alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Berburu Ikan di Waduk Pacal

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Waduk Pacal selain menjadi ladang mencari nafkah warga sekitar. Juga menjadi objek wisata. Setiap hari, warga setempat mencari ikan di waduk dengan kapasitas air 23 juta meter kubik itu.

‘’Di Waduk Pacal ada berbagai macam ikan,’’ ujar Kepala Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang Sukardi.

Sukardi menjelaskan, ada banyak ikan di waduk itu, mulai nila, kuthuk, hingga gloso. Ikan gloso termasuk primadona di waduk itu. Sebab, tidak banyak ditemukan di lokasi lain. Bahkan, kuliner ikan gloso sudah menjadi menu andalan di kawasan wisata Waduk Pacal.

Menurut Kardi, warganya banyak yang bekerja sebagai nelayan di Waduk Pacal. Setiap hari mereka menjala ikan di waduk. Hasilnya mereka jual pada pengunjung atau ke warung-warung di sekitar waduk.

Baca Juga :  BBWS Batasi Pengunjung Wisata Bendungan Gongseng di Bojonegoro

Tidak hanya itu, juga menyediakan perahu untuk para pengunjung. Para pengunjung bisa berkeliling waduk dengan menggunakan perahu yang disediakan.

Saat ini kapasitas waduk pacal masih penuh. Itu karena hujan yang masih kerap turun di wilayah Bojonegoro.

Sementara itu, Bendungan Gongseng hingga kini masih belum bisa beroperasi. Itu karena proses perizinan operasionalnya belum selesai.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I Bengawan Solo Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Rifky Maulana mengatakan, daya tampung Bendungan Gongseng sudah penuh. Namun, bendungan belum bisa dibuka. Itu berkaitan dengan izin yang saat ini tengah diproses. ‘’Kalau izinnya sudah beres, bendungan bisa dibuka,’’ jelasnya.

Rifky melanjutkan, air yang penuh itu bisa mengalir melalui pelimpas. Sehingga, aliran air tetap ada airnya. Namun, dengan jumlah air yang terbatas.

Baca Juga :  Kawasan Objek Wisata Migas, Kedungpupur Siap Diresmikan

Pembukaan pintu air bendungan harus melalui sertifikasi operasional yang dikeluarkan oleh komisi keamanan bendungan (KKB). Sertifikasi itu diajukan ke komisi keamanan waduk (KKB) oleh konsultan. Konsultan dipilih melalui mekanisme tender oleh BBWS Bengawan Solo.

Rifky menuturkan, proses pengurusan sertifikasi itu dipastikan selesai Desember tahun ini. Itu sesuai dengan masa kontrak konsultan. Sehingga, Desember mendatang izin operasional sudah didapatkan.

‘’Insya Allah tahun depan sudah beroperasi,’’ jelasnya.(zim/msu)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Waduk Pacal selain menjadi ladang mencari nafkah warga sekitar. Juga menjadi objek wisata. Setiap hari, warga setempat mencari ikan di waduk dengan kapasitas air 23 juta meter kubik itu.

‘’Di Waduk Pacal ada berbagai macam ikan,’’ ujar Kepala Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang Sukardi.

Sukardi menjelaskan, ada banyak ikan di waduk itu, mulai nila, kuthuk, hingga gloso. Ikan gloso termasuk primadona di waduk itu. Sebab, tidak banyak ditemukan di lokasi lain. Bahkan, kuliner ikan gloso sudah menjadi menu andalan di kawasan wisata Waduk Pacal.

Menurut Kardi, warganya banyak yang bekerja sebagai nelayan di Waduk Pacal. Setiap hari mereka menjala ikan di waduk. Hasilnya mereka jual pada pengunjung atau ke warung-warung di sekitar waduk.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Fitri Potensi Bareng

Tidak hanya itu, juga menyediakan perahu untuk para pengunjung. Para pengunjung bisa berkeliling waduk dengan menggunakan perahu yang disediakan.

Saat ini kapasitas waduk pacal masih penuh. Itu karena hujan yang masih kerap turun di wilayah Bojonegoro.

Sementara itu, Bendungan Gongseng hingga kini masih belum bisa beroperasi. Itu karena proses perizinan operasionalnya belum selesai.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan I Bengawan Solo Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Rifky Maulana mengatakan, daya tampung Bendungan Gongseng sudah penuh. Namun, bendungan belum bisa dibuka. Itu berkaitan dengan izin yang saat ini tengah diproses. ‘’Kalau izinnya sudah beres, bendungan bisa dibuka,’’ jelasnya.

Rifky melanjutkan, air yang penuh itu bisa mengalir melalui pelimpas. Sehingga, aliran air tetap ada airnya. Namun, dengan jumlah air yang terbatas.

Baca Juga :  Bersihkan Kali yang Berpotensi Jadi Wisata Air Tengah Kota

Pembukaan pintu air bendungan harus melalui sertifikasi operasional yang dikeluarkan oleh komisi keamanan bendungan (KKB). Sertifikasi itu diajukan ke komisi keamanan waduk (KKB) oleh konsultan. Konsultan dipilih melalui mekanisme tender oleh BBWS Bengawan Solo.

Rifky menuturkan, proses pengurusan sertifikasi itu dipastikan selesai Desember tahun ini. Itu sesuai dengan masa kontrak konsultan. Sehingga, Desember mendatang izin operasional sudah didapatkan.

‘’Insya Allah tahun depan sudah beroperasi,’’ jelasnya.(zim/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/