alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Belum Rencanakan Penambahan Fasilitas Baru

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengunjung Alun-Alun Bojonegoro ketika minggu pagi begitu ramai. Banyak masyarakat yang berolahraga serta bersantai di bawah pepohonan yang rindang dan teduh. Alun-alun menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan urban landscape.

Tahun ini dinas lingkungan hidup (DLH) hanya mengalokasikan perbaikan ringan. Seperti perawatan tanaman dan pengecatan fasilitas umumnya. Namun, belum merencana melakukan penambahan fasilitas baru di pusat kota tersebut.

Kepala DLH Bojonegoro Hanafi menjelaskan, kondisi alun-alun sejauh ini masih baik. Tidak ada kerusakan di sejumlah fasilitasnya. Sehingga, belum membutuhkan banyak perbaikan. Karena itu tidak ada lokasi anggaran untuk perbaikannya. 

DLH, menurut Hanafi, hanya melakukan perawatan alun-alun. Jika ada kerusakan parah, yang akan melakukan perbaikan adalah dinas perumahan kawasan permukiman dan cipta karya (PKPCK). Namun, sejauh ini alun-alun memang tidak membutuhkan banyak perbaikan. 

Baca Juga :  Tidak Ada Penggabungan Mahram, 23 CJH Mundur

Alun-alun selama ini memang menjadi ruang terbuka hijau yang cukup besar di Bojonegoro. Banyak pohon-pohon rindang membuat udara di alun-alun menjadi sejuk. Sejak 2019 lalu pemkab memberikan tambahan fasilitas kursi. Tahun ini pemkab melakukan perbaikan trotoarnya. Hal itu membuat alun-alun tampak semakin indah.

Menurut Hanafi, sejak tahun lalu tidak ada pembangunan taman. Termasuk taman alun-alun. Sejumlah rencana pembangunan taman juga batal dilakukan. Seperti pembangunan taman di setiap kecamatan. 

Kabid Penerangan Jalan Umum dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Keciptakaryaan Dinas PKPCK Sarifuddin mengatakan, sejak 2020 taman menjadi tanggung jawab DLH. Namun, untuk sejumlah fasilitas tertentu ada di instansinya. ‘’Misalnya untuk penerangan jalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Menuju Ansor Tuban Mandiri

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pengunjung Alun-Alun Bojonegoro ketika minggu pagi begitu ramai. Banyak masyarakat yang berolahraga serta bersantai di bawah pepohonan yang rindang dan teduh. Alun-alun menjadi ruang terbuka hijau (RTH) dan urban landscape.

Tahun ini dinas lingkungan hidup (DLH) hanya mengalokasikan perbaikan ringan. Seperti perawatan tanaman dan pengecatan fasilitas umumnya. Namun, belum merencana melakukan penambahan fasilitas baru di pusat kota tersebut.

Kepala DLH Bojonegoro Hanafi menjelaskan, kondisi alun-alun sejauh ini masih baik. Tidak ada kerusakan di sejumlah fasilitasnya. Sehingga, belum membutuhkan banyak perbaikan. Karena itu tidak ada lokasi anggaran untuk perbaikannya. 

DLH, menurut Hanafi, hanya melakukan perawatan alun-alun. Jika ada kerusakan parah, yang akan melakukan perbaikan adalah dinas perumahan kawasan permukiman dan cipta karya (PKPCK). Namun, sejauh ini alun-alun memang tidak membutuhkan banyak perbaikan. 

Baca Juga :  Terganjal Usia, Pendaftar Pengawas TPS Kurang

Alun-alun selama ini memang menjadi ruang terbuka hijau yang cukup besar di Bojonegoro. Banyak pohon-pohon rindang membuat udara di alun-alun menjadi sejuk. Sejak 2019 lalu pemkab memberikan tambahan fasilitas kursi. Tahun ini pemkab melakukan perbaikan trotoarnya. Hal itu membuat alun-alun tampak semakin indah.

Menurut Hanafi, sejak tahun lalu tidak ada pembangunan taman. Termasuk taman alun-alun. Sejumlah rencana pembangunan taman juga batal dilakukan. Seperti pembangunan taman di setiap kecamatan. 

Kabid Penerangan Jalan Umum dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Keciptakaryaan Dinas PKPCK Sarifuddin mengatakan, sejak 2020 taman menjadi tanggung jawab DLH. Namun, untuk sejumlah fasilitas tertentu ada di instansinya. ‘’Misalnya untuk penerangan jalan,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Menuju Ansor Tuban Mandiri

Artikel Terkait

Most Read

Ngantuk, Truk Tabrak Truk

Tertibkan Lintasan Gelap

Artikel Terbaru


/