alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Baru 36 Faskes Tuban Siap Lakukan Vaksin

Radar Tuban – Untuk sementara baru 36 fasilitas kesehatan (faskes) yang disiapkan untuk melakukan vaksinasi. Setelah datang Selasa (26/1) dini hari di Gudang Farmasi Tuban, Jalan Brawijaya, mulai hari ini (27/1) vaksin akan didistribusikan kepada 36 faskes.

Penyuntikan vaksinasi langsung dilakukan untuk seluruh pekerja di faskes tersebut. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, sementara baru 36 faskes yang mendapat jatah vaksin gelombang pertama. Yakni, RSUD dr R. Koesma Tuban, RSUD Ali Mansyur Jatirogo, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), klinik Semen Gresik (SG), dan 32 puskesmas yang tersebar di Tuban. ‘’Untuk saat ini yang bisa vaksin hanya 36 faskes yang ditunjuk tersebut,’’ ujar dia.

Baca Juga :  UMM Gandeng Moodco Buka Kelas Profesional Kakao dan Cokelat

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban ini menyampaikan, distribusi vaksin melibatkan petugas dari kepolisian. Itu karena penanganan vaksin membutuhkan perlakuan khusus. Penyimpanannya juga harus mengikuti prosedur. Termasuk pendistribusiannya yang harus layak dan tepat waktu. ‘’Vaksin tidak bisa disimpan sembarangan, sebelum disuntikkan harus berada pada suhu tertentu,’’ kata dia.

Dijelaskan mantan Plt kepala Dinkes Tuban ini, vaksin tidak bisa disimpan di tempat yang terlalu dingin. Jika vaksin beku, maka kandungan di dalamnya akan rusak. Sebaliknya, vaksin juga dilarang ditempatkan pada suhu yang terlalu panas karena juga bisa menghilangkan efektivitasnya. ‘’Jadi tempat penyimpanannya harus mem butuhkan instalasi khusus,’’ ujar dia.

Setiap mendistribusi vaksin, selalu diturunkan petugas kepolisian bersenjata laras panjang dan berompi. Hal itu untuk meminimalisir gangguan selama pengiriman. Lebih lanjut Endah menjelaskan, diagendakan vaksin gelombang kedua datang paling lama tiga pekan lagi. ‘’Akan diinfokan lebih lanjut mendekati hari H,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Lamongan Siap Fungsikan RS Darurat Covid-19

Selain forkopimda dan tokoh agama, kata Endah, penyuntikan vaksinasi juga dilakukan kepada perwakilan organisasi kewanitaan seperti GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan PKK. Sebagian perwakilan organisasi yang masuk dalam daftar penerima vaksin, belum semuanya mengirimkan nama karena berbagai faktor. Salah satunya sebagian besar ketua atau pimpinan organisasi tersebut berusia lebih dari 60 tahun, sehingga harus diwakilkan pengurus lain yang memenuhi kriteria. 

Radar Tuban – Untuk sementara baru 36 fasilitas kesehatan (faskes) yang disiapkan untuk melakukan vaksinasi. Setelah datang Selasa (26/1) dini hari di Gudang Farmasi Tuban, Jalan Brawijaya, mulai hari ini (27/1) vaksin akan didistribusikan kepada 36 faskes.

Penyuntikan vaksinasi langsung dilakukan untuk seluruh pekerja di faskes tersebut. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tuban Endah Nurul Kumarijati mengatakan, sementara baru 36 faskes yang mendapat jatah vaksin gelombang pertama. Yakni, RSUD dr R. Koesma Tuban, RSUD Ali Mansyur Jatirogo, kantor kesehatan pelabuhan (KKP), klinik Semen Gresik (SG), dan 32 puskesmas yang tersebar di Tuban. ‘’Untuk saat ini yang bisa vaksin hanya 36 faskes yang ditunjuk tersebut,’’ ujar dia.

Baca Juga :  RSNU Tuban Gratiskan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Semua Takmir Masjid

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban ini menyampaikan, distribusi vaksin melibatkan petugas dari kepolisian. Itu karena penanganan vaksin membutuhkan perlakuan khusus. Penyimpanannya juga harus mengikuti prosedur. Termasuk pendistribusiannya yang harus layak dan tepat waktu. ‘’Vaksin tidak bisa disimpan sembarangan, sebelum disuntikkan harus berada pada suhu tertentu,’’ kata dia.

Dijelaskan mantan Plt kepala Dinkes Tuban ini, vaksin tidak bisa disimpan di tempat yang terlalu dingin. Jika vaksin beku, maka kandungan di dalamnya akan rusak. Sebaliknya, vaksin juga dilarang ditempatkan pada suhu yang terlalu panas karena juga bisa menghilangkan efektivitasnya. ‘’Jadi tempat penyimpanannya harus mem butuhkan instalasi khusus,’’ ujar dia.

Setiap mendistribusi vaksin, selalu diturunkan petugas kepolisian bersenjata laras panjang dan berompi. Hal itu untuk meminimalisir gangguan selama pengiriman. Lebih lanjut Endah menjelaskan, diagendakan vaksin gelombang kedua datang paling lama tiga pekan lagi. ‘’Akan diinfokan lebih lanjut mendekati hari H,’’ imbuh dia.

Baca Juga :  Selama PPKM, Kasus Positif Tambah Naik

Selain forkopimda dan tokoh agama, kata Endah, penyuntikan vaksinasi juga dilakukan kepada perwakilan organisasi kewanitaan seperti GOW (Gabungan Organisasi Wanita) dan PKK. Sebagian perwakilan organisasi yang masuk dalam daftar penerima vaksin, belum semuanya mengirimkan nama karena berbagai faktor. Salah satunya sebagian besar ketua atau pimpinan organisasi tersebut berusia lebih dari 60 tahun, sehingga harus diwakilkan pengurus lain yang memenuhi kriteria. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/