alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Setelah 40 SMPN Gagal Penuhi Pagu

Evaluasi PPDB, Disdik Bojonegoro Buka Tahap Pemerataan

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Gagalnya 40 SMPN memenuhi pagu pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi tentu diperlukan evaluasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro akan mengevaluasi hari ini (27/5) dan menggulirkan rencana tahap pemerataan menampung lulusan SD belum mendaftar.

 

Sekretaris Disdik Suyanto mengatakan, evaluasi sekaligus menentukan langkah-langkah memenuhi pagu SMPN belum terisi. Serta menunggu data dari SD terkait penyebaran lulusannya. “Sehingga kami bisa menghitung jumlah lulusan SD belum mendaftar,” katanya kemarin (26/5).

 

Suyanto menjelaskan, untuk memenuhi pagu SMPN, disdik akan melakukan tahap pemerataan. Lulusan belum mendaftar akan dibebaskan memilih SMPN diinginkan. Tentu SMPN dengan pagu belum terpenuhi. “Kami diberi kewenangan tahap pemerataan tanpa terikat zonasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Calon Jemaah Haji Bojonegoro Menunggu Pembagian Koper

 

Jumlah lulusan SD mencapai 13.000 siswa, namun yang mendaftar baru sekitar 7.000 siswa. Sedangkan, siswa melanjutkan ke SMP swasta diperkirakan mencapai 4 ribu anak. Sehingga lulusan belum terdeteksi sekitar 1,5 ribu siswa. “Banyak sekolah swasta menambah rombel,” ujar Suyanto.

 

SMPN yang pagu belum terpenuhi, nantinya minim siswa. Namun, Suyanto memastikan belum ada rencana merger SMPN. Sebab, secara lokasi SMPN tersebut satu-satunya di wilayah tersebut. Tentu pembelajaran tetap dilakukan meski minim siswa. “Seperti SMPN 2 Gondang,” terangnya. (irv/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Gagalnya 40 SMPN memenuhi pagu pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi tentu diperlukan evaluasi. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro akan mengevaluasi hari ini (27/5) dan menggulirkan rencana tahap pemerataan menampung lulusan SD belum mendaftar.

 

Sekretaris Disdik Suyanto mengatakan, evaluasi sekaligus menentukan langkah-langkah memenuhi pagu SMPN belum terisi. Serta menunggu data dari SD terkait penyebaran lulusannya. “Sehingga kami bisa menghitung jumlah lulusan SD belum mendaftar,” katanya kemarin (26/5).

 

Suyanto menjelaskan, untuk memenuhi pagu SMPN, disdik akan melakukan tahap pemerataan. Lulusan belum mendaftar akan dibebaskan memilih SMPN diinginkan. Tentu SMPN dengan pagu belum terpenuhi. “Kami diberi kewenangan tahap pemerataan tanpa terikat zonasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Mampu Menjadi Wakil Rakyat, yang Dapat Memperjuangkan Aspirasinya

 

Jumlah lulusan SD mencapai 13.000 siswa, namun yang mendaftar baru sekitar 7.000 siswa. Sedangkan, siswa melanjutkan ke SMP swasta diperkirakan mencapai 4 ribu anak. Sehingga lulusan belum terdeteksi sekitar 1,5 ribu siswa. “Banyak sekolah swasta menambah rombel,” ujar Suyanto.

 

SMPN yang pagu belum terpenuhi, nantinya minim siswa. Namun, Suyanto memastikan belum ada rencana merger SMPN. Sebab, secara lokasi SMPN tersebut satu-satunya di wilayah tersebut. Tentu pembelajaran tetap dilakukan meski minim siswa. “Seperti SMPN 2 Gondang,” terangnya. (irv/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Target Selesai Bulan Depan

Artikel Terbaru


/