alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 11, 2022

Hujan, Awas Pohon Tumbang

TUBAN – Minggu ini, wilayah utara Tuban termasuk kawasan perkotaan memasuki musim penghujan. Persis seperti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban. 

Di Bumi Wali, penghujan tidak hanya ditandai dengan tingginya curah hujan. Namun, juga identik dengan angin ribut. Sebulan terakhir, angin ribut memorak-porandakan wilayah selatan Tuban yang lebih dulu memasuki musim penghujan. 

Setiap hujan, yang perlu diwaspadai di kawasan perkotaan adalah tumbangnya pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan protokol. Salah satunya di Jalan Basuki Rachmad. Selain berusia tua, puluhan pohon tersebut akarnya tak lagi kuat setelah proyek perbaikan jalan dan trotoar mengepras akar-akar tersebut. Untuk mengantisipasi, petugas dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman (DPRKP) setempat rutin melakukan pemangkasan dahan dan ranting yang berpotensi tumbang karena angin. Meski demikian, pengendara tetap harus waspada.

Baca Juga :  Riyadi Siap Realisasikan Janji Politiknya

Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Gendut menjelaskan, Kecamatan Tuban tidak termasuk daerah rawan puting beliung. Meski demikian, potensi bencana peralihan musim patut diwaspadai. Sebab, angin barat di Tuban tergolong kencang dan tercatat beberapa kali merobohkan pepohonan dan bangunan. 

Berdasarkan data BPBD Tuban, selama hujan di awal musim selalu diserta angin kencang yang merobohkan pohon penghijauan dan bangunan. Titik paling rawan di sepanjang Jalan Basuki Rachmad. Titik rawan berikutnya, sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Wahidin Sudirohusodo. Sementara itu, potensi angin kencang masih akan berlangsung hingga triwulan pertama awal tahun. ‘’Kalau puting beliung bisa dipetakan berdasarkan daerah, tapi kalau angin ribut bisa terjadi di mana saja,’’ terang dia.(yud/ds)

Baca Juga :  Semen Indonesia Implementasikan Sistem Alur Reklamasi

TUBAN – Minggu ini, wilayah utara Tuban termasuk kawasan perkotaan memasuki musim penghujan. Persis seperti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban. 

Di Bumi Wali, penghujan tidak hanya ditandai dengan tingginya curah hujan. Namun, juga identik dengan angin ribut. Sebulan terakhir, angin ribut memorak-porandakan wilayah selatan Tuban yang lebih dulu memasuki musim penghujan. 

Setiap hujan, yang perlu diwaspadai di kawasan perkotaan adalah tumbangnya pohon penghijauan di sepanjang ruas jalan protokol. Salah satunya di Jalan Basuki Rachmad. Selain berusia tua, puluhan pohon tersebut akarnya tak lagi kuat setelah proyek perbaikan jalan dan trotoar mengepras akar-akar tersebut. Untuk mengantisipasi, petugas dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman (DPRKP) setempat rutin melakukan pemangkasan dahan dan ranting yang berpotensi tumbang karena angin. Meski demikian, pengendara tetap harus waspada.

Baca Juga :  Setiap Hari Ada Aduan Ular Masuk Permukiman di Bojonegoro

Kasi Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Gendut menjelaskan, Kecamatan Tuban tidak termasuk daerah rawan puting beliung. Meski demikian, potensi bencana peralihan musim patut diwaspadai. Sebab, angin barat di Tuban tergolong kencang dan tercatat beberapa kali merobohkan pepohonan dan bangunan. 

Berdasarkan data BPBD Tuban, selama hujan di awal musim selalu diserta angin kencang yang merobohkan pohon penghijauan dan bangunan. Titik paling rawan di sepanjang Jalan Basuki Rachmad. Titik rawan berikutnya, sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Jalan Wahidin Sudirohusodo. Sementara itu, potensi angin kencang masih akan berlangsung hingga triwulan pertama awal tahun. ‘’Kalau puting beliung bisa dipetakan berdasarkan daerah, tapi kalau angin ribut bisa terjadi di mana saja,’’ terang dia.(yud/ds)

Baca Juga :  Inkracht, Kejari Tuban Musnahkan Ratusan BB

Artikel Terkait

Most Read

Misi Jauhi Rival

Taufan Hidayat Tak Masuk Skuad

Artikel Terbaru


/