Paling banyak sekitar Rp 4,5 juta per bulan.

‘’Insentif nakes ada yang bersumber APBD, juga APBN. Untuk dokter spesialis dari APBN,’’ ujar mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Belum ditekennya perbup, menurut Bambang, salah satunya karena masa transisi dari bupati Fathul Huda ke penggantinya Aditya Halindra Faridzky. Namun, dia memastikan perbup insentif nakes sudah dalam pembahasan agar segera ditan datangani bupati Halindra. ‘’Semoga bisa cair secepatnya,’’ kata dia berharap.

Radar Tuban – Tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di lembaga kesehatan milik pemerintah belum merasakan insentifnya sejak Januari 2021. Pasalnya, insentif untuk nakes yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 itu belum bisa dicairkan karena belum ditekennya peraturan bupati (perbup).

Belum cairnya insentif nakes tersebut disinggung dalam rapat kerja (raker) bersama mitra komisi IV tentang prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) 2021 – 2022. Salah satu bahasan raker bersama dinas kesehatan (dinkes), RSUD dr R. Koesma, dan RSUD Ali Mansyur, Ketua Komisi IV DPRD Tuban Tri Astuti mempertanyakan alasan insentif nakes yang belum terbayar hingga Juli. 

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Tuban ini mengatakan, anggaran untuk insentif nakes yang belum cair sekitar Rp 15,8 miliar. Rinciannya, insentif untuk nakes pegawai negeri sipil (PNS) Rp 8.902.800.000 dan non-PNS Rp 6.954.400.000.

‘’Akhir-akhir ini lonjakan kasus covid di Tuban cukup memprihatinkan, sehingga disayangkan insentif nakes yang bersumber dari APBD maupun APBN belum dicairkan,’’ kata dia.

Baca Juga :  PB Wushu Indonesia dan Yellow Clinic Serahkan Bantuan Bencana Semeru

Ketua komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ini mengatakan, nakes merupakan garda terdepan penanganan Covid-19. Mereka paling berisiko dan rentan terpapar. Karena itu, hak mereka harus terpenuhi. ‘’Sehingga sudah sepantasnya pemerintah memberikan apresiasi berupa insentif tambahan bagi mereka,’’ ujarnya.

Politisi asal Kecamatan Plumpang ini menyampaikan, selama pandemi nakes rela berjuang sepenuh hati. Mereka tak kenal lelah dan tak kenal waktu membantu dan melayani masyarakat. Tidak sedikit dari mereka gugur ketika menjalankan tugas.

‘’Para nakes bekerja bertaruh nyawa demi kemanusiaan yang tinggi. Sehingga, kami berharap kepala daerah segera mencairkan insentif nakes,’’ tegasnya.

Kepala Dinkes Tuban Bambang Priyo Utomo mengatakan, insentif nakes belum cair sejak Januari hingga Juli. Penyebabnya, karena belum ada peraturan bupati (perbup) yang diteken. Jika nantinya perbup sudah diteken, dia memastikan semua insentif nakes akan dicairkan. ‘’Setelah ada perbup, kalau bisa nanti dirapel langsung cair enam bulan,’’ terangnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga :  Dana Bos Kabupaten Tuban Paling Sedikit Dibanding Daerah Lain

Dokter lulusan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengatakan, nominal insentif nakes berbeda. Tergantung jam kerja selama penanganan Covid-19. Nominal paling sedikit per nakes Rp 1 juta per bulan. Paling banyak sekitar Rp 4,5 juta per bulan.

‘’Insentif nakes ada yang bersumber APBD, juga APBN. Untuk dokter spesialis dari APBN,’’ ujar mantan kepala Puskesmas Tambakboyo itu.

Belum ditekennya perbup, menurut Bambang, salah satunya karena masa transisi dari bupati Fathul Huda ke penggantinya Aditya Halindra Faridzky. Namun, dia memastikan perbup insentif nakes sudah dalam pembahasan agar segera ditan datangani bupati Halindra. ‘’Semoga bisa cair secepatnya,’’ kata dia berharap.

Artikel Terkait

Most Read

Tiga Desa Dijadikan Rasa Kota

IPSI Imbau Jaga Persatuan

Amankan Dua Pengedar Pil Dobel L

Artikel Terbaru


/