alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Warga Sumurgeneng Sisakan 30-70% Dana Pembebasan Lahan Untuk Ditabung

- Advertisement -

Radar Tuban – Sejak pencairan dana pembebasan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban pada Maret 2020, sudah banyak uang yang dibelan jakan para miliarder Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu.

Setelah puas berbelanja, seba gian warga ratarata menyisakan 50 persen dananya untuk ta bungan. Selebihnya untuk investasi seperti deposito dan reksadana.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pemimpin BNI Cabang Tuban Eri Prihartono mengatakan, mayoritas warga yang mendapat dana pembebasan lahan terlebih dahulu membelanjakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif. Seperti mobil, perhiasan, smartphone, pakaian, dan lainnya.

Setelah itu, mereka membeli lahan baru dan investasi di bank. Disampaikan dia, dari nominal pencairan awal, dana yang masih tersisa di tabungan sekitar 30-70 persen. Menurut Eri, tak sedikit dana yang diterima diinvestasikan untuk reksadana dan deposito. Beberapa penerima lain memilih disimpan di tabungan.

Baca Juga :  Gandeng Kejari untuk Tingkatkan Kinerja Pelayanan & Administrasi

Mereka yang menyimpan di ta bungan inilah yang paling rentan karena masih bisa membelanjakan uangnya kapan saja. ‘’Sebagian besar pasti memilih belanja kebutuhan dulu baru ditabung atau investasi,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Eri mengatakan, pihaknya selaku bank yang ditunjuk untuk pencairan dana pembebasan lahan sudah sering memberikan edukasi kepada warga terdampak terkait pentingnya membe lanjakan dana untuk investasi. Namun, sulit menyadarkan mereka untuk berinvestasi. ‘’Setahun ini, yang masih menabung dan memilih investasi reksadana atau deposito perbandingannya 50:50,’’ ungkap dia.

Mantan pemimpin bidang pemasaran bisnis BNI Pamekasan ini memastikan belum ada satu pun warga yang tabungannya terkuras habis. Lebih lanjut Eri menjelaskan, berdasarkan pertemuan dengan warga terdampak, diketahui kalau sebagian di antara mereka mulai bertani di lahan yang baru mereka beli. ‘’Yang petani banyak yang masih bertani, jadi banyak yang sisa tabungannya (yang 30 – 70 persen) itu tidak diambil lagi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Satu Pedagang CFD di Tuban Positif Covid-19

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin BRI Cabang Tuban Budhy Triady menjelaskan, uang sisa pencairan belum banyak yang diinvestasikan di bank. Dari pencairan di BRI, baru separo yang menginvestasikan di deposito. Sisanya, sekitar 50 persen dalam bentuk tabungan.

‘’Yang tertarik deposito karena bunganya lebih tinggi dari tabungan. Sedangkan yang bertahan di tabungan karena masih ingin mengambil untuk kebutuhan,’’ tutur dia.

Budhy menjelaskan, tak sedikit uang pembebasan lahan tersebut yang dibagikan ke anak dan saudaranya. Itu terlihat dari anak dan saudara penerima yang membuat rekening baru untuk menerima pembagian dana tersebut. ‘’Secara garis besar yang dibelanjakan dari uang pembebasan tidak terlalu banyak, jadi masih aman karena yang ditabung hitungannya masih banyak,’’ papar dia.

Radar Tuban – Sejak pencairan dana pembebasan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban pada Maret 2020, sudah banyak uang yang dibelan jakan para miliarder Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu.

Setelah puas berbelanja, seba gian warga ratarata menyisakan 50 persen dananya untuk ta bungan. Selebihnya untuk investasi seperti deposito dan reksadana.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Pemimpin BNI Cabang Tuban Eri Prihartono mengatakan, mayoritas warga yang mendapat dana pembebasan lahan terlebih dahulu membelanjakan uangnya untuk kebutuhan konsumtif. Seperti mobil, perhiasan, smartphone, pakaian, dan lainnya.

Setelah itu, mereka membeli lahan baru dan investasi di bank. Disampaikan dia, dari nominal pencairan awal, dana yang masih tersisa di tabungan sekitar 30-70 persen. Menurut Eri, tak sedikit dana yang diterima diinvestasikan untuk reksadana dan deposito. Beberapa penerima lain memilih disimpan di tabungan.

Baca Juga :  Sekolah Daring, Banyak Pelajar Malah Nongkrong di Kafe

Mereka yang menyimpan di ta bungan inilah yang paling rentan karena masih bisa membelanjakan uangnya kapan saja. ‘’Sebagian besar pasti memilih belanja kebutuhan dulu baru ditabung atau investasi,’’ ujarnya.

- Advertisement -

Eri mengatakan, pihaknya selaku bank yang ditunjuk untuk pencairan dana pembebasan lahan sudah sering memberikan edukasi kepada warga terdampak terkait pentingnya membe lanjakan dana untuk investasi. Namun, sulit menyadarkan mereka untuk berinvestasi. ‘’Setahun ini, yang masih menabung dan memilih investasi reksadana atau deposito perbandingannya 50:50,’’ ungkap dia.

Mantan pemimpin bidang pemasaran bisnis BNI Pamekasan ini memastikan belum ada satu pun warga yang tabungannya terkuras habis. Lebih lanjut Eri menjelaskan, berdasarkan pertemuan dengan warga terdampak, diketahui kalau sebagian di antara mereka mulai bertani di lahan yang baru mereka beli. ‘’Yang petani banyak yang masih bertani, jadi banyak yang sisa tabungannya (yang 30 – 70 persen) itu tidak diambil lagi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kegiatan Industri Belum Setahun, Terima 14 Pengaduan

Dikonfirmasi terpisah, Pemimpin BRI Cabang Tuban Budhy Triady menjelaskan, uang sisa pencairan belum banyak yang diinvestasikan di bank. Dari pencairan di BRI, baru separo yang menginvestasikan di deposito. Sisanya, sekitar 50 persen dalam bentuk tabungan.

‘’Yang tertarik deposito karena bunganya lebih tinggi dari tabungan. Sedangkan yang bertahan di tabungan karena masih ingin mengambil untuk kebutuhan,’’ tutur dia.

Budhy menjelaskan, tak sedikit uang pembebasan lahan tersebut yang dibagikan ke anak dan saudaranya. Itu terlihat dari anak dan saudara penerima yang membuat rekening baru untuk menerima pembagian dana tersebut. ‘’Secara garis besar yang dibelanjakan dari uang pembebasan tidak terlalu banyak, jadi masih aman karena yang ditabung hitungannya masih banyak,’’ papar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/